
''permintaan ini..apa dia harus bersikap begitu?aku tak tau haru berkata apa''batin Rachel tertekan,meski dia baru datang dan tidak tau apa apa tapi dia bisa melihat situasi,sudah di pastikan bahwa permintaan dari eiden itu sungguh merepot kan dan dia pasti hanya ingin Rian kesal.
tapi masalah nya kenapa?kenapa harus berbuat seperti itu?apa diantara mereka berdua ada masalah? itu lah yang di pikir kan Rachel.
...•••••...
''sikap mereka berdua terlihat sangat aneh''guman Rachel dalam batin. ''haiss sudah lah lebih baik kita akhiri pembicaraan mereka berdua ini dan pergi secepat nya dari si brengsek ini''lanjut nya dalam batin lagi.
''ekhm''dehem Rachel. ''tuan eiden, kira-kira berapa lama pemotretan nya akan berlangsung?saya kembali hanya untuk menanyakan ini dan tuan eiden malah menawari saya makan,lebih baik tidak usa saja karena untuk saat ini saya banyak kerjaan''kata Rachel yang berusaha menolak eiden secara halus.
''kamu sudah boleh pergi''perintah Eiden kepada Rian. ''kalau begitu saya permisi dulu mohon tuan eiden menunggu sebentar saja,saya akan segera datang membawa sarapan pagi yang sesuai pesanan anda barusan''kata Rian dengan sopan dan eiden hanya membalas dengan deheman pelan.
Rian segera pergi meninggal kan kamar eiden untuk ke dapur dan membuat sarapan yang sesuai pesanan Eiden.Kini tinggal lah mereka berdua yang di dalam kamar eiden,jika kalian tanya di mana keberadaan asisten eiden?dia sudah lama pergi untuk mengurus tiket pesawat karena eiden sudah menyuruh nya untuk membeli nya.
''sekitar seminggu jika berjalan dengan lancar,oh ya passport kalian akan aku simpan untuk keperluan bisnis yang diperlukan nanti nya''kata eiden yang tiba tiba. ''aahh begitu ya''kata Rachel mengangguk mengerti. ''sudah lah Rachel tetap tersenyum saja,ayo tetap tersenyum,tetap tersenyum...''batin Rachel tersenyum.
''kenapa kamu masih tetap berdiri di situ lebih baik kamu duduk disini bersama ku saja''ucap eiden dengan lembut.
''menurut lah,duduk dan sarapan bersama ku''ucap eiden sambil menarik tangan Rachel.
wusss..
Rachel terduduk di kursi samping eiden,Rachel kaget dan berbatin ''astagaa...jantungku tidak mau diam''batin Rachel sambil memegang dada nya dengan perasaan malu. ''ada apa dengan ku padahal dia hanya memegang lembut dan menarik tangan ku kenapa bisa reaksi ku begitu besar''batin Rachel lagi.
tiba-tiba tok.. tok..tok.. suara pintu diketuk dari luar ''masuk''pinta eiden orang yang mengetuk pintu masuk ke dalam sambil membawa nampan sarapan pesanan Eiden,rupa nya yang mengetuk itu adalah Rian si koki kesayangan Rafael.
kenapa bisa kesayangan?karena Rian sering memasak kan makanan yang lezat untuk Rafael jadi Rian itu termasuk koki kesayangan Rafael😂
''tuan eiden ini steak anda, jika anda merasa kurang puas saya bisa membuat nya kembali''kata Rian sambil menyajikan steak dan teh di meja depan eiden dan rachel. ''tidak perlu,aku tidak bisa membuat chel chel ku menunggu lebih lama''kata eiden yang mengatakan kata Rachel dengan manis dan lembut.
^^^Tbc.^^^