
Di saat rachel tengah sibuk memasuk kan baju nya yang akan di bawa ke inggris tiba tiba ponsel nya berdering dengan rasa kemalasan yg sudah ada rachel terpaksa mengangkat telfon tersebut karena dia tau siapa yg menelfon nya jika dia tidak mengangkat nya bisa bisa nanti dia bakal di buat kesusahan lagi oleh si penelfon,hmm tebak saja siapa itu?ya itu sudah pasti eiden lah.
...•••••...
‘’hmm halo,ada apa lg?kenapa tuan eiden yg terhormat ini menelfon’’kata rachel dengan nada malas. ‘’tidak,aku hanya mengingat kan kalau aku akan menjemput mu jam 9 pagi nanti’’jelas eiden. ‘’aku kan sudah bilang kalau kamu tidak perlu menjemput,kami berdua bisapergi ke bandara langsung,nanti kita bertemu di bandara saja jadi itu bisa lebih menghemat waktu’’kata rachel.
‘’….’’
Rachel bingung karena tidak ada jawawan sama sekali dari seberang telfon ‘’huh…’’desah rachel kesal karena tidak mendapat kan jawaban sama sekali ‘’apa ada hal lain lagi yg ingin kau kata kan?kalau tidak aku akan menutup telfon nya’’kata rachel dengan kesal.
‘’jangan di tutup’’suara dari sebrang telfon terdengar di telinga rachel.
akhir nya rachel tidak jadi menutup telfon nya dan menunggu eiden kembali membuka suara nya,sepuluh detik berlalu eiden tudak membuka suara nya dan rachel masih tetap bersabar akan hal itu,lima belas detik berlalu eiden juga masih belum membuka suara nya membuat rasa kesal plus amarah rachel tidak dapat terbendung lagi.
‘’halo,eiden..kau masih di sana?’’tanya rachel tertekan.‘’hmm ya aku disini’’jawab eiden dengan santai. ‘’kau masih disana?lalu kenapa kau dian saja dari tadi?tanya rachel kesal. ‘’aku sedang minum wine’’jawab eiden dengan santai lagi,jawaban dari eiden membuat rachel marah dan berbatin ‘’hah?sedang minum wine?kalau dia ingin minum wine ya minum saja,ngapain malah telfon’’batin rachel marah marah.
‘’aku merindukan mu’’kata eiden dengan suara lemah lembut.rachel di buat merinding seketika padahal itu hanya di telfon kenapa bisa terasa sampai bulu kuduk nya merinding. ‘’berpikir tentang nya..’’batin rachel penuh amarah.
‘’apa dia pikir kalau dia seorang bos besar dia bisa menyuruh aku seenak nya untuk menemui mu karena hanya kata rindu?sebenar nya siapa yg ingin bertemu siapa?’’lanjut rachel masih berbatin dengan amar yg sudah meluap luap.
‘’aku sudah tidak punya waktu untuk meladeni mu’’teriak rachel lalu langsung mematikan telfon nya.
Akhir nya rachel bisa tenang dan melanjutkan melipat baju rafael dan memasuk kan nya ke koper.beberapa detik berlalu,rachel masih bisa merasa kan ketenangan dunia sampai tiba tiba suara telfon rumah berdering.
Kringg..kring..kringgg….
Suara telfon rumah berdering,namun rachel tidak menghirau kan nya dan tetap melanjut kan melipat baju rafael,namun telfon itu tetap terus berdering mengganggu ketenangan rachel saja.
^^^Tbc.^^^