Love Storm

Love Storm
Introgasi dari Queen



Sesampainya didepan kamar yang bertuliskan nama Ricko, Jasmine hanya mondar mandir tanpa berniat mengetuk pintu.


Haruskah aku mengetuk pintu ini? Tapi bagaimana jika dia tidak senang aku disini tanpa seizinnya? Awas kau Queen! Aku akan menghabisimu nanti.


Dengan segenap keberanian, Jasmine mengetuk pintu dan memanggil nama sang pemilik kamar.


Tok... Tok... Tok...


"Kak!"


Dua tiga kali dia mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan dari sana.


Tok... Tok... Tok....


"Kak Rick... Ko... " ucapan Jasmine terhenti.


Saat dia akan mengetuk lagi yang terakhir Kalinya, pintu pun terbuka menampakkan Pria bertubuh kekar berdiri diambang pintu dengan handuk yang masih melilit dipinggannya.


"Ada apa? Kenapa kau berada disini?" tanya Ricko sambil mengusap rambut basahnya, membuat Jasmine tak kuasa menahan kekaguman dari Pria tampan itu.


Ricko heran melihat Jasmine yang mematung memandanginya.


"Hei! Kau baik-baik saja?" Ricko melambaikan tangannya di depan wajah Jasmine, menyadarkan lamunan gadis itu.


"Ah ya... Aku kesini ingin mengajak kakak makan siang bersama kami!"


"Kemana Queen dan pelayan? Kenapa harus dirimu yang kesini?"


"Queen bilang dia sangat lelah jika harus menghampiri kakak lagi dan lagi dia tidak mau mengganggu pelayan yang sedang istirahat! Jadi dia menyuruhku saja yang kesini"


"Ya sudah! Tunggu sebentar, aku akan memakai baju dulu. Kau duduklah disana!" titah Ricko sambil menunjuk kearah sofa yang ada diruang tamu depan kamarnya.


Jasmine sebenarnya enggan berlama-lama disana, tapi dia juga takut Ricko akan marah jika tidak menurutinya. Karena dia tamu disini, akhirnya dia duduk disofa menunggu Ricko berpakaian.


°°°°°


Di ruang makan.


"Queen! Kenapa Jasmine lama sekali hanya memanggil kakakmu saja hampir satu jam!" tanya Jessie merasa bosan menunggu Jasmine.


Queen mengedikkan bahunya "Mana aku tau!" serunya dengan acuh.


"Yang benar saja Queen! Apa dia tersesat dirumahmu yang luas ini?"


"Dia tidak mungkin tersesat Jess! Tadikan aku sudah memberi tau lokasinya"


"Lalu kenapa dia lama sekali? Aku sudah lapar Queen!" Jessie memasang wajah melas sambil merebahkan kepalanya diatas meja.


"Tunggu sebentar! Aku akan menyusul mereka"


Queen beranjak dari duduknya dan segera masuk lift menuju kamar mereka diatas.


Sesampainya diatas Queen hendak keluar dari lift, namun langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan didepannya.


"Astaga!" gumam Queen pelan sambil menutup mulut dengan telapak tangannya.


Queen melihat kakaknya sedang memeluk Jasmine dan mereka saling bertatapan cukup lama, itu yang ditangkap oleh mata Queen padahal itu bukan kebenarannya.


Sepertinya Queen salah paham.


Sebelum Queen sampai diatas, kebetulan Ricko sudah selesai berpakaian. Tapi saat dia hendak menutup pintu kamar, dia tidak sengaja melihat Jasmine yang akan terpeleset karena jalan terlalu cepat guna menghindari berpapasan dengannya.


Dengan sigap Ricko berlari kecil menghampiri Jasmine untuk menangkap agar tidak terjatuh kebelakang. Tapi dengan posisi seperti berpelukan Queen menangkap ada sesuatu diantara mereka.


Queen akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyusul mereka dan memilih turun kebawah lagi, sambil tersenyum sendiri dia duduk disamping Jessie.


Jessie memandang aneh gelagat Queen sejak tadi.


"Kau kenapa Queen?" Jessie bertanya dengan tatapan selidik.


Queen menoleh kearah Jessie masih dengan tersenyum.


"Tidak ada, aku hanya merasa bahagia saja!" seru Queen.


Queen pun menghadap Jessie untuk menceritakan apa yang dilihatnya tadi, tapi diurungkan karena Jasmine dan kakaknya sudah terlebih dahulu datang.


"Selamat siang adikku!" Ricko duduk disamping sang adik dengan wajah berseri sambil tangan yang mengacak rambut Queen.


"Ayo kita makan kak, kami sudah lapar!" Queen tidak membalas sapaan Ricko, karena dia sudah merasa sangat lapar.


Mereka makan dengan suasana hening, hanya terdengar suara sendok beradu dengan piring.


Disela makan, Queen sesekali melihat Ricko yang terus mencuri pandang kearah Jasmine, begitu juga sebaliknya membuat dia semakin salah paham pada mereka berdua.


Ada apa dengan kakak dan Jasmine? Apa aku sudah ketinggalan berita penting ini?.


Queen pun menghabiskan dengan cepat makanannya, karena dia tidak sabar ingin mengintrogasi mereka berdua setelah selesai makan.


°°°°°


Selang berapa menit, mereka selesai makan dan gadis-gadis itu membersihkan sisa makan mereka. Sementara Ricko sudah lebih dulu pergi keruang TV menonton sinema kesukaannya.


Disela kesibukkan mencuci piring kotor sampai selesai, Queen masih dengan rasa penasarannya. Dia terbayang akan kejadian tadi, senyum dibibirnya tak menyurut sejak tadi.


Dia melihat Jessie dan Jasmine telah selesai, lalu menghampirinya.


"Jessie, Jasmine! Kalian jangan pulang dulu ya, istirahat saja dulu dikamar tamu!" Queen menunggu respon mereka berdua yang nampak ragu-ragu untuk mengiyakan, seperti mengerti isi hati mereka Queen kembali bicara.


"Jangan khawatir, kalian kan sahabatku jadi kalian bebas mau istirahat ataupun menginap disini. Aku semakin senang! Tapi sebelum itu, kalian ikut aku keruang TV ada yang ingin aku tanyakan"


Jessie dan Jasmine pun akhirnya mengiyakan titah Queen, mereka berjalan beriringan menuju ruang TV.


°°°°°


"Kakak!" panggil Queen saat mereka sudah duduk disofa panjang.


Ricko yang sedari tadi asyik menonton hanya berdehem saja, tanpa menoleh.


"Hmm!"


"Kak, ada yang ingin aku tanyakan pada kakak!" Queen mendekati Ricko dengan mata tajam dia menatap kakaknya.


"Apa?"


"Harus jawab jujur kak!"


"Iya"


Queen sudah mulai kesal karena Ricko dari tadi hanya memandang layar TV tapi tidak memandangnya.


"Ck.Kak!" suara Queen meninggi membuat Ricko berdecak karena merasa terganggu dan terpaksa menoleh kearah sang adik.


"Kau ini kenapa Queen? Mengganggu konsentrasi saja!"


Sedangkan Jessie dan Jasmine menahan senyum melihat kedua adik kakak itu.


Queen mencurutkan bibirnya, sambil melipat kedua tangannya diatas perut. Ricko menghela nafas kasar melihat adiknya mulai merajuk.


"Baiklah, kau mau tanya apa sayangku?" tanya Ricko lembut sambil mengusap rambut adiknya.


Queen menatap tajam kearah Ricko dan Jasmine secara bergantian, sebelum dia mengutarakan segala pertanyaan untuk mereka.


"Apa kakak mempunyai hubungan gelap dengan Jasmine?" sarkas Queen.


Seketika Jasmine membulatkan matanya dan merasa gugup, sedangkan Ricko masih bersikap santai seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.


"Apa yang kau katakan Queen?" tanya Jessie yang merasa bingung dengan keadaan ini, dia juga merasa ketinggalan berita.


"I... Iya Queen apa yang kau katakan? Hubungan gelap apa?" timpal Jasmine.


Ricko hanya memperhatikan saja tidak berniat menjawab.


"Kak! Kenapa kakak diam saja?"


"Apa yang harus kakak jawab sayang? Sementara kami saja baru kenal hari ini kan?" kali ini Ricko menjawab.


Queen merasa tidak percaya dengan ucapan Ricko.


"Benarkah apa yang kakak katakan itu?" dia menatap mata Ricko untuk mencari kebohongan, nyatanya tidak menemukan.


"Tentu saja benar! Memangnya apalagi? Atau kau memang berharap kakak mempunyai hubungan dengannya?" goda Ricko sambil melirik Jasmine dengan senyum nakalnya, membuat pipi Jamine merah seperti tomat.


"Lalu apa yang kulihat tadi didepan kamar?"


Jasmine gelagap, dia tidak menyangka bahwa Queen melihat mereka berdua tadi.


"Kau melihat apa Queen?" tanyanya.


Queen memandang Jasmine lalu memandang Ricko.


"Aku melihat kau dan kak Ricko sedang berpelukan!" sarkas Queen.


Jasmine dan Ricko terkejut, Queen salah mengartikan kejadian tadi.


Pun Jessie yang dari tadi hanya menjadi pendengar sangat terkejut, bagaimana tidak. Mereka baru saja menginjakkan kaki dirumah ini, tapi Jasmine dan Ricko sudah berpelukan? Apa yang tidak dia ketahui diantara mereka? Pikir Jessie.


Ah sudahlah! Aku saksikan saja berita ini.


Jessie pun memilih diam mengamati pembicaraan orang-orang yang ada didepannya ini.