Meet Again After Long Time

Meet Again After Long Time
Bab 11



orang yang menangkap rafael itu dengan segera mendorong lelaki mabuk itu dan berkata ''kalau jalan itu pake mata!''kata orang yang menangkap tubuh itu yang tak lain adalah seorang lelaki tampan.


''ahh baik..baik..''jawab orang mabuk itu itu dengan takut karena dia di tatap dengan tajam oleh orang yang menolong Rafael tadi. ''ahh iyaa terima kasih paman''kata Rafael sambil mendongak kan kepala nya menatap oarng yang menolong nya. orang itu melihat Rafael dan berkata ''apakah kau baik-baik saja?''tanya nya pada Rafael.


''aku baik saja paman, sekali lagi terima kasih ya, kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa paman''kata Rafael berpamitan.


...•••••...


''anak itu sungguh sangat tampan, dia akan sangat cocok untuk menjadi model perusahaan ku apalagi model baju anak-anak''batin lelaki yang sudah menolong Rafael itu yang tak lain adalah Eiden.


''dan lagi mata nya... mirip dengan ku''lanjut eiden berguman dalam batin.seketika mata Eiden langsung melotot ''hah tunggu...''batin Eiden lagi.


''Tunggu sebentar''teriak Eiden lari keluar dari kamar mandi, tapi setelah Eiden berada di luar dia tidak menemukan anak kecil itu, dia menoleh ke sana kemari mencari anak kecil itu namun masih tetap tidak di temukan.


''hais kemana pergi nya anak kecil itu mengapa cepat sekali''guman Eiden sambil memijat pelepis nya. tiba-tiba dari belakang eiden seseorang yang berteriak memanggil nama nya. ''Tuan eiden''teriak nya.


Eiden pun membalikkan badan nya dan melihat asisten pribadi nya ''ada apa?''tanya Eiden. ''tuan Eiden para tamu sudah pada datang''kata asisten pribadi nya. ''hmm..oke''jawab Eiden kemudian berjalan pergi ke tempat para tamu berada.


Di sisi lain.


''oh Rian apakah kamu melihat rafael?''tanya Rachel yang menghampiri Rian. ''ahh iya tadi dia kemari''jawab Rian. ''lalu di mana dia sekarang?''tanya Rachel lagi. ''rafael tadi bilang dia ingin pergi ke kamar mandi padahal sudah ingin ku temani tapi dia tidak mau''kata Rian.


Rachel hanya mengangguk mengerti tiba-tiba berteriak dari belakang Rachel memanggil nya ''mami''teriak Rafael dari belakang Rachel. Rachel pun menoleh ke belakang dan mengangkat tubuh kecil Rafael ke kursi di samping nya.


karena tadi Rachel sedang duduk di kursi depan Rian yang sedang memasak jadi Rachel mengangkat tubuh kecil Rafael untuk duduk di samping nya.


''oh paman Rian di mana steak ku''kata Rafael semangat. ''haha baiklah baiklah ini adalah pesanan steak untuk mu''kata Rian sambil meletak kan dua piring steak di depan Rachel dan Rafael.


''oh kalau begitu aku tidak sungkan untuk memakan nya,terima kasih'' kata Rachel kemudian ikut memakan steak nya.dan Rian hanya tersenyum membalas ucapan Rachel.


''oh iya apakah bersenang-senang dengan ibu hari ini?''tanya Rian sambil menatap Rafael. ''iya,umm''jawab Rafael yang tengah sibuk memakan steak nya.


''ahh steak daging sapi buatan paman Rian enakk''lanjut Rafael di sela sela makan nya membuat Rian terkekeh pelan.


''kalau makan jangan banyak bicara''tegur Rachel. ''ya mam''balas Rafael singkat membuat Rachel menggeleng gelengkan kepala nya tak mengerti lagi.


''oh iya Rachel,ku dengar kau bertanggung jawab dengan tamu yang sulit,apakah benar?''tanya Rian. ''em iya''jawab Rachel singkat. ''oh apakah semua nya baik baik saja?''ucap Rian bertanya lagi.


''semua baik baik saja,tenang saja aku pasti bisa menangani nya''jawab Rachel dengan percaya diri nya yang tinggi. ''hais kamu ini''kata Rian tersenyum tipis sambil mengacak acak rambut Rachel.


Rachel menatap sinis Rian yang mengacak acak rambut nya itu. ''hehe maaf maaf''kata Rian sambil cengengesan kemudian merapikan kembali rambut Rachel yang sedikit berantakan karena ulah nya.


''Huh kebiasaan dah,suka nya ngacak acak rambut ku gak ada yang lain apa''kata Rachel jengah. ''maaf maaf lagian suruh siapa gemesin''jawab Rian. ''paman rian,paman rian,emang nya mami gemesin dari mana nya?''tanya Rafael penasaran karena setau diri nya mami nya itu sama sekali tidak menggemaskan tadi.


''oh ituu..''kata Rian menggantung karena bingung mau menjawab apa,sedangkan Rachel dia hanya bisa Manahan tawa melihat mereka berdua berbeda dengan Rafael yang masih setia menunggu jawaban dari Rian.''apa?''tanya Rafael yang sudah mulai tidak sabar.''aah itu.. dari cara berbicara nya iya berbicara nya''jawab Rian asal yang mendapat jitakan dari Rachel.


Tak


''aduhh''ringis Rian sambil menggosok dahi nya sambil menatap Rachel cemberut.''huh dari mana yang menggemas kan coba''dengus Rachel kesal dengan rian.


^^^Tbc.^^^