Meet Again After Long Time

Meet Again After Long Time
Bab 18



''eh tuan eiden, anda ingin pergi ke lantai berapa?''tanya Rachel dengan senyum lebar nya.''lantai satu, terima kasih''balas eiden.


segera Rachel memencet angka satu dan mulai membatin lagi ''dia tiba-tiba saja ingin memutuskan untuk tinggal beberapa hari...''batin Rachel menggantung. ''apa itu karena pekerjaan atau karena hal yang lain?''batin Rachel lagi dan bertanya pada diri nya sendiri.


...•••••...


di saat Rachel sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri di situ pula eiden sedang terlarut juga dalam fikiran nya.


''wanita ini...''


''dia mempunyai tubuh yang bagus, tapi mengapa dia menyembunyi kan nya?apakah dia sedang berusaha menyembunyi kan sesuatu?''batin eiden penasaran sambil manatap wajah rachel.


''yang melakukan pekerjaan sesuai perintah dari atasan tanpa bercampur dengan urusan pribadi, terkadang dia seperti seekor rubah kecil yang licik dan bermuka dua, dari waktu ke waktu dia mulai menunjuk kan sifat licik dari mata nya''lanjut eiden berucap dalam batin sambil menatap mata Rachel dari samping.


di saat yang bersamaan dengan eiden yang menatap mata Rachel dari samping, Rachel menoleh menatap ke eiden dan bertanya ''apa ada yang salah dengan mata ku?''tanya Rachel karena dia sadar bahwa eiden sedari tadi sedang menatap mata nya.


bukannya menjawab Eiden malah bengong dan masih menatap mata Rachel dalam dalam. ''mata itu...''gunman Eiden dalam batin menggantung.


''mata itu..seperti perempuan itu,saat di masa lalu...''lanjut eiden dalam batin lagi.


''em ada apa?ada yang salah?''tanya Rachel membuat eiden tersadar. ''ahh tidak ada''elak eiden.


''boleh kah aku bertanya''tanya eiden.''silahkan''balas Rachel kemudian menatap ke depan lagi. ''apa manajer Rachel bekerja disini sudah begitu lama?'' tanya Eiden.


seketika Rachel langsung menoleh ke arah eiden dan menatap nya dengan bingung.''hmm,ada apa?mengapa bertanya seperti itu ku kira ingin menanyakan masalah tadi''ucap Rachel dalam batin yang sedang kebingungan namun dia tetap menjawab pertanyaan dari eiden, Rachel menjawab ''umm sudah sekitar tiga tahun''jawab Rachel.


''ohh,udah begitu lama juga ya,? jadi di mana kau kerja sebelum nya?''tanya eiden lagi.


''huh ada apa dengan dia hari ini?apakah dia sedang mencoba untuk mencari masa lalu ku''batin Rachel menduga duga.


''emm terakhir kali aku bekerja di sebuah hotel yang tidak terlalu terkenal, aku tidak berpikir kalau tuan eiden pernah mendengar nya jadi jangan tanyakan aku tentang nama hotel tersebut''jawab Rachel.


''oh begitu''balas eiden.suasana di lift begitu sunyi sampai ada beberapa orang yang masuk ke dalam lift, orang orang itu masuk secara tak beraturan membuat asisten pribadi eiden menghalang di depan eiden supaya tidak terdorong.


''tuann..awass''kata asisten pribadi eiden yang tiba tiba menghalang di depan nya membuat eiden mundur dan secara tak sengaja tangan nya menyentuh tangan dari Rachel.


eiden juga melihat tangan Rachel yang dengan cepat menjauh kan tangan nya dari tangan eiden sambil menampak kan muka kesal nya dan hal itu membuat eiden menduga duga bahwa Rachel tidak menyukai diri nya.


''hmm.. wanita ini.. apa dia tidak menyukai ku? tapi.. kenapa?''batin eiden bingung.


Ting


''aku akan keluar di lantai ini,permisi''ucap Rachel berpamitan pada eiden.akhir nya Rachel turun dari lift''emm permisi.,tolong minggir sebentar saya akan lewat''ucap Rachel menerobos kerumunan orang yang sedang berdiri di depan lift.


dengan cepat Rachel menerobos kerumunan tersebut dengan wajah yang sedikit memerah meninggal kan eiden yang berada di dalam lift dan sedang menatap diri nya tampa berkedip sedikit pun.


''beneran deh, tangan kita berdua hanya sedikit bersentuhan, mengapa bisa mukaku terasa panas dan memerah begini''guman Rachel dalam batin menahan malu.


''ohh ayo lah Rachel itu hanya sedikit sentuhan di tangan,mengapa kau bisa begitu malu seperti ini''lanjut Rachel berbatin lagi.


kita tinggal kan saja Rachel yang pergi entah kemana itu, dan kita akan melihat kemana Eiden akan pergi.


eiden pergi dari hotel menuju ke tempat cabang kantor nya berada.saat telah sampai di tempat tujuan eiden langsung di sambut ramah oleh para karyawan namun eiden tetap lah eiden dia tidak akan menjawab sapaan ramah dari karyawan nya karena bagi nya itu sungguh membuang buang waktu nya yang berharga.


eiden langsung berjalan ke arah ruang pemotretan dan masuk,saat masuk eiden nelihat beberapa orang yang tengah sibuk dengan sesi pemotretan tersebut.


''ya di sana itu benar!''kata seorang fotografer. ''coba lihat kemari adik maniss''kata nya lagi.anak kecil yang tak lain adalah Rafael langsung menatap fotografer tersebut.


klik klik klik...


''bagus!bagus!sangat bagus''kata fotografer tersebut. ''tolong perlihat kan senyuman mu adik kecil''kata nya lagi yang memerintah Rafael.


dengan senang hati Rafael pun menuruti nya, aktivitas itu terhenti karena kedatangan eiden yang tiba-tiba.


''oh boss anda kemari''kata seorang karyawan lelaki namun eiden tidak menjawabvnya justru dia menatap Rafael dengan kaget.


''anak ituu..''guman eiden dalam hati menggantung.


^^^Tbc.^^^