
''maksud kata oke ku adalah,oke kita akan melaku kan tes DNA''lanjut eiden yang membuat semangat Rachel hancur berkeping keping.
''A-apa apaan ini''batin Rachel kesal. ''ingin rasa nya membunuh nya''lanjut Rachel yang masih berbatin sambil mengepal kan tangan nya. ''ayo lah otak kecil ku cari cara supaya tidak lakukan tes DNA aku tidak ingin hal itu terjadi,itu terlalu berlebihan dan itu juga harus mengeluar kan uang,kalau uang ku habis gimana''lanjut Rachel dengan malas.
...•••••...
''emm apa kah itu harus?buat apa lagian tidak terlalu penting juga''kata Rachel dengan enteng nya. ''iya itu harus dan wajib''balas eiden sambil menekan kata harus dan wajib. ''jika hasil nya mengatakan bahwa Rafael tidak ada hubungan darah dengan ku,maka aku akan percaya pada mu bahwa Rafael bukan anak ku''kata eiden.
''hahh?kau benar benar brengsek,jika ingin lakukan tes DNA ya lakukan saja,aku terlalu malas untuk berdebat lagi dengan nya dan aku akan meminta nya untuk biaya tes DNA nya saja supaya aku tidak mengeluar kan uang sepeser pun,lagian dia yang butuh bukan aku''batin Rachel marah sekaligus kesal.
''tentu silahkan lakukan saja semau mu''ucap Rachel yang sudah pasrah.namun karena ke pasrahan dari rachel itu membuat eiden bingung dan kecewa dan hal itu tidak di sadari oleh Rachel sedikit pun karena Rachel masih terlarut dalam api amarah nya.
''kalau begitu besok pagi kita akan bertemu di rumah sakit saja, tapi kau yang membayar biaya tes DNA bagaimana?''tanya Rachel yang sudah setuju.
''wanita ini..dia membuat janji ke rumah sakit besok pagi begitu saja?jangan bilang aku benar benar dah mengenali orang dan Rafael bukan putra ku?tapi..tapi kenapa? kenapa dia selalu memberikan aku perasaan yang familiar?''batin eiden kecewa.
''haiss karena ini terlalu sulit di tebak lebih baik akan ku biar kan fakta yang berbicara saja,maka dari itu biar lah hasil tes DNA itu yang menentukan hasil nya''batin eiden yang sudah memutus kan akan apa.
eiden bergikir dengan serius tiba tiba teriakan Rachel mengalih kan pikiran eiden''HEYY''teriak Rachel tepat di telinga eiden.eiden terlinjak kaget, bahkan dia hampir saja jatuh dari kursi nya,dia mengusap usap telinga yang di teriaki oleh Rachel barusan dengan pelan sambil berkata dengan kesal nya pada Rachel ''aiss bisa tidak sih teriak nya jangan di telinga''kata nya.
''hehe,habis nya anda dari tadi saya panggil panggil belum juga menjawab dan anda justru sangat tenang jadi saya teriak saja,oh ya apa anda barusan melamun?maka dari itu kamu tadi tidak mendengar aku memanggil mu ya kan?''kata Rachel.
''sudah lah lupakan saja''kata eiden yang tidak tau harus berkata apa. ''baik lah aku setuju apa kata mu''ucap eiden tiba tiba. ''hah aku?setuju?setuju apaan?''bingung Rachel sambil menunjuk diri nya sendiri.
plak
^^^Tbc. ^^^