Love Storm

Love Storm
Suasana dihari libur



Hari ini hari libur, Vanno ingin seharian menghabiskan waktu di apartment mendiang kakaknya. Dimana disini banyak kenangan-kenangan hangat bersama sang kakak.


Semua tidak berubah, tidak ada yang dirubah oleh Vanno. Sama seperti sebelumnya letak dan barang-barang tidak dikurangi ataupun ditambah.


Vanno ingin selama sisa hidupnya, dia selalu mengenang kakaknya. Dengan begitu saat dia datang kerumah ini, seolah -olah dia merasakan kehadiran sang kakak.


Dan disini Vanno bersantai, ditempat dimana dulu ia dan sang kakak sering melihat pemandangan kota dari sini. Semuanya tidak luput dari keseharian mereka mulai dari bermain gitar, bermain game bersama, hingga dia pernah tertidur disini karena keasyikan melihat bintang dimalam hari di balkon kamar kakaknya.


Rasanya Vanno ingin memutar waktu kembali pada masalalu, saat sang kakak masih ada didunia ini. Andai dia waktu itu bisa mencegah semuanya, mungkin hal buruk tidak terjadi pada kakaknya.


Vanno menitikkan air mata saat mengingat kejadian itu "Maafkan Vanno kak! Vanno tidak bisa mencegah kakak waktu itu"


"Vanno benar-benar ingin memeluk kakak saat ini! Vanno benar-benar merindukan kakak!" sambung Vanno sambil memeluk foto dirinya yang tengah tertawa lepas bersama Daniel.


Mungkin jika Daniel masih hidup, dia akan merengkuh tubuh kekar adiknya yang sedang rapuh ini. Bukan ini yang diinginkan Daniel pada adiknya, dia ingin Vanno tegar dan mengikhlaskannya pergi.


Dengan begitu dia pun akan istirahat dengan tenang disyurga sana.


"Vanno lemah tanpa kakak hiks... Vanno ingin kakak kembali kedunia ini dan menemani Vanno disini!" lirih Vanno dengan isak tangisnya.


"Tapi kakak pasti sudah bahagiakan disana? Jadi kakak tidak ingin kembali lagi. Jika kakak bahagia disana, makan Vanno pun akan bahagia disini bersama mami dan papi! Kami selalu mengingat kakak" ucap Vanno sebelum akhirnya dia tertidur dikursi santai balkon sambil memeluk foto ia dan kakaknya.


°°°°°


Dihari libur, gadis diluar sana pasti sibuk refreshin, shopping dan lain sebagainya. Tapi tidak dengan Queen dan kedua sahabatnya, mereka sibuk mencari bahan untuk tugas kuliah mereka.


Jika mereka ingin berbelanja pun, pasti hanya membeli kebutuhan utama saja atau sekedar mencari buku-buku diperpustakaan kota.


Sama halnya saat ini, Queen dan kedua sahabat nampak baru pulang dari perpustakaan, dan sekarang mereka berada di Gazebo Mansion Queen.


Kenapa kedua sahabat Queen tidak heran dengan rumah Queen sekarang?


Ya, karena kemarin mereka melihat Queen turun dari mobil di Mansion ini, saat mereka akan hendak pergi kerumah teman Mami Jessie. Karena penasaran akhirnya mereka mengikuti Queen sampai sana dan meminta penjelasan langsung pada Queen.


Akhirnya mau tidak mau Queen menjelaskan semuanya pada mereka termasuk identitas rahasia yang harus disembuyikan dulu.


Mereka semua sepakat tidak membocorkan rahasia ini sebelum waktu yang tepat dan kedua sahabat Queen pun tidak keberatan dengan siapa Queen sebenarnya.


Itulah kenapa kedua sahabat itu bisa ada di Mansion keluarga Baranta.


°°°°°


Mengerjakan tugas sambil menikmati pemandangan taman belakang Mansion memang suatu yang menenangkan.


Selain membuat segar otak, juga menjernihkan pikiran. Pastinya dapat banyak inovasi disana.


Berbagai cemilan dan jus buah menemani mereka, selain otak encer perut juga terisi.


"Queen, apa rencanamu setelah kita lulus kuliah?" tanya Jessie yang tengah memakan cemilan.


Queen nampak berpikir sejenak "Hm... Sepertinya aku akan melanjutkan study S2 ku dinegeri seberang! Kenapa?"


"Kau kuliah lagi?"


"Iya aku ingin kuliah lagi! Selagi masih muda untuk apa menunda cari ilmu? Lagi pula, aku ingin menjadi orang yang berguna bagi semua orang kelak! Aku ingin nanti bisa mencapai cita-citaku sebagai dokter spesialis umum" jelas Queen.


"Wah Queen... Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu itu?" tanya Jessie lagi.


"Ya... aku bersungguh dengan ucapanku jess! Lagi pula, apa yang aku inginkan lagi selain pendidikan tinggi?"


"Cinta sejati mungkin" jawab Jessie mengedikkan bahu.


"Cinta sejati akan datang apabila hatiku sudah siap menemukannya nanti! Namun, sebelum aku menemukannya! Aku ingin impianku tercapai dahulu"


Jessie mengangguk paham, begitu pula dengan Jasmine yang sedari tadi menjadi pendengar.


Jessie dan Jasmine mengiyakan saja dan melanjutkan tugas yang sempat tertunda tadi.


Saat tengah keseriusan mereka, tiba-tiba terdengar suara merdu Ricko yang tengah bernyayi menghampiri mereka.


Queen dan kedua sahabatnya merasa risih dan tidak konsentrasi karena suara Ricko yang sangat dekat dengan mereka.


"Ck. Kak Ricko!!" teriak Queen pada sang kakak.


Tanpa rasa bersalah Ricko mencomot salah satu cemilan yang ada dimeja depan mereka "Ada apa sayang?"tanya Ricko setelah menelan makanannya.


Queen mendengus kesal "Suara jelek kakak mengganggu belajar kami!"


"Siapa yang mengganggu? Kakak kan hanya bernyanyi seperti biasanya! Teman-temanmu juga tidak mempermasalahkan itu, iya kan?" tanya Ricko pada kedua sahabat Queen, tapi matanya mengarah pada wajah Jasmine hingga membuat gadis itu salah tingkah.


Jessie melihat arah pandang Ricko, ternyata mengarah pada Jasmine dan itu membuatnya menebak jika Ricko ada ketertarikan pada sahabatnya itu.


Langsung saja Jessie berdehem untuk mencairkan suasana dan berniat untuk menggoda Jasmine.


"Ehem... Suara kakak sangat bagus! Dan temanku juga sepertinya sangat menikmati tadi. Tapi lebih bagus, jika nanti setelah kami selesai mengerjakan tugas kakak bernyanyi lagi! Iyakan Jasmine?" Jessie dengan sengaja menyenggol kaki Jasmine supaya mengiyakan.


"I... Iya kak, apa yang dia katakan benar!" Setelah mengatakan itu Jasmine sontak menutup mulutnya dengan sebelah telapak tangannya.


Jessie dan Queen saling pandang, sebelum kemudian mereka tertawa.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Ricko.


"Tidak ada kak, kami merasa bahwa lebih baik kakak pergi. Jika tidak, aku takut ada hati yang melompat nanti!" jawab Queen menyindir Jasmine.


"Queen benar kak! Sebentar lagi kupu-kupu pun akan berterbangan karena kakak terlalu lama disini" Jessie menimpali ucapan Queen.


Sementara Jasmine hanya bisa menatap tajam kearah mereka.


Ricko sebenarnya tidak mengerti dengan ucapan mereka. Dia hanya manggut-manggut saja dan berlalu masuk kedalam rumah.


Akhirnya Jasmine bernafas lega setelah Ricko pergi. Tidak tau kenapa, jatungnya seperti akan keluar dari tubuhnya saat Ricko selalu meliriknya.


"Kalian membuatku tak berdaya" gumam Jasmine.


Queen tak sengaja mendengar akhirnya bertanya.


"Kau kenapa Jasmine?"


Jasmine menoleh kearah Queen dengan sedikit gugup, takut jika Queen mendengar gumamannya barusan.


"Ti...tidak ada!"


"Oh....cepatlah kita selesaikan tugas kita! Setelah ini kita masak untuk makan siang!" titah Queen kembali melanjutkan tugas nya.


Dari balkon kamar, ternyata Ricko sedang memperhatikan mereka terutama kepada Jasmine.


Dia sangat cantik!


Sepertinya Ricko mulai tertarik kepada gadis itu. Semenjak dia putus dengan mantan kekasihnya setahun yang lalu, dia agak sedikit cuek dengan kehadiran seorang wanita. Tapi kali ini dia merasa mulai menata hatinya lagi.


Aku harus membuktikan hatiku untuk dia atau bukan mulai sekarang dan mencari tau informasi tentangnya.


Tekad Ricko sudah bulat, bahwa dia akan mengejar Jasmine mulai sekarang. Mungkin ini bisa disebut dengan cinta pandangan pertama baginya.


Maaf jarang update, karena saya lagi banyak kerjaan disekolah 😊🙏


Selamat membaca ya.