
''hey hey kamu ini anak siapa sih sebenar nya kenapa kamu malah membela dia,kamu itu anak ku seharus nya kamu diam saja dan jangan ikut campur''kata Rachel yang menjawab pertanyaan anak nya dengan sedikit rasa kesal di dalam nya.
''hmph, lagian orang yang kekanak-kanakan itu juga tetap ibu mu, sudah lah lebih baik kamu cepat habis kan makanan nya jadi kita bisa cepat pulang''kata Rachel lagi yang masih belum terima akan ucapan anak nya yang mengatakan bahwa diri nya itu ke kanak-kanakan.
...•••••...
''mami ada apa dengan mami yang sebenernya sih?''tanya Rafael dengan bingung. ''apa paman Eiden sedang berusaha mengejar mu tapi karena mami tidak suka dengan nya jadi mami menumpah kan wine itu dengan sengaja''ucap nya lagi.
''puftt''seketika Rachel langsung menyembur kan air yang di minum nya keluar karena kebetulan tadi Rachel sedang minum air putih di saat Rafael mengatakan itu dan hal itu juga membuat Rachel tersedak.
''uhuk uhukk..''batuk Rachel. ''huh setan kecil ini''guman Rachel dengan pelan. ''dari mana kamu belajar kata-kata seperti itu hah? bukan nya mami sudah bilang kalau dia itu tamu VIP di hotel mami jadi jangan salah paham lagi''jawab Rachel dengan kikuk.
''hmm penjelasan mami cuma untuk menutupi aku tahu itu''jawab Rafael dengan muka datar nya. ''iss nih anak anak siapa sih kok muka nya datar amat''batin Rachel yang sedang merasa tertekan karena mempunyai anak yang tidak seperti anak anak.
''kamu ini.. terserah kamu lah mau apa, tapi..bagaimana menurut mu tentang dia?apakah kamu menyukai nya jadi kamu terus membela nya?''tanya Rachel.
''huh selain emosi nya,semua nya juga tidak buruk''balas Rafael sambil memakan cake dengan santai.
''apa nya yang tidak buruk hah?jelas jelas dia itu sangat arogan,pemaksa, dan juga penuh dengan ke sombongan di diri nya,jadi apa nya yang bagus''ucap Rachel yang tidak terima jika putra nya mengatakan itu.
''uhuk uhuk''suara batuk. Rafael dan Rahel pun melihat ke arah suara dan terlihat lah eiden yang sudah datang.
''kalian berdua bisa melanjut kan ngobrol nya saja, jangan hiraukan aku di sini''kata eiden sambil menduduk kan diri nya di kursi depan Rachel.
''ahh iyaa rafael, cepat bilang terima kasih pada tuan eiden atas makan malam nya,bilang juga kalau kita harus pamit pergi untuk segera pulang''kata Rachel sambil mengelus surai hitam putra nya dan juga di sertai dengan senyum cerah nya untuk menutupi perkataan buruk nya tentang eiden barusan karena rachel merasa eiden mendengar pembicaraan pribadi antara diri nya dan putra nya.
''tapi mami bukan kah masih ada makanan penutup''kata Rafael yang masih belum bersedia untuk pulang.
''anak ku yang baik bukan nya dokter gigi bilang kalau kamu harus berhenti makan yang terlalu manis''ucap Rachel dengan senyum Pepsodent, namun percaya lah di balik senyum itu ada rasa kesal dan amarah yang sedang membara.
^^^Tbc.^^^