
gerakan yang di lakukan Rafael dari tadi terus di pantau oleh eiden dengan tatapan bingung nya tapi meski eiden ke bingungan dia pasti akan menampil kan wajah datar nya itu.
''baiklah tuan ketua,aku harap kita akan bekerja sama dengan baik dan semoga kerja sama kita juga ikut berjalan dengan baik''ucap Rafael sambil menjulur kan tangan nya ke arah eiden.
eiden membalas uluran tangan Rafael dan berucap ''oke,semoga kerja sama kita selalu berjalan dengan baik.aku mengakui mu''balas eiden.
...•••••...
setelah berjabat tangan, tangan eiden megelus rambut hitam Rafael dengan lembut dan pelan. ''hei bocah kecil,siapa nama mu?''tanya eiden pada Rafael. ''nama ku rafael''jawab Rafael dengan senyum cerah nya.
''oh nama yang bagus''balas eiden sambil tersenyum tipis. ''entah mengapa aku selalu mengingat nya saat melihat anak ini, dan lagi kenapa aku tidak bisa melupakan diri nya,haiss itu sungguh menyiksa ku sungguh menyiksa meski hati ku selalu merindukan nya''lanjut eiden dalam batin.
''ya tentu saja!nama itu adalah nama yang di berikan oleh mami ku''ucap Rafael dengan senang. ''jadi..tuan ketua siapa nama anda?''lanjut Rafael bertanya.
''nama nya adalah...''ucap asisten pribadi eiden terpotong oleh eiden. ''biar aku saja''kata eiden memotong ucapan asisten nya. ''nama ku adalah eiden''ucap eiden.
''huh bagaimana aku menjelaskan makna dari nama ku kepada anak kecil ini ya?dia hanya seorang anak kecil.aku pikir dia tidak akan tau arti kata itu''lanjut eiden berbatin.
''oh apa itu arti nama yang indah yaitu taman surga yang berada di bumi?''tanya Rafael. ''eh?anak ini tau arti dari nama ku?''batin eiden kaget.
''aiyoo kalian berdua ini sangat mirip,jika saya tidak tau sebelum nya saya pasti akan salah sangka dan mengira kalau kalian berdua adalah ayah dan anak''kata asisten pribadi eiden yang menyela.
eiden dan Rafael pun menjadi kaget akan ucapan dari asisten pribadi eiden.mereka berdua langsung saling menatap satu sama lain cukup lama sambil berfikir dan membatin secara bersamaan ''hah?ayah dan anak?batin mereka berdua saling pandang.
''kauu..''kata eiden terpotong karena suara ponsel berdering.
ring...ringg ring...
suara itu dari jam tangan Rafael dan rupa nya mami nya lah yang menelfon Rafael. ''eh halo mami?ada apa?''tanya Rafael.
''bagaimana putra ku?apa kamu berhasil mendapat kan uang untuk membeli rumah untuk mami?''tanya orang di sebrang sana yang tak lain adalah Rachel sambil bercanda.
''jadi... Rafael adalah anak nya?anak dari manajer rachel?tidak heran pada saat itu aku bertemu dengan nya di hotel''lanjut eiden dalam batin lagi.
''semua sudah selesai, apa mami sekarang punya waktu untuk tanda tangan kontrak?''tanya Rafael pada mami nya.
''kau memang putra ku yang sangat luar biasa!''kata Rachel sambil mengacung kan jempol nya meski tidak terlihat oleh Rafael.
''mami bisa melakukan tanda tangan kontrak sekarang karena mami baru selesai mengurus tamu pengganggu, tapi masih punya pekerjaan yang harus dilakukan kau langsung saja datang ke hotel''kata Rachel.
ucapan Rachel barusan itu tidak sengaja terdengar oleh eiden, bermaksud untuk menguping tapi pendengaran eiden saja yang tajam atau bisa jadi karena Rafael nelfon nya pake jam tangan jadi kedengeran.
tiba-tiba suasana di sana menjadi panas.''huh apa kata nya?pengganggu?''batin eiden tidak senang,eiden menahan amarah nya sambil menatap jam tangan yang di pakai Rafael dengan kesal.
''um ada apa ini?''tanya salah satu karyawan yang merasakan aura kemarahan dari eiden. ''ntah tapi kenapa tiba tiba wajah bos menjadi suram''kata karyawan laian nya.
oke kita kembali lagi ke posisi Rafael.
''oke mami aku akan segera pergi ke sana sekarang da dah''kata Rafael senang. setelah selesai menelepon dengan mami nya Rafael menoleh ke arah eiden dan berkata ''tuan ketua, ayo kita pergi ke hotel tempat mami ku bekerja untuk tanda tangan kontrak oke?''kata Rafael mengajak eiden.''oke''balas eiden dengan singkat.
eiden menoleh ke arah asisten pribadi nya dan mengangguk, entah maksud dari itu apa hanya mereka berdua yang tahu,tapi seperti nya author juga tau🤣.
eiden meng-kode asisten pribadi nya untuk membawa Rafael pergi, dengan senang hati asisten pribadi eiden mengajak Rafael pergi dari sana.
''anak kecil,ayo kita berangkat''ajak asisten pribadi eiden. ''uhm''balas Rafael mengangguk dan ikut asisten pribadi eiden untuk pergi dari sana dan meninggal kan eiden yang berdiri menatap punggung kecil Rafael.
kenapa eiden masih ada di tempat? mungkin eiden masih marah karena perkataan Rachel yang menyebut diri nya sebagai tamu pengganggu.
''hmmp tamu pengganggu yaa''guman eiden dalam hat, seketika wajah eiden berubah menjadi menggelap.
^^^Tbc.^^^