
Akhir nya rachel bisa tenang dan melanjutkan melipat baju rafael dan memasuk kan nya ke koper.beberapa detik berlalu,rachel masih bisa merasa kan ketenangan dunia sampai tiba tiba suara telfon rumah berdering.
Kringg..kring..kringgg….
Suara telfon rumah berdering,namun rachel tidak menghirau kan nya dan tetap melanjut kan melipat baju rafael,namun telfon itu tetap terus berdering mengganggu ketenangan rachel saja.
...•••••...
pada akhir nya rafael turun tangan dan mengangkat telfon rumah nya itu.
‘’halo paman eiden,apa kau mencari mami?’’kata rafael bertanya. ‘’baiklah tunggu sebentar’’ucap rafel kemudian menghampiri sang mami. ‘’mami paman eiden sedang mencari mu’’kata rafael sambil menunjuk ke arah telfon rumah nya. ‘’aku sedang tidak ingin menjawab nya’’balas rachel yg masih kesal.
‘’aiss mami bisa kah kau tidak bersikap kekanak kanakan?dan lagi,kenapa mami merusah kaos baru ku,itu baru beli kemarin’’kata rafael yg sedang protes. Dengan amarah sekaligus bercampur kesal rachel mengambil telfon rumah nya dan menarik nya hingga kabel nya putus.
Aksi rachel yg menarik kabel telfon tersebut di saksikan sendiri oleh rafael bahkan rafael saja sampai kaget tujuh turunan karena dia belum pernag melihat mami nya yg sudah sangat marah sampai seperti itu.
‘’lebih baik kau cepat bersiap lah’’kata rachel sambil menatap tajam ke arah telfon di genggaman nya itu.
Mau tidak mau ya harus mau,rafael hendak menasehati mami nya supaya tidak kekanakan lagi namun dia masih takut mami nya akan tambah marah jadi dia lebih memilih cara aman yaitu menuruti perintah nya untuk segera bersiap siap.
Namun sebelum pergi rafael bertanya pada mami nya ‘’emm mami apakah kau menyukai paman eiden?’’tanya nya.
‘’aku kan hanya bertanya saja’’guman rafael pelan namun masih terdengar oleh rachel.
‘’aku bertanya seperti itu karena sudah banyak pria yg mendekati mami tapi mami hanya marah pada paman eiden saja,bukan kah mami pernah bilang kalau janagn pernah biar kan orang yg kau suka memengaruhi emosi mu,tapi paman eiden selalu memengaruhi emosi mami bukan kah itu berarti kalau mami menyukai paman eiden’’jelas rafael.
Tak..
Rachel menjitak pelan jidat rafael membuat rafael langsung mengelus jidat nya dengan ke dua tangan kecil nya. ‘’dasar,tau dari mana kau jika itu yg nama nya menyukai,kau itu masih kecil tidak tau arti dari suka atau menyukai’’kata rachel sambil melipat ke dua tangan n ya di dada nya.
‘’sudah lah lebihbaik kau cepat pergi siap siap sana’’kata rachel lagi.rafael mengangguk setuju lalu mencium pipi mami nya sekilas ‘’baiklah mami,mami cepat pergi siap siap juga’’kata racel dan berlalu pergi.setelah kepergian rafael rachel melanjut kan kembali kegiatan nya yg sempat terhenti.
Tok tok tok..
Suara ketukan pintu yg lumayan keras membuat rachel menghentikan merapikan baju nya dan rafael ke dalam koper untuk yg ke sekian kali nya terhenti karena harus membuka pintu untuk melihat siapa tamu yg datang.
Clekk..
^^^Tbc.^^^