
haiss lupakan ke uwuan dari ke dua nya itu,padahal mereka tau bahwa di sana bukan hanya ada mereka berdua,kenapa mereka masih bersikap tak tau malu begitu,apa mungkin mereka berdua melupakan Rian dan juga asisten pribadi eiden yang sudah berada di sana sedari tadi bahkan rian dan asisten eiden hanya bisa diam mematung melihat tingkah eiden.
...•••••...
Rian yang melihat suasana menjadi begitu canggung pun membuka suara ''oh iya, Rachel apa jaket ku masih ada di tempat mu?''tanya Rian.
seketika mata eiden menjadi tajam,mata tajam nya mengarah ke arah Rian,eiden menatap Rian dengan dingin seolah mengatakan 'apa maksud mu,mau mati ya'.
''huh lihat apa kau?aku saja yang sudah menjadi teman lama nya dari dulu sampai sekarang belum pernah memegang tangan nya dan kau malah sudah mencium nya''batin Rian tak terima.
suasana di kamar eiden menjadi panas dingin membuat Rachel yang sedari tadi menahan amarah nya tak tahan lagi menahan nya dan meluap kan semua nya.
BRAK..
Rachel menggebrak meja dan berdiri sambil berkata''bisa kah kalian berdua diam''kata Rachel dengan teriak. Rachel memijat pelepis nya pelan sambil berbatin ''haiss eiden saja sudah membuat diri ku sakit kepala,lah sekarang kenpa Rian malah ikut ikutan membuat masalah pada ku''batin Rachel tertekan.
oh ya di sana hanya ada mereka bertiga saja,jika kalian ingin tau di mana asisten pribadi eiden,dia sudah keluar sedari tadi ketika eiden menatap Rian dengan mata tajam nya,alasan nya sih gampang dia hanya tidak ingin menjadi penghalang atau pengganggu dari ke tiga nya maka dari itu dia memilih keluar.
Grep..
''huh kalau begitu aku pergi dulu''kata Rian yang sudah berjalan keluar dengan langkah cepat. ''hari ini,aku bener benar lepas kendali,semua ini aadalah salah eiden yang selalu membuat ku marah''batin Rian menggebu gebu.
''aku sudah berusaha menyembunyi kan perasaan ku selama beberapa bulan terakhir dari rachel,perlahan mencoba masuk ke hati nya sedikit demi sedikit tapi sekarang..''batin Rian menggantung.
''gara gara eiden semua nya. hancur bahkan usaha ku selama ini sudahhancur di buat nya''batin rian dengan marah.
kita biar kan saja Rian yang sedang marah marah itu dan lebih baik kita kembali kepada pemeran utama kita.
''eidenn...''teriak Rachel dengan nada kesal nya namun terlihat imut di mata eiden. ''hmm ada apa''balas eiden dengan malas,namun sebenar nya dia itu sedang menahan gemas untuk mencubit pipi rachel yang sedikit lebih berisi.
''dengar kan ini,aku hanya akan mengatakan nya sekali saja''kata Rachel serius. ''ya silah kan''balas eiden sambil menyilang kan ke dua tangan nya di dada.
''aku peringat kan kau sekali lagi!jangan pernah menyentuh ku lagi lain kali''ucap Rachel sambil teriak.dengan reflek eiden menutup ke dua telinga nya karena teriakan Rachel yang begitu melengking di telinga nya.
^^^Tbc.^^^