Meet Again After Long Time

Meet Again After Long Time
Bab 10



''kalau putra ku lolos kita akan bisa membeli rumah dan kehidupan kami akan menjadi lebih baik lagi nanti nya''lanjut Rachel yang masih membatin.


''huhu putra mami masih sangat muda tapi sudah menghasil kan uang untuk membantu mami, mami sangat menyayangi mu''kata Rachel lebay. ''iss mami hentikan tingkah konyol mu itu''kata Rafael jengah.


...•••••...


''malam ini kamu ingin makan apa? mami akan mentraktir mu dengan makanan yg enak''kata Rachel berkata.


''aku hanya ingin steak dari hotel nya mami''jawab Rafael dengan senang. ''ahh baiklah kita akan makan dari hotel tempat mami kerja nanti malam''balas Rachel dengan ragu.


''oh tidak bagaimana jika aku bertemu dengan tuan Eiden itu bagaimana jika dia menyulitkan ku dan anak ku nanti nya''pikir Rachel tidak tidak dalam batin nya.


''aku harus mencari alasan untuk pikiran putra aku akan memakan di tempat yang lain''lanjut Rachel dalam batin. ''ngomong-ngomong di sekitar sini ada restoran baru harus kah kita pergi ke sana untuk mencoba nya?''tanya Rachel berusaha merubah fikiran anak nya.


''oh apakah mami tidak mau kalau aku datang ke hotel?''tanya Rafael sedih.karena Rafael menampil kan mimik wajah yang begitu sedih pada mami nya,Rachel menjadi tergoyah kan dan pada akhir nya Rachel akan tetap kalah pada putra nya untuk yang kesekian kali nya.


''hahaha bagaimana mungkin, mami hanya ingin kamu mencoba sesuatu yang baru,baiklah jika kamu tidak mau ayo kita pergi dan lihat makanan apa yang di buat oleh paman rian''kata Rachel. ''baiklah ayo''jawab Rafael dengan semangat.


''anak ini sungguh sangat menyebalkan dan lagi kenapa dia sangat pintar dan susah untuk di bujuk,apakah dia masih anak ku?''batin Rachel kesal.


setelah menghabiskan beberapa waktu di perjalanan akhir nya Rachel sampai di parkiran belakang hotel, segera Rachel turun di ikuti oleh Rafael yang juga ikut turun.


Rachel pun mengajarkan untuk ke dapur hotel menemui paman Rian berada.rian adalah teman Rachel di hotel,dia sangat akrab dengan rachel,dia juga berkeja di hotem yang sama dengan Rachel tapi dia bekerja sebagai koki di hotel tersebut.


''paman rian''teriak rafael keras saat menemukan keberadaan riang yang tengah memasak itu dengan segera Rafael menghampiri nya dengan semangat. ''oh Rafael ya,dengan siapa kau kemari?''tanya Rian.


Tak.


suara jitak kan pelan,''ach paman''kata Rafael merengek sambil mengusap dahi nya dengan pelan. ''paman tenang saja mami pasti menemukan ku di sini''lanjut Rafael meyakin kan.


''baiklah''jawab rian kemudian melanjutkan aktivitas nya yang sempat terhenti.''oh ya paman aku akan pergi ke kamar mandi sebentar ya, nanti jika mami bertanya dimana aku berada katakan saja bahwa aku pergi ke kamar mandi''kata Rafael.


''baiklah apakah perlu di temani?''tanya Rian. ''tidak perlu, aku pergi dulu dadah''kata rafael kemudian langsung pergi dari sana.


Rafael berjalan pergi dari dapur menuju ke kamar mandi, setelah buang air kecil Rafael mencuci tangan nya di wastafel, meskipun tubuh Rafael yang tidak cukup tinggi tapi rafael memiliki otak pintar nya itu,meski tidak sampai ke wastafel Rafael bisa menjinjit kan kaki nya.


saat Rafael sedang mencuci tangan di wastafel tiba-tiba ada seorang lelaki paruh baya yang memasuki kamar mandi tersebut dalam keadaan mabuk, Rafael menatapnya sekilas kemudian berkata dalam batin nya ''ugh seperti nya dia sedang mabuk''batin Rafael berfikir.


tiba-tiba saja orang mabuk itu tuh langsung mendorong Rafael yang sedang sibuk mencuci tangan itu ''mingging kau!jangan menghalangi jalan ku''kata nya sambil mendorong Rafael.


tubuh Rafael menjadi tidak seimbang dan hampir terjatuh, saja dari belakang ada seseorang yang menangkap tubuh kecil Rafael jika tidak sudah dipastikan bahwa langkah yang akan jatuh ke lantai. ''Ahh''teriak Rafael kaget tubuh nya terdorong.


orang yang menangkap rafael itu dengan segera mendorong lelaki mabuk itu dan berkata ''kalau jalan itu pake mata!''kata orang yang menangkap tubuh itu yang tak lain adalah seorang lelaki tampan.


''ahh baik..baik..''jawab orang mabuk itu itu dengan takut karena dia di tatap dengan tajam oleh orang yang menolong Rafael tadi. ''ahh iyaa terima kasih paman''kata Rafael sambil mendongak kan kepala nya menatap oarng yang menolong nya. orang itu melihat Rafael dan berkata ''apakah kau baik-baik saja?''tanya nya pada Rafael.


''aku baik saja paman, sekali lagi terima kasih ya, kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa paman''kata Rafael berpamitan.


^^^Tbc.^^^