
Rachel menatap kesal yang berada di dalam amplop itu sambil berbatin ''apa kah ini cara dia mengatasi masalah? jadi karena aku ini adalah orang miskin lalu aku harus mengambil uang itu?''batin Rachel bertanya tanya dengan ke kekesalan nya.
''aiss dia benar benar membuat ku marahh''lanjut Rachel. ''dimana dia?''tanya Rachel kepada asisten pribadi eiden. ''em tuan eiden sedang berada di kamar nya mengganti baju''jawab asisten pribadi eiden di dengan jujur.
...•••••...
dengan segera Rachel berjalan masuk ke kamar eiden membuat asisten pribadi Eiden jadi kaget karena Rachel yang akan masuk ke kamar tuan nya.
''ehh nona Rachel anda akan kemana jangan masuk seka...''kata nya terpotong karena dia sudah melihat Rachel yang masuk.
''eidenn''teriak Rachel dengan marah sambil membuka pintu kamar eiden dengan keras. dan bersamaan dengan itu lah eiden berteriak kencang ''keluar''teriak eiden dan langsung berbalik badan.
mengapa eiden berteriak kencang? karena saat Rachel masuk eiden masih akan memakai kemeja nya.
''aku tidak ingin anakku menjadi model terusan mu lagi''kata Rachel, mungkin karena dia akan di sogok untuk tutup mulut atas kejadian tadi dan karena hal itu pula membuat emosi Rachel naik turun.
''batal kan lah kontrak anak ku, aku akan segera pergi setelah anda membatalkan kontrak nya''lanjut nya lagi dengan kekeh untuk tetap di sana.
''tidak akan''kata eiden yang mulai tersulut emosi. ''enak aja main di batalin, aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan anak yang cocok seperti Rafael, tidak mungkin dong aku membiarkan model yang bagus seperti itu pergi begitu saja''batin eiden.
''heh, jika kau menolak aku akan mengatakan pada orang-orang kalau kau ingin menganiaya aku barusan''kata rachel mengancam,muka Rachel sedikit memerah menahan malu saat mengatakan hal itu,dan dia membutuh kan banyak keberanian untuk mengatakan nya,tapi pada akhir nya rachel tetap mengatakan nya.
''terserah''kata eiden dengan enteng nya. ''kamu ini lelaki atau wanita sih pakai bilang terserah segala seperti wanita''kata Rachel menyindir.
meski dari luar terlihat menyindir dan biasa saja tapi percaya lah dalam batin Rachel dia sedang mencaci maki eiden.
eiden hanya diam saja memasang kancing kemeja nya dengan santai. ''baiklah tunggu aku dan liat saja nanti''kata Rachel yg pergi dengan amarah.
''eh nona rachel, tolong pikir kan lagi, saya akan meminta maaf atas nama tuan eiden, jadi jika anda pikir jumlah nya kurang kita bisa duduk dan diskusi kan lagi''kata asisten pribadi eiden mengejar rachel keluar sambil membujuk nya dengan ucapan nya.
setelah berada di luar kamar eiden Rachel berhenti berjalan kemudian berbalik badan dan menatap asisten pribadi eiden sambil bertanya ''apakah tuan eiden selalu melakukan hal seperti itu?''tanya Rachel penasaran.
''hah?''kaget asisten pribadi eiden yang melihat rachel yg tiba tiba berbalik. ''aku berani bersumpah, ini pertama kalinya bagi ku untuk menyelesaikan masalah seperti ini''batin asisten pribadi eiden tertekan.
''em.. manajer Rachel Anda pasti sudah tahu ini dengan baik, tanpa ada nya bukti reporter tidak akan percaya dengan apa yang anda katakan, jadi jika anda punya permintaan lain anda bisa katakan sekarang,selama anda bisa berpura-pura tidak ada yang terjadi barusan. sekarang saya juga bisa memberikan nya dan saya akan mendiskusikan lagi dengan tuan saya''kata asisten pribadi eiden yang berusaha membujuk.
''sialann! selain membatalkan kontrak aku tidak akan mau mendiskusikan nya lagi''kata Rachel dengan kesal kemudian langsung pergi meninggalkan asisten pribadi eiden.
''eh apa kata nya? membatalkan kontrak?apakah tuan akan setuju dengan ini?haiss tidak mudah menjadi asisten pribadi''guman asisten pribadi eiden dalam batin.
''sial! ponsel ku kena air,aku tidak bisa menghubungi departemen perbaikan sekarang,kalau anak ku melihat diri ku yang seperti ini pasti dia akan curiga''kata Rachel dalam batin sambil berjalan melewati lorong hotel.
''apa apa an lagi ini''lanjut Rachel lagi dalam batin. ''kaca mata ku rusak?aiss menyusah kan''batin Rachel marah.
saat Rachel sedang asyik berjalan di lorong yang sepi tiba-tiba ada suara yang menyapa Rachel dengan nada yang menyindir ''eh manajer Rachel,anda habis pergi dan main dengan siapa? seperti nya permainan yang cukup panas''kata nya.
Rachel membalik kan badan nya, karena memang yang menyapa Rachel itu berada di belakang Rachel jadi mau tidak mau Rachel harus membalik kan badan nya dan melihat manajer jui yang menatap diri nya dengan tatapan tajam yang tak begitu tajam bagi rachel.
^^^Tbc. ^^^