Love Storm

Love Storm
Tidak ikut pesta



Malam hari ini sesuai perjanjian antar dua keluarga terhormat, mereka mengadakan makan malam bersama dirumah Keluarga Mahesa.


Mommy Stella dan Daddy Kenzi sangat bersemangat ingin bertemu teman lama mereka malam ini. Maklumlah, karena sudah beberapa tahun mereka tidak bertemu, terakhir adalah malam kejadian dimana Daniel meninggal.


"Daddy!!". Teriak Mommy Stella yang masih didalam Walk in Closet.


"Ya, ada apa sayang?". Tanya Daddy Ken yang sudah berdiri didepan pintu.


"Tolong bantu aku menarik Resleting gaunku ini!". Titah Mommy Stella yang tengah berdiri memunggungi Daddy Ken sambil menghadap lemari cermin mereka.


"Ah, haha... Tentu saja sayang! Dengan senang hati!". Daddy Ken maju melangkah mendekati istrinya dan mulai menarik keatas Resleting gaun istrinya.


Tapi setelah selesai, tangannya tidak berpindah dari punggung mulus istrinya yang sedikit terbuka. Tangan Daddy Ken bergerak kesana kemari, membuat Mommy Stella merasa risih.


"Jaga tanganmu!". Tegas Mommy Stella sambil menepis tangan Daddy Ken dari tubuhnya dan berjalan menjauh.


Daddy Ken pura-pura sedih, dan berkata.


"Sayang. Kau sangat jahat padaku! Aku jadi sedih!". Ucapnya sambil pura-pura mengusap air mata yang tidak ada diwajahnya itu.


"Aku tidak buta! Mana ada orang menangis seperti dirimu itu! Memalukan diriku saja, sudah tua masih saja seperti anak kecil!". Gerutu Mommy Stella, berlalu meninggalkan suaminya yang masih berakting.


Daddy Ken merasa istrinya akan mengeluarkan tanduk singa jika dirinya tidak segera keluar menyusul.


"Mommy! Tolong jangan marah kepada Daddy!". Ucap Daddy Ken memohon kepada istrinya yang sedang duduk di sofa kecil sambil memakai High Heels.


"Siapa yang marah?". Tanya Mommy Stella tanpa memandang suaminya.


"Tadi kau mengomeliku, kan? Apa jika bukan marah?". Tanya Daddy Ken.


"Tidak Daddy sayang! Mommy tidak marah, hanya sedikit kesal!". Jawab Mommy Stella dan berdiri menyambar Tas Brand milik dirinya.


"Ayo Daddy kita berangkat sekarang! Mereka pasti sudah menunggu kita sekarang!". Ajak Mommy Stella.


"Hem baiklah!"


Mereka turun kebawah menemui Putra sulungnya yang sedang duduk disofa ruang keluarga, sambil memangku Laptop milik dirinya.


"Sayang!". Panggil Mommy Stella.


Ricko menoleh kearah sumber suara.


"Ada apa Mom?". Tanyanya dengan menatap heran kepada kedua orang tuanya yang berpakaian rapi.


"Mommy dan Daddy ingin pergi kemana?". Tanya Ricko lagi.


"Mommy dan Daddymu ingin pergi makan malam dirumah Keluarga Mahesa, apa kau lupa?". Mommy Stella mendekati putranya.


"Oh iya, aku lupa!". Ricko menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dimana adikmu?". Tanya Daddy Ken, yng sedari tadi tidak melihat Putri kesayangannya itu.


"Dia belum kembali Dad!". Jawab Ricko sekenanya.


"Apa?". Tanya Mommy Stella dan Daddy Ken secara bersamaan.


"Dia bilang masih harus menyelesaikan tugas kuliahnya dirumah teman yang waktu itu makan malam bersama kita? Apa Mommy dan Daddy ingat?". Ucap Ricko sedikit berbohong.


Ricko tau jika adiknya sedang dirawat dirumah sakit, karena tadi sebelumnya Queen mengabari dirinya lewat Via WhatsApp. Jadi dengan terpaksa dia berbohong mengatakan jika adiknya sedang dirumah Jasmine, demi menutupi tentang adiknya yang sedang sakit sesuai permintaan sang adik.


Ricko sengaja kembali kerumah sebelum Mommy dan Daddynya pergi makan malam, agar mereka tidak dicurigai oleh orang tuanya.


"Oh ya? Dia sedang dirumah calon menantu Mommy?". Tanya Mommy Stella dengan antusias.


"Iya Mom! Calon menantu Mommy!". Jawab Ricko tersenyum senang, sedangkan Daddy Ken hanya memutar bola matanya malas.


"Mommy! Kita sudah terlambat, ayo berangkat sekarang!". Ajak Daddy Ken setelah melihat Arloji ditangannya menunjukkan pukul tujuh malam.


"Ya sudah, ayo! Kau jemput adikmu nanti ya sayang! Tapi jika dia ingin menginap disana, tidak apa-apa! Mommy dan Daddy mengizinkan. ya kan, sayang?". Mommy mengedipkan sebelah matanya memberi kode untuk mengiyakan ucapannya.


"Iya... Iya! Cepatlah!". Daddy merangkul pinggang istrinya menuju Mobil Ferrary yang telah disiapkan untuk mereka malam ini.


Sepeninggal orang tuanya, Ricko menutup Labtop lalu mengambil ponsel yang ada diatas meja dan menghubungi adiknya.


Tuttt...


"Queen ditemani....teman Queen!"


"Siapa? Lelaki atau perempuan?". Tanya Ricko lagi, karena dia merasa tadi kedua sahabatnya itu telah kembali kerumah mereka masing-masing.


"Dia... Dia teman laki-laki sekampus Queen kak!"


Ricko mengernyit kan keningnya, bertanya-tanya siapa lelaki itu. Pasalnya Ricko kesana hanya ada dua orang gadis, dan itu pun sahabat Queen. Jadi sudah dipastikan ia tidak tau bahwa sebelumnya, juga ada Vanno yang menjaga adiknya.


"Oh baiklah! Kakak sebentar lagi akan segera kesana!". Ujar Ricko.


"Iya kak! Queen tutup dulu!"


Sambungan terputus karena Queen lebih dulu mengakhiri percakapan mereka.


"Queen ditemani oleh seorang lelaki? Tapi siapa?". Tanya Ricko pada dirinya sendiri.


°°°°°


Didalam ruangan rawat VIP rumah sakit kota, Queen memandang layar ponselnya.


"Maafkan aku kak! Karena membuat kau terpaksa berbohong kepada Mommy dan Daddy!". Ucap Queen lirih.


Saat Queen sedang termenung, tiba-tiba saja seorang lelaki menghampirinya dan membawa pakaian ditangannya.


"Apa ini?". Tanya Queen saat melihat Vanno meletakkan Bag paper disamping dirinya duduk.


"Pakaian!". Jawab Vanno.


"Pakaian? Milik siapa?". Tanya Queen lagi, membuat Vanno menjadi kesal akan pertanyaan gadis itu.


"Milik perawat!". Jawabnya.


"Kenapa kau bawa kemari? Cepat kembalikan!". Titah Queen yang belum mengerti akan maksud perkataan Queen.


"Ck. Kau ini bodoh atau bagaimana? Tentu saja aku bawa kemari, karena itu milikmu!". Ucap Vanno sedikit emosi.


Queen memperhatikan Bag paper itu dan membukanya. Benar saja didalamnya terdapat pakaian wanita lengkap, membuat wajah Queen merah karena malu.


Astaga monster ini! Apa yang ada di pikirannya?. Gumam Queen dalam hati.


Setelah kedua sahabat Queen kembali kerumah mereka, Vanno pun datang kembali menemani Queen. Sore tadi mereka bergantian menjaga Queen. Saat Vanno pulang kerumahnya, Jessie dan Jasmine gantian menjaga Queen.


Dan sekarang setelah kedua gadis itu pulang, giliran Vanno yang menjaga Queen. Tapi sebelum dia kemari lagi, Vanno sengaja mencarikan pakaian lengkap untuk Queen. Agar besok gadis itu langsung memakainya saat akan kembali kerumah.


Entah apa yang di pikirkan oleh Vanno, sehingga dia begitu perhatian dan bersedia menjaga Queen sendirian. Padahal malam ini akan ada acara makan malam dirumah nya bersama orang tua Queen, yang dia kira adalah teman lama Papinya.


Dan sepertinya Vanno melupakan sesuatu malam ini.


"Oh iya! Apa kau tidak pergi ke Pesta Ulang Tahun temanmu itu?". Tanya Queen mengingatkan Vanno.


Seketika lelaki itu teringat dengan permintaan Jino padanya.


Bisa-bisanya aku melupakan undangan itu! Pasti si iblis itu sedang mencibirku sekarang!. Gumam Vanno dalam hati.


"Aku tidak ingin pergi!". Jawab Vanno.


"Kenapa? Kau kan teman dia?". Tanya Queen.


"Ck. Aku bosan mendatangi pesta semacam itu!". Jawab Vanno.


"Lalu disini kau tidak merasa bosan? Tempat ini kan sepi dan tidak ada apa-apanya!". Ucap Queen.


"Kau ini cerewet sekali! Aku disini untuk menjagamu!". Gerutu Vanno.


Tidak mungkin aku katakan, jika aku tidak ingin kesana kalau tidak membawamu!


Queen bungkam dan kembali menyandarkan punggungnya di Bad Hospital yang sudah dinaikkan ke atas.


"Maaf! Aku hanya tidak ingin merepotkan dirimu!". Ucap Queen dengan tulus.


Vanno bingung harus bicara apa lagi kepada Queen, hatinya mencair saat mendengar ketulusan dari gadis itu. Dia mencoba menghibur Queen agar gadis itu tidak merasa bersalah lagi padanya.


"Sudahlah! Aku hanya ingin menjagamu! Nanti setelah itu baru aku pergi dari sini!". Ucap Vanno.