
''tidak boleh''kata Rachel dengan suara yang sedikit meninggi,mungkin karena kaget anak nya akan di bawa pergi.''itu terlalu terus terang bukan? bagaimana dia bisa mengatakan itu dengan sangat mudah?''lanjut Rachel berbatin dengan kesal.
''tapi itu hanya untuk brand pakaian anak anak bangunan di Inggris itu akan menjadi tempat yang cocok untuk pemotretan,masa Rafael tidak di perboleh kan untuk pergi?bukan kah rafael midel nys?''kata eiden.
''hah?apa?apakah dia ingin Rafael untuk pergi pemotretan?apakah dia adalah bos rafael?oh tidak ku kira dia akan menculik Rafael untuk mengancam ku menjadi penurut''batin Rachel bodoh.
...•••••...
''tetap saja tidak boleh''kata rachel dengan tegas meski dia tau bahwa fikiran nya salah tentang eiden yang berniat mengancam nya.''oh apa alasan nya?''tanya eiden penasaran.
''emm...dia adalah anak ku!di mana aku berada di situ dia tinggal!''kata rachel yg sudah menemukan alasan.
''dia benar juga,rafael itu masih kecil mesti harus ada seorang ibu untuk menemani nya pergi ke luar negeri,ini salah ku karena tidak memikir kan hal ini sebelum nya''kata eiden dalam batin berfikir. ''oh kalu begitu kalian berdua bisa pergi berama''kata eiden dengan enteng nya menyaran kan hal itu.
''ha?apa?orang ini bahkan ingin membawa aku bersama anak ku''kata rachel yang saat ini sedang berusaha menahan gejolak amarah nya yang akan meledak. ''dia adalah putra ku,dia tidak akan pergi kemana pun dan di mana pun itu''kata rachel bersikeras.
''manajer rachel,apa anda keberatan dengan kontrak nya?''tanya eiden. ''apa wanita ini tidak membaca kontrak saat tanda tangan?''lanjut eiden dalam batin nya dan menahan rasa ke kesalan nya. ''bukan kah sudah jelas dalam kontrak kalau wali harus mengikuti rencana yang di buat oleh perusahaan,lalu?apa apaan dengan sikap nya ini?''kata eiden dalam batin lagi.
''heh kontrak apaan?''tanya rachel bingung,namun belum sempat eiden mengatakan sesuatu ada ingatan sekilas yang muncul di benak nya.
rachel berjalan di lorong,saat dia sedang asik berjalan tiba tiba ada yang memanggil nya dari belakang. ''mami''panggil nya ysng terdengar sangat familiar di telinga rachel day rupa nya yang memanggil rachel adalah rafael,putra nya.
rachel membalik kan tubuh nya dan tersenyum meenatap putra nya sambil berkata ''ada apa?bukan kah tadi mami menyuruh mu untuk menunggu di ruang tunggu''kata rachel yang sudah mensejajar kan tinggi nya dengan rafael.
''iya,tapi mami melupakan sesuatu''kata rachel. ''oh ya?apa itu?''tanya rachel pasal nya rachel saat sungguh aungguh melupakan sesuatu yang penting ''iss mami masak lupa sih,bukan kah tdi aku bialng bahwa aku ingin menemui mami untuk tanda tangan kontrak''kata rafael dengan kesal.
''oh iya,hampir saja mami lupa''kata rachel. rafael menoleh kan kepala nya dan menatp seorang lelaki sambil membawa sebuah map di tangan nya. ''sini,biar aku berikan pada mami supaya di tanda tangani''kata rafael kepada lelaki yang berada di belakang nya itu.
lelaki tersebut pun dengan senang hati memberikan map yang berisi kan konrak kerja rafael di dalam nya pada rafael,dan rafael menerima nya kemudian membrikan nya pada sang mami. rachel mengambil kotrak itu sambil menatap anak nya dengan senyum yang terukir di wajah cantik yang tertutup nya.
''pulpen''kata rachel singkat.rafael menoleh kepada lelaki yang mengikuti nya sedari tadi bermaksud untuk meminjam sebuah pulpen.lelaki itu mengeluar kan pulpen dari jas nya dan langsung di berikan pada rachel.setelah selesain tanda tangan kontrak rachel langsung berpamitan untuk pergi pada rafael menemui tamu nya.
Flasback off
''Jadii?''kata eiden sambil mengangkat sebelah alis nya menatap rachel dengan datar. ''hehe itu salah ku''balas rachel yang sudah pasrah.
Tbc.