Meet Again After Long Time

Meet Again After Long Time
Bab 17



''eh manajer Jui ya,lain kali kau harus menggunakan sepatu heels yang lebih rendah saja, jika kamu benar-benar tersandung dan jatuh lain kali itu akan mempengaruhi kinerja mu dan membuat diri mu malu sendiri''kata Rachel memperingati.


''kauu..''marah manajer jui.namun tidak di dengar kan oleh Rachel karena Rachel sudah pergi ke luar sebelum mendapat ke dua amukan dari mimi peri dan king kong.mimi peri itu manajer Jui king kong itu eiden,kenapa Eiden bisa memarahi rachel?bukan kah tadi Eiden menyuruh nya pergi menemui diri nya tepat waktu,maka dari itu bisa bisa Eiden mengamuk.


...•••••...


saat ini Rachel sedang berjalan di lorong hotel untuk pergi ke kamar eiden, tanpa basa-basi Rachel langsung masuk ke dalam kamar eiden.


Clek


suara pintu terbuka dan masuklah Rachel, Rachel melihat pemandangan yang menurut nya luar biasa untuk di lihat, dia melihat eiden yang sedang berdiri bersandar pada pinggiran jendela dengan kemeja yang kancingan nya di buka beberapa saja di bagian atas mana lagi eiden yang menatap Rachel seakan akan dia memamerkan pesona nanya.


''wahh,sungguh tampan..''batin Rachel,pipi Rachel sedikit memerah di saat dia melihat bagian dada eiden yang sedikit kelihatan,dengan segera Rachel memaling kan wajah nya ke arah lain.


''em tuan eiden,ada apa anda memanggil saya ke sini?apa anda perlu sesuatu?''tanya Rachel dengan senyum lebar nya tapi dengan posisi yang masih sama yaitu masih maling kan wajah nya karena rahim merasakan wajah nya yang sedikit panas.


eiden malirik sekilas kearah Rachel sebelum duduk di sofa yang sudah tersedia kan kan di sana karena kamar yang di pesan eiden adalah termasuk kamar VIP di hotel tersebut, jadi di sana sudah lengkap barang barang nya.


tangan eiden terulur ke arah asisten pribadi nya, asisten pribadi eiden itu langsung mengerti apa yang dimaksud dengan eiden dan menyerahkan map yang entah berisi apa. (asisten pribadi eiden itu mungkin tau ya sama yang maksud eiden karena udah lama tinggal sama eiden jadi dia peka terhadap eiden🤣)


''lihat lah map ini''suruh eiden. Rachel pun mulai membuka map yang diberikan oleh eiden tersebut dan mulai membaca nya, seketika Rachel kaget lalu menatap eiden dengan penuh tanda tanya.


''hah?untuk apa ini?''tanya Rachel bingung akan maksud dari eiden. asisten pribadi eiden pun membuka suara untuk menjawab pertanyaan dari Rachel, ''maksud dari tuan muda eiden adalah dia ingin menyewa atap hotel untuk sebuah acara, jadi kami mau bertanya apa manajer Rachel bisa bernegoisasi tentang ini dengan pihak hotel?''ucap asisten pribadi eiden menjelas kan.


''karena jadwal tuan eiden berubah, jadi dia akan tinggal di sini untuk beberapa hari ke depan, dan saya secara khusus meminta manajer Rachel untuk mengatur nya dengan baik''lanjut asisten pribadi eiden yang masih menjelas kan tentang maksud nya.


''mohon maaf tuan eiden, saya sungguh minta maaf, karena kamar di lantai ini sudah di pesan, saya khawatir kami tidak bisa memenuhi permintaan dari tuan eiden ini''jawab Rachel dengan senyum yang tak pernah luntur.


''tidak masalah, aku akan mengganti rugi biaya reservasi mereka, kau negoisasi kan saja dengan pihak hotel''balas eiden yang sedang duduk di sofa sambil menyeruput secangkir kopi dengan santai.


''cih tidak bisa diajak kompromi,lelaki ini sungguh sangat keras kepala seperti putracku saja''guman Rachel dalam batin kesal.


''baiklah kalau begitu tuan eiden tunggu saja kabar dari saya, saya akan mencoba untuk mengatur nya sekarang''ucap Rachel.


''pergi lah dan terus itu secepat nya saya tidak bisa menunggu dengan lama''balas eiden. ''oke''jawab Rachel dengan singkat namun terkandung rasa kesal yang mendalam di dalam kata 'oke' tersebut.


Rachel pun berjalan keluar sambil memaki eiden dalam batinan nya ''aiss..si brengsek ini, apa dia kecanduan di layani oleh diri ku ini? aku sudah menunggumu pernah pergi sejak lama, tapi kenapa dia ingin tinggal berapa hari lagi, apakah ini di sengaja?''batin Rachel yang masih tetap kesal.


''bagaimana bisa tidak ada orang yang membenci nya?''lanjut Rachel yang masih berbatin.


saat Rahel sudah berada di dalam lift dan lift akan segera di tutup, tiba-tiba eiden datang bersama tangan kanan nya, mereka berjalan ke arah lift dan memasuki nya.


''eh tuan eiden, anda ingin pergi ke lantai berapa?''tanya Rachel dengan senyum lebar nya.''lantai satu, terima kasih''balas eiden.


segera Rachel memencet angka satu dan mulai membatin lagi ''dia tiba-tiba saja ingin memutuskan untuk tinggal beberapa hari...''batin Rachel menggantung. ''apa itu karena pekerjaan atau karena hal yang lain?''batin Rachel lagi dan bertanya pada diri nya sendiri.


^^^Tbc.^^^