
''aku sama sekali tidak terpesona oleh ketampanan mu yang tidak seberapa itu,wajah tampan mu itu tidak bisa di bandingkan dengan wajah sangat tampan ku jadi jangan terlalu percaya diri jadi orang''kata eiden dengan sombong sambil menyeruput teh hangat nya.
...•••••...
''aku cuma mau bilang pada mu kali penilain kenindahan mereka bahkan lebih buruk dari lidah perasa mereka''kata eiden.
''tn. Al pernah berkata 'hidup lah dengan alasan' dengan pengakuan yang kuterima sudah pasti orang-orang menyukai masakan ku serta wajah tampan ku''balas Rian dengan sarkas.
''jika tuan eiden tidak menerima nya itu menandakan bahwa penilaian keindahan anda berbeda dari orang normal biasa nya''lanjut nya dengan sarkas.
''tapi di mataku hanya chel chel saja yang memenuhi standar keindahan''kata eiden dengan tenang dan santai.jika eiden bersikap seperti itu lain pula dengan Rachel yang sedang kaget dan menahan kesal
byurr...
lagi dan lagi Rachel menyembur kan teh nya keluar dari mulut nya. ''uhuk uhuk''batuk Rachel yang ke dua kali nya.
''si brengsek ini..apa yang dia kata kan lagi,makin kesini makin gak jelas saja''batin Rachel. ''huh sabar Rachel ini bukan yang pertama kali nya dia memanggil mu begitu kok''lanjut rachel berbatin dan merasa tertekan karena sebutan nama yang di berikan oleh eiden pada nya.
''eh''kaget eiden lalu melihat Rachel yang sedang batuk. ''minum nya pelan-pelan saja dong,ini yang ke dua kali nya kau tersedak,ada apa dengan bibir mu itu?apa bibir mu itu sakit karena ciuman ku semalam?''ucap eiden dengan tampang tak berdosa nya mengatakan hal yang tak pantas di bicarakan.
''apa si brengsek ini mau aku terbakar oleh Ari panas dengan kata kata nya yang tidak masuk akal''batin Rachel kesal.
''ini tisu,bersih kan lah mulut mu dengan tisu''kata Rian sambil memberikan beberapa lembar tisu pada rachel.rachel menerima tisu pemberian Rian dengan senang hati dan mulai membersih kan mulut nya.
''terima kasih''ucap Rachel pada Rian. ''ya tak perlu begitu sungkan pada ku''balas Rian dengan senyum lebar nya.
tiba-tiba eiden menangkup kedua pipi Rachel dan mendekat kan nya di wajah nya, eiden menjulur kan jempol tangan nya rusak bibir Rachel kemudian menjilat jempol nya yang sudah di usapkan ke bibir Rachel.
''rasa nya tidak sama dengan kemarin,apa kau ganti lipstik hari ini?''tanya eiden dengan suara sexy nya.
bluuss..
wajah Rachel semakin memerah di buat eiden ''huh pria ini..bukan nya dia gila kebersihan ya?apakah dia sadar apa yang dia kata kan dan lakukan barusan''batin Rachel menahan malu sambil menutup wajah nya menggunakan ke dua tangan nya.
haiss lupakan ke uwuan dari ke dua nya itu,padahal mereka tau bahwa di sana bukan hanya ada mereka berdua,kenapa mereka masih bersikap tak tau malu begitu,apa mungkin mereka berdua melupakan Rian dan juga asisten pribadi eiden yang sudah berada di sana sedari tadi bahkan rian dan asisten eiden hanya bisa diam mematung melihat tingkah eiden.
^^^Tbc.^^^