
Queen mengajak kedua sahabatnya untuk menemui Mommynya disebuah ruangan bertuliskan Stella Naomy Baranta.
Setelah sampai mereka masuk kedalam dan didalam sana ternyata bukan hanya Mommy Stella saja, tetapi juga ada Daddy Ken yang setia menemani istrinya.
"Daddy?". Ujar Queen, yang merasa heran akan kehadiran Daddynya disana.
Daddy Ken dan Mommy Stella tersenyum melihat kedatangan putri kesayangannya.
"Kemari nak!". Ucap Daddy Ken.
Queen mengangguk pelan, dan mengajak kedua sahabatnya untuk masuk kedalam. Tapi saat akan melangkah melewati pintu, tiba-tiba Jasmine berhenti.
"Ada apa Jasmine?". Tanya Queen saat melihat Jasmine tidak beranjak dari posisi.
"Ah tidak apa-apa Queen!". Jasmine berusaha tenang namun nyatanya dia gugup dan gelisah, entah karena apa dia pun tidak tau.
Queen menyerngitkan kening, lalu dia kembali melangkah.
"Mommy sedang apa?". Tanya Queen saat telah duduk diantara kedua orang tuanya.
Mommy menghentikan pekerjaannya lalu memeluk putrinya dari samping.
"Mommy sedang melihat-lihat Design perhiasan terbaru Mommy nak!". Jawab Mommy Stella.
"Dan Daddy? Bukankah tadi pagi Daddy bilang banyak pejerjaan dikantor. Kenapa ada disin?". Tanya Queen sambil memicingkan matanya.
Mommy Stella hanya menggeleng kepala melihat tingkah Putrinya ketika mengintrogasi seseorang.
Daddy Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena bingung harus menjawab apa sedangkan dia disini hanya ingin selalu dekat dengan istri tercinta.
Reaksi yang diberikan Daddy Ken membuat Queen semakin curiga jika ada sesuatu.
"Daddy?". Ucap Queen sekali lagi.
"Ma... Maafkan Daddy sayang. Daddy hanya ingin menemani Mommymu saja!". Jawab Daddy sambil terkekeh.
Queen memutar matanya jengah, sudah paham dengan sifat posesif Daddy Ken.
"Lihat sayang, calon menantu kita datang juga!". Seru Mommy Stella antusias saat matanya menangkap sosok gadis cantik sedang duduk tidak jauh dari mereka.
Tapi disana ada dua gadis cantik yang menatap mereka, yang mana dimaksud Mommy Stella membuat Daddy Ken bingung.
"Yang mana Mom?". Tanya Daddy Ken.
Mommy Stella menatap heran kepada suaminya.
"Apa Daddy lupa?"
Daddy menggeleng kepala, lalu kembali menatap satu persatu gadis itu. Jika waktu itu Jasmine di make over oleh Queen dan Jessie, tapi kini dia hanya tampil Natural.
"Ah ya..Ternyata dia calon menantu kita, sayang?". Seru Daddy Ken bahagia setelah mengenal wajah Jasmine.
"Daddy ingat?". Tanya Mommy Stella.
Daddy mengangguk pasti, lalu menyuruh Jasmine duduk didekat mereka. Tapi Jasmine malah menarik tangan Jessie, hingga gadis itu tiba-tiba menjadi kesal.
"Hei, kenapa kau menarikku?". Tanya Jessie.
Jasmine tidak memperdulikan gadis itu, dia duduk dihadapan ketiga orang itu dengan gugup tapi berwajah tenang.
Mereka berbicara dari hati ke hati, menyampaikan apa yang ada dipikiran masing-masing.
°°°°°
Di Sebuah Perusahaan besar, yang memiliki banyak koneksi Teknologi Informasi dan Innovatif. Seorang Pria yang tengah sibuk mengurusi pekerjaan kantornya, hingga suara dering ponsel mengganggu pekerjaannya.
Kringggg....
"Siapa yang menelpon, disaat begini?". Tanya Ricko pada dirinya sendiri.
Ricko mengabaikan panggilan itu begitu saja, karena dia tidak suka menelpon jika saat jam kerja kalau tidak berkepentingan.
Namun, lagi-lagi suara benda pipih itu berbunyi, yang membuat Ricko terpaksa menghentikan aktivitasnya.
Ricko menyambar benda pipih yang sedari tadi mengganggunya itu, lalu tertera sebuah nama tidak asing baginya.
"Hallo sayang!". Sapa Ricko setelah kemudian menggeser ikon hijau.
"Dikantor! Ada apa?"
"Bisakah kakak kemari sebentar? Mommy sedang membutuhkan bantuan, karena Daddy sedang keluar!"
"Mommy??"
"Iya kak, cepatlah kemari. Sebelum terjadi sesuatu pada Mommy!!".
"Tap..."
Tutt... Sambungan terputus sebelum Ricko melanjutkan ucapannya.
"Apa-apaan ini? Pekerjaanku sangat banyak dan dia malah menyuruhku membantu Mommy!"
"Oh shit... Mommy!! Astagaa! Aku harus secepatnya kesana!". Ricko memasang Jas dan mengambil kunci Mobil, lalu ia segera keluar dari Ruangannya.
Para Karyawan disana kebingungan melihat atasannya yang biasa bersikap Ramah dan Ceria itu nampak cemas.
"Ada apa dengan Tuan Ricko?". Tanya salah satu Karyawan sana kepada Asisten Ricko.
Asisten Ricko yang bername Tag Dirga itu mengedikkan bahunya sebagai tanda tidak tahu apa-apa, mengenai atasannya.
Ricko melajukan Mobilnya menuju Toko Perhiasan milik Mommy Stella, setelah sebelumnya bertanya keberadaan sang Mommy dari adiknya.
Disisi lain, Queen terkekeh geli setelah mengakhiri panggilan telpon kepada Ricko. Dia sengaja berbohong hanya untuk mengerjai sang kakak, supaya bisa meluangkan waktunya sebentar untuk saat ini.
Rencana dia untuk mempertemukan kembali Jasmine dan Ricko sudah ia pikirkan sejak awal, mengingat betapa kemarin Kakaknya selalu merenung dan sedikit-sedikit tersenyum sendiri sambil menatap layar ponsel.
Hal itu diketahui dirinya, hingga ia berpikir mungkinkah kakaknya sedang jatuh cinta lagi, atau merindukan sosok yang ada didalam ponsel Ricko.
"Apa yang kau katakan kepada kakakmu, Queen?". Tanya Mommy Stella yang merasa ada yang tidak beres kepada putrinya.
"Mommy akan segera tau!". Jawab Queen sambil tersenyum penuh arti.
Mommy menyelidiki sesuatu dari eskpresi itu, namun dia membiarkan. Sedangkan Jasmine dan Jessie hanya diam tanpa berniat bertanya ataupun ingin tau.
"Apa kita masih lama disini? Aku merasa berfirasat buruk!". Sarkas Jasmine kepada Queen dan Jessie.
"Kau tenang saja Jasmine, firasat burukmu itu tidak akan terjadi!". Jawab Queen seolah tau apa yang dirisaukan Jasmine.
"Iya Jasmine, lagi pula apa yang kau risaukan? Kita sangat jarang bisa sesantai ini bersama Queen, kan?". Timpal Jessie.
Jasmine merasa mendapat kekuatan dirinya yang sempat hilang, dan mencoba tenang. Jantungnya serasa berdegup kencang, tapi dia bisa menetralisir.
Suara penjaga pintu Ruangan telah sampai ditelinga Queen, dia tersenyum karena sudah tau bahwa itu kakaknya.
Selamat bertemu kembali kepada kekasihmu, kak!. Ucap Queen dalam hati.
Pintu Ruangan terbuka menampakkan sosok Pria bertubuh kekar dengan tergesa-gesa masuk kedalam sana, mencari-cari orang yang dia khawatirkan sejak tadi.
"Mom... Mommy!!". Teriak Ricko membuat pusat perhatian yang ada didalamnya teralihkan kepada dirinya.
Mommy dan Daddy terkejut dengan tingkah putranya seperti orang kepanikan, begitu juga dengan Jasmine dan Jessie yang tidak menyangka akan bertemu Pria tampan itu.
Astaga! Kenapa bisa bertemu lagi dengannya?. Gumam Jasmine dalam hati dengan mata melebar.
Ya tuhan! Dia sangat berjodoh dengan Jasmine! Pasti ini ulah Queen!.
Tebakan Jessie benar-benar tidak melenceng, sebab dia tau ini ulah siapa.
"Mom... My!". Ucapan Ricko terputus setelah matanya tidak sengaja menangkap sosok gadis cantik yang dia rindukan beberapa waktu ini, tengah duduk manis didepannya.
Bahkan dia juga melihat Daddy dan Mommy duduk disana, apa yang sebenarnya terjadi?. Pikirnya.
"Ada apa sayang?". Tanya Mommy Stella.
Ricko tersadar dan segera duduk disamping Mommynya, seraya memeriksa kondisi tubuh Wanita paruh baya itu dengan panik.
"Mommy baik-baik saja, kan? Apa ada yang terluka?". Tanyanya.
Queen yang melihat langsung tertawa lepas, karena tidak sanggup lagi menahan tawa sedari tadi.
"Kau mengerjaiku, ya?". Tanya Ricko yang merasa dipermainkan adiknya sendiri.
Ricko berdiri mendekati Queen, lalu mengapit kepala adiknya dengan sebelah tangan.