
Tujuh tahun silam.
Seorang lelaki berwajah tampan dan berwibawa duduk dikursi taman bersama seorang Gadis.
Gadis itu adalah Gebie Nandini, kekasihnya selama 4 tahun selama mereka kuliah. Kebersamaan dan kemesraan mereka membuat semua mata menatap kagum dan ada pula yang iri.
Tapi mereka tidak pernah peduli dengan pandangan orang lain padanya, bagi mereka hidup adalah milik kita sendiri suka tidak suka orang lain tidak perlu protes.
"Sayang... " suara lembut dan manja dari gadis itu menyapa telinga yang mendengar.
"Iya sayang" sahut Daniel menoleh kearah Gebie.
"Malam ini kamu ada acara tidak...?" tanya Gebie yang bergelayut manja dilengan kekar Daniel.
"Hmm... Ada tidak ya...?" Daniel pura-pura mengingat padahal ia tidak ada acara nanti malam.
"Ada tidak...?" ketus Gebie menatap tajam ke arah Daniel.
"Tidak ada sayang... "
"Benarkah...?" mata Gebie berubah berbinar.
"Iya benar.... Kau ini kenapa cerewet sekali"
Wajah Gebie sangat bahagia, namun sedetik kemudian senyum itu sedikit menyurut. Ada kesedihan dimata itu, seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Tapi sebisa mungkin ia menutupinya.
"Bisakah kau menemaniku jalan-jalan malam ini...?"
"Tentu saja bisa... Sayang" Daniel tersenyum.
"Terima kasih... Aku bahagia sekali"
Gebie merasa sangat bahagia kali ini, entah apa yang terjadi pada hubungan mereka kedepannya Daniel tidak tau. Yang dia tau sekarang harus membuat Gebie selalu bahagia bersamanya.
🌹🌹🌹
Daniel telah siap menunggu Gebie didepan rumahnya sejak 10 menit yang lalu. Hingga akhirnya wanita itu menampakkan batang hidungnya dan berjalan menghampiri Daniel yang tengah bersandar di pintu mobil.
"Hai sayang... " sapa Gebie menampakkan senyum manisnya membuat Daniel terpesona.
"Kau sangat cantik malam ini sayang" puji Daniel.
"Aku selalu cantik untukmu sayang" goda Gebie.
"Ayo kita berangkat..." Masuk kedalam mobil.
Mobil Lamborghini milik Daniel melaju memecah keramaian kota, mengikuti kemana arah yang dituju.
"Kita mau langsung jalan-jalan... Atau mau makan malam dulu" tanya Daniel.
"Kita jalan-jalan dulu... Setelah itu makan"
"Baiklah sayang"
Mereka menuju taman yang sangat indah dengan berbagai warna warni lampu hias dan ditambah lagi suasana romantis. Menghangatkan hati siapa saja yang berkunjung disana.
"kita duduk disana saja ya sayang...?" Gebie menunjuk kearah kursi pasangan di taman itu.
Daniel mengikuti arah yang ditunjuk kekasihnya, lalu tanpa menjawab ia menarik tangan Gebie hingga gadis itu kewalahan mengikuti langkah kaki Daniel.
"Sayang... Aku tidak kuat mengikuti langkah kakimu yang lebar itu"
Tiba-tiba saja Daniel berhenti mendadak dan membuat Gebie yang sedari tadi berada dibelakangnya tak sengaja menabrak punggung kekar Daniel.
Brukkk...
"Aw... Sayang Kenapa kau berhenti mendadak...?" Tanya Gebie sambil mengusap dahinya yang sedikit memerah.
Daniel menoleh sambil terkekeh, gadisnya ini sangat lucu sekali.
"Kau tidak mau duduk dulu sayang...?" Sambil mengusap lembut puncak kepala Gebie.
"Duduk...?" Tanyanya mendongak keatas untuk menjangkau wajah Daniel.
"Iya sayang... Mari kita duduk. Bukankah tadi kau bilang ingin duduk dikursi ini...?" Ucap Daniel dan duduk dikursi yang dimaksud tadi.
Gebie pun yang baru mengerti langsung duduk disamping Daniel dan bersandar dibahu Daniel.
"Kau senang sayang...?" Tanya Daniel yang kini merangkul pinggang Gebie.
"Aku senang... Sangat senang sayang" Gebie menampilkan senyum bahagianya membuat Daniel yang melihat itu pun merasa Puas.
Gebie sangat beda dari gadis lainnya, dia akan senang jika hal yang berbau sederhana dan tentunya ditambah lagi ditemani kekasih hati.
Meski sedikit manna, tapi Gebie tidak pernah meminta sesuatu yang mewah pasti yang seperti ini. Sederhana namun indah menurutnya. Itu lah mengapa Daniel sangat betah dan setia padanya, karena merasa nyaman saat bersama Gebie.
🌹🌹🌹
Disisi lain, seorang Pria tengah mengamuk di meja kerja kebesarannya. Dia sangat emosional kali ini, tidak ada satupun orang berani mendekatinya termasuk bawahannya.
"Aghhhh... Dasar wanita ****** tidak tau diri!!! Berani-beraninya dia bersenang-senang dengan Pria sialan itu!!" raung Steven dengan nafas yang memburu seperti siap menerkam musuhnya.
Ya, dia Steven Yonathan Joseph. Pemilik perusahaan besar di london setelah orang tua Daniel dan juga saingan Daniel untuk mendapatkan kembali Gebie kekasih Daniel saat ini.
Gebie dulunya adik kelas sekaligus kekasih Steven. Tapi hubungan mereka tidak lama karena Steven tiba-tiba meninggalkannya dengan alasan mereka tidak cocok lagi.
Hal itu ternyata membuat Gebie bertekat untuk menghapus cintanya untuk Steven, sampai lah ia lulus sekolah dan kuliah.
Dan disaat itulah munculnya Daniel sebagai pengganti Steven. Pria tampan terpopuler dikampus mereka, hingga pertemuan tak sengaja membuat mereka berdua menjalin hubungan sampai sekarang. Mereka pasangan yang serasi dan harmonis, Gebie dan Daniel sangat bahagia menjalani hari-harinya.
Tapi itu tidak berlangsung lama, setelah sekian tahun Gebie dan Steven putus. Kini Pria itu kembali lagi dikehidupan Gebie dan berniat mendapatkan kembali cinta Gebie.
Baru-baru kemarin mereka kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama selama beberapa hari untuk sekedar melepas rindu. Hal itu tidak diketahui Daniel, karena Lelaki itu terlalu cinta dan percaya dengan Gebie.
Yang Daniel ketahui kekasihnya itu kemarin mengatakan ingin fokus menyelesaikan tugas kuliah dan itu membuat mereka tidak bertemu dulu selama seminggu.
Sungguh Daniel tidak berniat sedikitpun curiga apalagi mencari tau benar tidaknya.
Gebie diam-diam sering bertemu dengan Steven membuat Cinta lama gadis itu bersemi kembali.
Sesuatu yang ingin dihilangkannya kini datang lagi, entah apa yang harus di hadapi Gebie kedepannya dia pun tidak tau.
🌹🌹🌹
Daniel dan Gebie sedang menikmati makan malam mereka disebuah Restaurant terkenal dekat taman, setelah tadi puas berjalan-jalan dan menikmati pemandangan taman itu.
"Sayang... Apa kau mau Coba ini...?" tanya Gebie sambil menyodorkan steak daging bakar ditangannya menggunakan garpu.
Untuk sesaat Daniel diam menatap makanan itu, sebelum kemudian dia menerima suapan dari Gebie.
Padahal ini rasanya sama saja seperti punyaku, tapi Kenapa dia menyuruhku mencoba makanannya yang sama dengan punyaku...?
Masih mengunyah makanan tadi Daniel memandang Gebie dengan tatapan bingung dan sedikit curiga, tapi sejurus kemudian dia menyingkirkan pikiran buruknya itu.
Ah... Mungkin dia hanya iseng saja, kan dia memang sedikit konyol biasanya. Apa yang kau pikirkan Daniel dia kekasihmu tidak mungkin mau mencelakaimu.
Suara lembut Gebie menyadarkan lamunan Daniel.
"Sayang kau Kenapa...?" tanya Gebie sambil melambaikan tangannya di depan wajah Daniel karena lelaki itu melamun dari tadi.
"Aku dari tadi memanggilmu, tapi kau diam saja malah memperhatikan ku!" tambah Gebie.
"A... Aku tidak apa-apa sayang... Ayo selesaikan makannya setelah itu kita pulang! Kau sudah lelahkan...? Atau mau kemana lagi...?" tawar Daniel mengalihkan pembicaraan.
"Tidak. Aku ingin pulang saja sayang... Lagipula sekarang sudah larut aku lelah dan mengantuk"
"Oke... Cepat habiskan makananmu setelah itu aku mengantarmu pulang" titah Daniel.
Gebie menganggukkan kepala setelah itu segera menghabiskan makanannya.