
''eh mami kenapa masih di situ''kata Rafael canggung namun dalam batin nya rafael sedang kesal pada mami nya itu karena tidak lekas berganti pakaian nya.
''oh iya paman biar aku perkenal kan ini adalah...''ucap rafael yang terpotong karena Eiden yang mulai membuka suara nya.
''sudah lah kau tidak perlu memperkenal kan kami, kami sudah saling mengenal dan kita sungguh sangat mengenal benar begitu rachel''ucap eiden sambil menatap Rachel dengan tatapan yang sulit di artikan membuat rachel bingung dengan tatapan yang di berikan oleh dosen pada diri nya.
...•••••...
''hah? apa maksud nya ini?''batin Rachel bingung. ''sudahlah lebih baik iya kan saja''lanjut Rachel yang masih berbatin.
''ahh iya benar,itu benar anak ku''jawab Rachel dengan sedikit kesal. ''dan kamu tau Rafael, dia itu adalah tamu VIP di hotel tempat kerja mami yaitu tuan eiden. jadi kamu harus memanggil nya tuan eiden bukan paman Eiden lagi,mengerti''lanjut Rachel menjelas kan.
''tidak apa-apa, aku lebih suka kalau Rafael memanggil ku seperti itu,itu lebih enak di dengar''balas eiden yang merasa tidak ke beratan sama sekali.
''tapi itu bukan kah sedikit tidak sopan kau kan tamu..''kata Rachel terpotong karena eiden yang menyela ucapan nya ''tidak apa,oh ya aku kemari membawakan sesuatu untuk kalian''ucap eiden sambil meng-kode asisten pribadi nya.
asisten pribadi eiden mengerti maksud dari kode bos nya itu dan menaruh beberapa tas belanjaan di meja kemudian berkata ''ini ada beberapa hadiah yang dari tuan Eiden untuk kalian berdua''kata nya dengan senyum lebar nya.
''heh''lirih eiden dengan smrik nya. ''bukan kah tidak sopan jika mengunjungi rumah seseorang dengan tangan kosong jadi aku dengan khusus membelikan ini semua untuk kalian berdua,tapi jika kamu tidak suka kamu bisa membuang nya atau di berikan ke pada orang lain, itu hak kamu karena itu sudah jadi milik kamu aku tidak akan melarang nya''kata eiden.
''kalau begitu saya mohon tuan eiden untuk membantu saya membuang ini semua saat anda akan pergi dari sini''balas Rachel.
wajah kedua nya mulai menghitam, mereka berdua saling tatap-tatapan dengan tajam sampai-sampai tidak menyadari ada nya asisten pribadi eiden dan juga Rafael yang sedang berada di tengah-tengah dari mereka berdua.
''OMG ini pertama kali nya aku melihat tuan membeli banyak hadiah untuk seorang wanita selain teman dan keluarga nya,tapi bagaimana bisa wanita ini sangat tidak tahu terima kasih, bagaimana jika tuan marah,maka habis lahh''batin asisten pribadi eiden yang sudah merasa tertekan dari tadi.
ruangan semakin memanas dan hanya ada kesunyian di dalam nya,tatapan mata kedua nya pun semakin tajam.
''habis lah ini,berakhir sudah..ini sudah berakhir, emosi tuan pasti akan meledak seperti bom sebentar lagi''batin asisten pribadi eiden yang sedikit gemetar karena tiba tiba kepala nya memutar memori yang menegang kan di mana itu saat eiden yang sedang marah besar sampai sampai ingin menghancur kan perusahaan nya sendiri.
^^^Tbc.^^^