
''tapi mami bukan kah masih ada makanan penutup''kata Rafael yang masih belum bersedia untuk pulang.
''anak ku yang baik bukan nya dokter gigi bilang kalau kamu harus berhenti makan yang terlalu manis''ucap Rachel dengan senyum Pepsodent, namun percaya lah di balik senyum itu ada rasa kesal dan amarah yang sedang membara.
...•••••...
''sudah lah nona rachel,lebih baik anda biarkan Rafael memakan makanan penutup nya sedikit saja''kata eiden yang menyela.
''tapi..''kata Rachel yang terpotong karena ada yang memanggil nama nya.
''rachel''panggil nya.sang pemilik nama langsung menoleh mencari orang yang memanggil nama nya rupa nya orang yang memanggil nama nya tak lain dan tak bukan adalah riaannn.
''kebetulan sekali ya aku bertemu dengan kalian berdua di sini''kata Rian yang mulai menghampiri Rachel dan berhenti tepat di hadapan nya.
''eh paman rian,selamat malam paman rian''kata Rafael yang mendekati Rian dan juga Rachel.
''hey Rafael,selamat malam juga. kamu tidak nakal bukan? apa kalian akan pulang sekarang? kalau akan pulang lebih baik kita pulang bersama saja''kata Rian sambil mengelus rambut Rafael dengan penuh kelembutan.
Rafael dan Rachel seakan melupakan bersama siapa tadi dia kemari dan malah asik sibuk bersama rian,jika di lihat dari sisi eiden,eiden melihat bahwa meraka bertiga itu seperti keluarga harmonis saja dan hal itu membuat eiden menatap nya tidak suka.
eiden tidak suka jika dia di abaikan dan di lupakan seperti ini jadi dia mulai menghampiri ke tiga nya dan dengan angkuh nya berkata ''tidak perlu, kamu tidak perlu merepotkan diri untuk mengantar orang ku''kata eiden dengan sarkas nya juga.
tak lupa juga eiden menggandeng tangan kecil rafael,mereka bertiga pergi dan meninggal kan Rian yang terdiam seribu bahasa.
''paman Rian,selamat tinggal dan sampai jumpa besok''kata Rafael sambil melambai lambai kan tangan nya ke arah Rian.
setelah ke tiga nya pergi tiba tiba muncul lah sosok wanita dari belakang rian,dia datang dengan tiba tiba nya dan berkata ''kenapa kau tidak mau kembali? apa karena wanita itu?''tanya nya.
''itu bukan lah urusan mu, jika aku ingin kembali aku akan kembali dengan sendiri nya, tanpa ke kerasan atau paksaan apapun dan siapa pun itu''ucap Rian dengan datar sambil menatap tajam ke arah wanita tersebut.
''kenapa kamu seperti itu hah?jika kamu begitu terus lalu bagaimana dengan pertunangan kita?''kata wanita itu lagi yang tak lain adalah tunangan dari Rian.
''bagiku itu tidak lah penting, aku tidak menyukai mu, bagiku kamu itu bukan lah tunangan ku,bagiku juga kamu itu hanya lah seekor lalat pengganggu''ucap Rian dengan nada yang masih sama yaitu datar.
''riann''teriak wanita itu dengan penuh amarah.
''bukan kah perkataan mu barusan itu sedikit keterlaluan''lanjut wanita itu lagi.
^^^Tbc.^^^