
''aku harus segera pergi menjemput nya,jika tidak dia pasti akan menunggu lebih lama lagi''lanjut Rachel berbatin bertepatan lift yang tiba di lantai bawah,dengan segera Rachel berlari keluar hotel dan mulai memasuki mobil nya itu.
Setelah masuk mobil Rachel langsung mulai menghidup kan mesin mobil nya dan mulai menjalan kan mobil itu pergi meninggal kan kawasan hotel tempat nya bekerja itu.
...•••••...
...Di Taman Kanak Kanak....
Setelah menghabiskan beberapa waktu di perjalanan akhir nya Rachel sudah tiba di depan gerbang taman kanak-kanak tempat Rafael bersekolah.
Rachel turun dari mobil setelah turun dari mobil mata Rachel melihat anak nya yaitu Rafael yang sedang berdiri di depan pintu gerbang bersama dengan guru di sampingnya.
''Hmm,ada apa ini''batin Rachel bertanya-tanya.
dengan segera Rachel menghampiri mereka berdua ''ada yang aneh''pikir Rachel dalam batin. ''ekspresi guru Rafael sangat seriuss...''lanjut Rachel dalam batin.
''apa ada yang salah?anak ini,dia tidak membuat masalah di sekolah kan?''kata Rachel membatin lagi.Rachel melihat ke arah anak nya yang nampak santai membuat Rachel bingung sebenar nya apa yang terjadi.
''em kudengar kalau salah satu kerabat Rafael meninggal, saya turut berduka cita ya''kata guru Rafael.''hah''kaget rachel.
''ah benar,hampir saja lupa,bagaimana bisa aku melupakan hal ini''batin Rachel. ''iya''jawab Rachel. ''sebenar nya kita tidak menduga hal ini akan terjadi tapi terima kasih atas perhatian nya, kita bisa melalui ini'' lanjut Rachel berkata sambil tersenyum manis.
''baiklah kalau begitu saya permisi dulu'' kata Rachel berpamitan pada bu guru Rafael. ''iya hati hati di jalan''jawab ibu guru Rafael. Rachel dan Rafael pun berjalan menuju mobil nya dan meninggal kan sekolah itu.
''lain kali jika kau izin lagi mengapa tidak sekalian kau katakan bahwa ayah mu meninggal?''tanya Rachel sambil menyetir. ''mengapa aku harus mengatakan jika ayah ku meninggal? apa ayah ku belum meninggal''kata Rafael.
''mami, kenapa mami melamun seperti itu? mami sedang menyetir mobil harus nya lebih fokus ke depan jangan melamun''kata Rafael mengingat kan.
''ahh iya iya'' jawab Rachel. ''mami lagi ngelamunin apa?''tanya Rafael pada mami nya. ''tidak ada''jawab Rachel sambil mengelus surai hitam anak nya.
''oh iya mami,ngomong ngomong tadi ada sebuah agensi model datang ke TK siang ini untuk mencari model anak kecil, kan ada yang bilang kalau aku cukup bagus''kata Rafael.
''apa?ohh putra ku yang sangat pintar dan tampan apakah ingin berbagi masalah keuangan dengan mami?''tanya Rachel. ''he'em lagi aku juga ingin menjadi model''balas Rafael berbinar.
''aiyoo memang nya kau sudah mendaftar?''tanya Rachel. Rafael pun mengangguk senang dan berkata ''ya,aku sudah setuju dengan mereka tadi''kata Rafael.
''apa?''kaget Rachel dan tak sengaja berhenti mendadak di tengah jalan,Untung saja bertepatan dengan lampu merah jika tidak mungkin pengendara lain nya akan marah-marah karena Rachel memberhentikan mobil nya secara mendadak.
''aduhh mami.. nyetir nya yang bener dong, kalau kecelakaan gimana''kata Rafael. ''hehe maafin mami ya,habis nya sih kamu main kagetin mami segala''kata Rachel.
''lah kok bisa Rafael yang salah, padahal kan mami yang nyetir''ucap Rafael tak setuju jika dia yg salah.
''baiklah terserah kamu saja''kata Rachel kemudian menjalankan mobil nya kembali karena sudah lampu hijau.''oh iya kenapa kau setuju untuk menjadi model?''tanya Rachel.''lagian tadi mami hanya bercanda dan lagi bukan nya kamu benci ya jika di foto?''lanjut Rachel bertanya lagi. ''iya tapi aku. ingin mencoba nya''jawab rafael anusiatus.
''baiklah baiklah terserah diri mu saja,asal itu tidak mengganggu belajar mu mami sih setuju setuju saja''balas rachel sambil tersenyum manis setuju dan mengelus rambut hitam rafael.
^^^Tbc.^^^