
''aku akan membuat keputusan untuk diri ku sendiri.anda tidak perlu merepot kan diri anda sendiri untuk membantu saya,tuan eiden''balas Rachel yang tetap keras kepala.
...•••••...
''maaf kan mami saya paman,mami saya itu sudah sering bersikap kurang dewasa jadi paman hanya perlu memaklumi saja''kata rafael yang berbisik di telinga eiden.
''hmm oke,aku mengerti''balas eiden.rachel menatap ke dua nya dengan kesal karena melihat putra nya yang menjadi lebih dekat dengan orang asing.
setelah sampai di rumah Rachel dan Rafael segera turun dari mobil. ''rafael sayang kamu bisa masuk ke dalam rumah terlebih dahulu,mami akan mengambil kunci mobil mami yang ada di paman Eiden mu itu lalu mami akan segera menyusul mu untuk masuk ke dalam''kata Rachel dengan manis nya tak lupa dengan senyum lebar nya.
''oke mami,kalau begitu aku akan masuk terlebih dahulu dan pergi mandi''jawab Rafael kemudian berlari masuk ke dalam.seketika wajah cerah Rachel tadi berubah menjadi hitam dan membalik kan badan nya ke belakang.
''tuan eiden,bisa kah kau mengembalikan kunci mobil ku?''tanya Rachel. ''tentu saja''jawab eiden kemudian memberikan kunci mobil itu ke tangan Rachel.
saat Rachel ingin pergi,tiba tiba eiden menarik tangan nya dan memojok kan Rachel ke tembok sambil bertanya ''dia anak ku bukan?''tanya nya.
Rachel kaget,mengapa bisa eiden berfikiran seperti itu?dia saja sudah lupa akan wajah ayah dari putra nya sekaligus suami nya jadi kenapa bisa eiden bilang begitu.
''tuan eiden,meskipun kau tidak punya anak dan ingin segera memiliki anak tapi seharus nya kamu tidak boleh sembarangan bilang kalau dia adalah anak mu bukan''balas Rachel dengan marah.
''ulang tahunnya adalah 17 Desember itu arti nya kau mengandung bulan April,waktu nya sangat pas bahkan golongan darah kita sama''kata eiden.
''hei tuan eiden yang terhormat, dunia itu luas ada lebih dari tiga bayi lahir tiap detik bahkan menit,meskipun golongan darah nya sama dengan mu, apa kemungkinan itu benar benar terjadi?tidak bukan,jadi mohon tuan eiden tolong jangan buat kekacauan dan berpikiran yang tidak-tidak''ucap Rachel yang membantah ucapan dari eiden dengan nada yang sedikit kesal.
''kenapa kau tidak mengakui nya saja hah''kata eiden lagi yang masih tetap pada pendirian nya. ''tuan eiden, tolong sopan sedikit menjauh dari ku''kata Rachel. ''aku tidak pernah melihat mu sebelum nya dan anak ku itu bukan lah anak mu mengerti,selamat tinggal''kata Rachel yang sudah terbakar amarah sambil mendorong kuat tubuh kekar eiden.
eiden terdorong beberapa langkah ke belakang dan membiarkan Rachel terlepas dan berlari pergi meninggal kan diri nya yang hanya bisa diam saja.
''apa dia benar benar tidak mengingat ku''batin eiden sedih. di saat eiden tengah bersedih di situ lah Rachel merasakan ke kesalan dan rasa malu nya pada eiden karena tadi dia sempat di dorong ke tembok oleh eiden''huh pria ini benar-benar brengsek,dia pikir dia siapa yang bisa mendapat kan ku begitu mudah, hampir saja aku jatuh ke perangkap nya''batin Rachel menahan malu.
^^^Tbc.^^^