Meet Again After Long Time

Meet Again After Long Time
Bab 50



''tidak,aku lebih suka kau dengan rambut terurai mu itu,itu jauh lebih cantik di banding kan rambut terikat mu apa lagi jika kau melepas kaca mata bulat mu itu''ucap eiden dengan menggoda. ''lain kali kalau bertemu dengan diri ku jangan ikan rambut mu lagi,mengerti?''kata eiden lagi dengan nada tegas


''heyy apa mau mu sebenar nya''kata tachel tak terima. ''masak aku harus menuruti perkataan mu sihh,jika kau bilang jangan ikat lalu aku tidak boleh mengikat?memang nya siapa kau ini''ucap Rachel tak terima.


...•••••...


''heh siapa aku?''ucap eiden di sertai smrik di akhir nya.tubuh rachel tiba tiba merinding melihat smrik darienden,meski smrik nya tidak terlalu jelas tapi bagi rachel smrik eiden itu menakut kan karena jika ada nya smrik itu pasti eiden akan melakukan hal yang tidak tidak.


''aku adalah orang yang akan membuat diri mu jatuh cinta pada orang tidak bisa memaling kan pandangan mu dari mu''kata eiden dengan percaya diri nya ''hah?APA?apa kata mu''teriak Rachel yang tak mengerti.


eiden menggertak kan gigi nya kesal. ''kata ku,aku akan membuat mu jatuh cinta''kata eiden sekali lagi yang sedang berusaha menahan kesal nya.


Rachel terdiam seribu bahasa memandang geo dengan tatapan yang sulit di artikan. ''ada apa hm?mengapa kau memandang ku seperti itu,aku tau aku sangat tampan''kata eiden dengan narsis nya.


''huh tak tahu malu,dasar eiden,kau adalah orang ternarsis yang pernah aku temui,lebih baik aku pergi saja dari sini,aku akan pergi dan meninggal kan mu di sini bersama rasa narsis mu dulu''batin Rachel.Rachel pun pergi meninggal kan geo tampa ada basa basi.


Brak..


suara pintu tertutup dengan kencang membuat eiden terlonjak kaget. ''ohh astaga''kaget eiden sambil memegang dada nya. ''bikin kaget aja tuh orang, untung gak punya penyakit jantung ya''guman nya pelan. ''mana lagi dia pergi tampa pamit lagi apa karena dia malu atas pengakuan cinta ku ya''ucap eiden yang masih berguman.


Rachel keluar dari ruangan eiden dengan wajah datar nya serta rambut terurai nya.


Tak..tak...tak..


suara sepatu high heels Rachel terdengar menggema di lorong yang sepi, rachel terus menerus berjalan dengan pandangan mata yang terus menatap ke depan.


di sisi lain ada seorang pria yang sedang duduk di sofa rumah rachel,dia terus duduk menunggu rachel pulang,pria itu terus menunggu meski tidak tau sampai kapan dia akan menunggu,dan pria itu tak lain adalah rian,tiba tiba..


clekk


suara pintu terbuka,dengan cepat Rian menoleh ke arah pintu dan berdiri di saat dia tau siapa yang datang. ''rachel yang sudah pulang?''tanya Rian basa basi. ''apa si brengsek itu membuat masalah lagi pada mu?atau..''ucapan Rian terhenti karena rachel menyela nya. ''tidak''sela Rachel dengan singkat sambil mengambil sebuah jaket yang tergantung.


Rian menatap punggung rachel dengan tatapan sulit di artikan ''em rachel, sebenar nya...saat aku tadi membicara kan masalah mengenai jaket..''kata Rian terpotong karena ucapan rachel.


^^^Tbc.^^^