
''oh ituu..''kata Rian menggantung karena bingung mau menjawab apa,sedangkan Rachel dia hanya bisa Manahan tawa melihat mereka berdua berbeda dengan Rafael yang masih setia menunggu jawaban dari Rian.''apa?''tanya Rafael yang sudah mulai tidak sabar.''aah itu.. dari cara berbicara nya iya berbicara nya''jawab Rian asal yang mendapat jitakan dari Rachel.
Tak
''aduhh''ringis Rian sambil menggosok dahi nya sambil menatap Rachel cemberut.''huh dari mana yang menggemas kan coba''dengus Rachel kesal dengan rian.
...•••••...
''Oh iya,saat ini aku sedang mengembangkan menu baru kau bantu aku mencicipi nya ya,aku akan membayar tagihan nya''kata Rian.
''hah?menu baru ya?''kata Rachel sambil berfikir. ''iya''balas Rian. ''Tidak masalah jika aku yang mencicipi nya,tapi aku akan membayar tagihan nya'',kata Rachel.
''Ini...''ucap Rian ragu. ''oh ayo lah,jika kau membayar tagihan makanan kami lagi aku tidak akan ke sini untuk makan malam lagi''ancam Rachel pada Rian.
Rian terdiam,dia berfikir sebentar sebelum setuju. ''Ahh baiklah baiklah,kau bisa membayar tagihan nya,tapi aku akan membayar makanan penutup nya,bagaimana?''tawar Rian ke Rachel.
''oke''kata Rachel setuju sedangkan Rafael hanya duduk diam menatap mami dan paman Rian yang sedang berbicara.
''oke kalau begitu aku akan pergi ke dapur dulu,dahh''ucap Rian kemudian pergi ke dapur untuk memasak menu baru nya dan Rachel hanya membalas dengan lambaian tangan.
''mami,apakah nanti menu baru paman Rian akan enak seperti biasa nya?''tanya Rafael sambil menatap Rachel.
''Iya''jawab Rachel sambil mengelus rambut putra nya. ''jika mami ingin berkencan dengan paman Rian aku menyetujui nya kok''kata Rafael menatap sang mami.
Seketika Rachel langsung berhenti mengelus rambut Rafael dan beralih memegang ke dua pundak Rafael.
''sayang,apa kamu tau apa yang baru saja kamu katakan''kata Rachel serius. ''iya,lagian tempramen paman Rian,tinggi nya,serta ke tampanan nya itu sangat pass,dan yang pasti paman Rian sangat baik''jelas Rafael.
''makanan yang di buat paman Rian juga sangat lezat,jika mami kencan dengan nya kita tidak akan perlu order makanan pesan antar lagi selama nya''lanjut Rian dengan semangat.
Rachel langsung melepaskan ke dua tangan nya yang memegang pundak Rafael dan menatap dengan tertekan.
''ah ya apakah putra ku ini sedang mencari suami untuk mami atau seorang koki untuk mu sendiri?''tanya Rachel.
''atau kau ingin paman Rian menjadi ayah mu?''lanjut Rachel bertanya pada Rafael.
Rafael yang mendengar ucapan mami nya langsung menggeleng cepat dan menyilang kan ke dua tangan nya.
''ah tidak tidak,tentu saja tidak''jawab Rafael dengan cepat. ''huh kalau begitu jangan suka menjodoh kan mami dengan irang lain lagi''balas Rachel dengan senyum tertekan nya.
''oke mami''jawab Rafael. ''baiklah kamu tunggu sini sebentar ya mami mau mengecek semua ruangan dulu,nanti jika sudah selesai mami akan membawa mu pergi berenang''kata Rachel yang sudah bangkit dari duduk nya itu.
''ya mami,mami tenang saja,Rafael bisa jaga diri,aku juga akan menunggu mami''kata Rafael.
''oke kalau begitu mami pergi dulu dadahh''kata rachel yang mulai berjalan pergi sambil melambai kan tangan nya pelan ke arah rafael.rafael yang melihat mami nya melambai kan tangan pada nya ikut membalas lambaian nya.
''Haiss sepi lagi deh''guman rafael kemudian menelungkup kan wajah nya di meja.
Di sisi rachel yang saat ini sedang sibuk mengecek setiap kamar yang menjadi tanggung jawab nya,setelah menghabis kan beberapa waktu akhir nya rachel telah selesai memeriksa setiap kamar yang di tanggung nya.
Rachel mulai menjalan kan kaki nya ke arah rafael yang mungkin kini masih setia menunggu nya,setelah sampai dapat di lihat jika rafael beneran masih menunggu nya di tempat yang sama dan posisi yang sama yaitu menelungkup kan wajah nya di meja.
''rafael''panggil rachel yang sudah duduk di samping rafael,rafael menoleh ke arah samping nya dan berucap ''mami sudah datang ya,apa sudah selesai?''tanya rafael.
''iya,ayo kita pergi ke kolam berenang''ajar rachel pada putra nya.rafael pun mengangguk semangat sambil menatap rachel berbinar.''Aigo putra ku semangat sekali ya''ejek rachel.''iss mamiii''kelas rafael. ''haha,sebelum berenang kamu pergi ganti baju dulu sana,nih baju nya''kata rachel sambil menyerah kan tas yang berisi baju.
''siap mam''jawab rafael sambil hormat dan pergi ke kamar mandi dengan semangat nya meninggal kan rachel yang menggeleng geleng kan kepala nya pelan.
''haiss anak ituu...''guman rachel sambil tersenyum kemudian pergi mengganti pakaian nya.
^^^Tbc.^^^