
''hallo nona Rachel kita bertemu lagi, kami minta maaf atas kesalahan yang kami buat pada anda tadi, kami sungguh sungguh minta maaf, tuan eiden sudah memutus kan untuk mengundang Anda dan anak anda untuk makan malam hari ini apakah anda bersedia untuk datang,ini sebagai tanda perminta maafan dari tuan eiden''kata asisten pribadi dari eiden.
''tidak,aku menolak, aku ada acara malam ini''kata Rachel menjawab. ''ahh dia menolak.. lalu ini bagaimana? apa yang harus aku lakukan sekarang?''batin asisten pribadi eiden tertekan.
''heh ingin mencoba mendekati ku dan anak ku? jangan pernah berhenti memikirkan nya tak akan ku biarkan hal itu terjadi''batin Rachel dengan sombong.
...•••••...
''eh tuan asisten,aku pikir anda salah dengar, manajer Rachel bilang dia harus kerja lembur nanti malam dan anda jangan khawatir aku akan menyuruh seseorang untuk menggantikan nya dan manajer Rachel bisa makan malam bersama tuan Eiden dengan tenang''kata bos Rachel sambil mendorong Rachel pelan.
Rachel kaget atas ucapan dari bos nya itu apa lagi dia berucap sambil mendorong nya untung Rachel tidak jatuh.
''bosss''kata Rachel sambil menoleh ke belakang dan menatap bos nya dengan tatapan mengerikan. ''benar kan rachel?manajer Rachel aku tahu kau selalu memprioritas kan pekerjaan mu tapi itu tapi tuan eiden adalah tamu VIP di hotel kita bagaimana bisa kau menolak nya baik nya''kata bos Rachel.
''jadi masalah ini selesai, sekarang pulang lah dan ganti baju untuk persiapan makan malam dengan tuan eiden nanti''lanjut bos Rachel.
''apa?''kaget Rachel. ''apa?apakah ini yang di namakan menjual karyawan nya sendiri hanya karena uang dan ke kuasaan''batin Rachel frustasi.
''baiklah kalau begitu 1 jam lagi saya akan menjemput kalian saya pergi dulu sekarang sampai jumpa''kata asisten pribadi eiden dan berlalu pergi.
''apa? jangan pergi dan kapan aku bilang setuju?''batin Rachel tertekan. ''emm boss.. aku benar-benar punya acara malam ini''kata Rachel kepada bos nya.
''oh ya? Rachel, aku tahu kamu menderita berapa kerugian, tapi kamu itu tau bukan?kalau dia bukan seorang yang bisa kita singgung dan asal kau tahu ini adalah masa kritis untuk promosi ku, aku sudah duduk di posisi ini selama dua belas tahun, lihat lah rambut ku yang mulai memutih ini bisa jadi kesempatan terakhir ku tolong bantu aku sekali ini saja ku mohon pada mu''kata bos Rachel sambil menatap Rachel dengan mata yang berkaca kaca.
''err..''lirih rachel yang mulai jijik karena tingkah dari bos nya itu. ''ahh tapi bener juga alasan kenapa aku bisa berada di sini sekarang karena bantuan dari bos,ya sudah lah terima saja itung itung sebagai balas budi''gumat Rachel dalam batin yang berfikir.
''oh oke,kamu jangan khawatir selama kamu mau pergi makan malam dengan nya akan mengurus semua nya untuk mu''kata bos Rachel. ''okee sepakat''kata Rachel dengan penuh semangat.
''baiklah aku akan pergi menemui anak ku dulu baru bersiap-siap untuk makan malam''kata Rachel yang berpamitan. ''baiklah baiklah lakukan dengan segera jangan membuat tuan eiden itu menunggu''kata bos Rachel dengan senang.
Rachel pun keluar dari ruangan bosnya itu menemui tempat di mana anak nya berada setelah sampai di ruangan itu langsung masuk dan menemukan anak nya yang sedang duduk manis menunggu diri nya datang.
''eh mami sudah datang?''kata Rafael yang segera berlari menghampiri sang mami. ''iya,apakah anak ku yang tampan ini sudah sangat kelaparan?''tanya Rachel. ''ayo kita pergi makan hotspot''lanjut Rachel berkata.
''tidak bisa, karena paman Eiden sudah mengundang kita untuk makan malam hari ini untuk mendiskusikan tentang jadwal kita pergi ke luar negeri dan aku juga sudah menyetujui nya''kata Rafael.
''A apa?''kata rachel terkaget kaget. ''dann seseorang akan menyebut kita sebentar lagi''lanjut Rafael.
''paman eiden? sejak kapan dia menjadi begitu dekat dengan anak ku? dia bermain dua langkah, di satu sisi dia minta bos aku untuk menyakinkan ku dan di sisi lain dia berbicara dengan anak ku dan membujuk nya.dasar brengsek,pria ini... dia sangat berbahaya''kata Rachel dalam batin dan sedang menahan amarah nya.
''eh mami,mami kenapa?''tanya Rafael kepada mami nya. ''ahh tidak,tidak..mami tidak apa apa kok''kata Rachel. ''emm nak, malam ini mami ada sesuatu yang tiba-tiba harus mami lakukan, jadi kita tidak bisa pergi untuk makan malam nanti''kata Rachel lagi.
''hmm kalau begitu masalah nya aku akan pergi sendiri saja''kata Rafael dan berlari pergi keluar. ''ahh apa?''ucap Rachel yang kaget karena anak nya menjadi begitu keras kepala.
''apa kata nya?pergi sendiri?kenapa anak ini jadi sangat keras kepala''batin Rachel tertekan. ''tidak,tidak.. tidak... tidak bisa'''ucap Rachel yang mulai kesal dengan tingkah anak nya itu. ''bagaimana bisa kau pergi sendiri,itu sangat tidak sopan, bagaimana kalau kita pergi nya lain kali''kata Rachel yang mencoba bersabar dengan sikap anak nya dan berusaha membujuk nya sambil ikut berlari mengejar anak nya yang keluar itu.
^^^Tbc.^^^