
Keesokan pagi nya rachel dan juga rafael sudah siap,kini mereka berdua tengah duduk diam di ruang tamu menunggu seseorang yg akan menjemput nya.
‘’oh ya rafael,sekarang cuaca nya sangat panas karena ini adalah musim panas jadi matahari akan sangat terik,kamu jangan sampai lupa untuk minum banyak air putih yaa’’kata rachel dengan nada lembut nya sambil mengusap usap surai hitam rafael.
...•••••...
Tiba tiba ada seorang berpakaian seperti supir menghamiri ke dua nya. ‘’tuan muda kecil dan juga nona rachel mari,mobil nya sudah siap’’kata nya dengan sopan dan menenduk hormat.
‘’mami ayo segera pergi’’ajak rafael dengan semangat sambil menarik tangan mami nya pelan dan berjalan keluar.
Supir tersebut membukakan pintu belakang nya dan masuk lah rafael dan rachel lalu supir itu pun juga ikut masuk ke dalam mobil namun beda nya dia di depan,mereka berdua pun pergi menaiki mobil tersebut ke tempat pemotretan rafael berada.
______
Eiden diam melamun melihat lukisan burung berpasangan yg berada di tembok kamar nya.
‘’jordi sudah berapa lama kau bersamaku?’’tanya geo pada asisten pribadi nya yg tak lain bernama jordi itu. ‘’menjawab pertanyaan tuan,saya bekerja bersama tuan sudah enam tahun setelah anda mengalami kecelakaan itu’’jawab jordi dengan sopan.
‘’hmm benar juga’’guman eiden pelan,eideb menjulurkan tangan nya menyentuh pinggiran lukisan yg terpajang itu lalu berkata. ‘’mungkin sudah waktu nya aku mencoba membuka pintu itu lagi’’kata eiden dengan datar nya menatap lukisan tersebut.
Eiden menghela nafas nya berat sambil menatap gusar lukisan tersebut. ‘’haiss dia itu selalu saja mencampuri urusan ku’’guman eiden kesal. ‘’anu..tuann…’’lirih jordi. ‘’eiden membalik kan badan nya menlihat jordi dengan tatapan tajam sambil berkata ‘’kenapa kau gugup?apa dia berusaha mencampuri urusan ku dengan rachel?’’tebak eiden.
Dan ya benar sekali,jordi menganggukkan kepala nya menandakan bahwa itu benar. ‘’akhir akhir ini nyonya berusaha mencari informasi tentang apa yg kau lakukan selama ini di kota C’’ucap jordi dengan hati hati.
‘’ughh sialan’’desah eiden dengan kesal sambil menyugar rambut nya kebelakang.eiden membalik kan badan nya lagi menghadap ke lukisan itu dan memencet tombol kecil yg ada di belakang lukisan itu.
Dreeett
Tiba tia tembok itu bergetar lalu bergeser ke samping dan tampak lah pintu yg terbuat dari besi,namun pintu itu seperti nya mempunyai keamanan yg tinggi bahkan hanya eiden dan wanita itu saja yg tau.
Asisten geo yaitu jordi terperangah ketika melihat tembok yg bergetar itu dan dia tambah terperangah ketika tembok itu sudah bergeser dan menampil kan sebuah pintu besi. ‘’waahhh aku baru tau jika ada pintu dibalik tembok ini’’guman nya dalam hati.
Meski eiden tau ada pintu besi di balik lukisan yg terpajang di tembok itu tapi sayang nya eiden melupakan nya akibat kecelakaan itu,ia baru ingat pintu besi itu saat tiga tahun lalu,dia sudah kemari dan mencoba membuka nya namun nihil,ingin ia hancur kan namun dia takut ada barang yg akan rusak nanti nya
^^^Tbc. ^^^