Love Storm

Love Storm
Sebuah tawaran



Dirumah Keluarga Mahesa.


Makan malam bersama dengan keluarga Baranta telah usai beberapa menit yang lalu. Kini dua keluarga itu sedang menikmati indahnya pemandangan kota dari atas balkon, sambil berbincang kecil.


Balkon yang di Design khusus untuk reunian keluarga, itu menjadi tempat santai ternyaman dan unik untuk para keluarga, kerabat, maupun teman terdekat mereka yang datang.


Bagi keluarga yang berasal dari kalangan atas, tentu bukan hal yang sulit untuk merubah hal sederhana menjadi mewah dan sempurna. Itu semua dilakukan demi kenyamanan bersama dan tentunya tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk mencari tempat yang cocok untuk makan malam bersama antar keluarga.


Mommy Stella dan Mami Dania tengah duduk disamping kolam renang, sambil melihat-lihat Design Perhiasan terbaru milik Mommy Stella di ponsel wanita paruh baya itu. Sedangkan para suami mereka, duduk di meja dekat pagar Balkon.


"Bagaimana perkembangan kerja sama kita, Ken?". Tanya Papi Rangga.


"Sesuai rencana kita kemarin, semua berjalan dengan sangat lancar! Kecuali...". Daddy Ken menghetikan kalimatnya.


"Kecuali?". Tanya Papi Rangga.


Daddy Ken mendekatkan dirinya kepada Papi Rangga, lalu membisikkan sesuatu.


"Haa??". Suara Papi Rangga mengalihkan perhatian para istri memandang mereka berdua.


"Ada apa Papi?". Tanya Mami Dania.


"Tidak ada! Hanya terkejut saja!". Jawab Papi Rangga, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mami Dania hanya menggeleng kepala saja, lalu kembali pada pusat perhatian utamanya.


"Kau yakin mereka akan mau?". Tanya Papi Rangga, sedikit berbisik karena tidak ingin istri mereka medengar.


"Kita coba saja! Jika tidak mau, maka kita harus mencari jalan lain!". Ucap Daddy Ken.


"Baiklah kalau kau memang menginginkannya! Aku akan merasa bahagia jika keluarga kita bersatu apalagi ditambah pernikahan antara anak-anak kita!"


"Ah... Apa lagi mempunyai cucu-cucu yang imut-imut! Rasanya tidak sabar!". Sambung Papi Rangga sambil membayangkan indahnya mempunyai menantu dan juga cucu.


"Ya, kau benar. Aku juga tidak sabar ingin melihat putriku segera menikah dan memberiku cucu yang lucu dan bisa membantuku mengurus perusahaan! Aku sangat lelah mengurus semuanya sendirian. Putra sulungku itu sudah memiliki perusahaan sendiri, jadi jarang bisa membantuku!". Ujar Daddy Ken mengadu.


"Jika cucuku mewarisi perusahaanmu, lalu siapa yang akan membantuku?". Tanya Papi Rangga tidak terima.


"Kau minta lagi dibuatkan satu cucu untuk dirimu! Atau mereka memberi kita dua sekaligus juga tidak apa-apa. Itu lebih bagus! Ya, kan?". Daddy Ken memberikan pencerahan untuk Papi Rangga.


"Haha! Satu saja belum ada, apalagi dua! Kau ini ada-ada saja!". Elak Papi Rangga terkekeh.


"Kita doakan saja semoga mereka setuju untuk kita jodohkan secepatnya!". Ujar Daddy Ken.


"Baiklah, baiklah! Kita atur pertemuan selanjutnya lagi!". Ucap Papi Rangga.


"Rencana yang bagus!". Timpal Daddy Ken.


Lain hal dengan para istri yang masih sibuk dengan dunia mereka, hingga tidak menyadari bahwa suami-suami mereka sedang merencanakan sesuatu untuk putra putri mereka.


"Kau ingin Cincin seperti apa?". Tanya Mommy Stella kepada Mami Dania.


Mami Dania melihat-lihat beberapa Design Cincin berbagai ukiran dan keistinewaan benda itu.


"Sepertinya Cincin ini sangat cantik jika putrimu memakainya!". Ucap Mami Dania memperlihatkan Cincin bermotif seperti anyaman rotan dan permata kecil diatasnya ditambah sebuah ukiran didalamnya.


"Ini?". Tanya Mommy Stella memastikan.


"Iya, kita pilih yang ini saja untuk pertunangannya! Untuk pernikahan akan kita pikirkan nanti setelah menentukan tanggal yang baik!". Jawab Mami Dania.


Ternyata mereka juga sedang merencanakan sebuah pernikahan untuk Putra Putri mereka. Tapi sebelum itu harus memastikan sesuatu dahulu, baru akan terjadi sebuah ikatan sakral yang abadi.


"Kita harus membahas ini bersama para suami! Jika mereka setuju dengan apa yang kita rencanakan, maka tinggal kita membahas ini bersama anak-anak kita dipertemuan selanjutnya!". Ucap Mommy Stella.


"Kau benar! Aku akan bicarkan ini kepada suamiku setelah ini!". Timpal Mami Dania.


"Sampai disini dulu tentang rencana perjodohan! Bagaimana kalau kita menghampiri mereka sekarang! Aku penasaran apa yang mereka bicarakan!". Ucap Mommy Stella yang melihat suaminya tengah berbincang cukup serius.


Mami Dania pun memandang kearah yang sama, lalu mengangguk setuju. Mereka berdua berjalan mendekat kearah dimana suami berada.


Dan saling memeluk suami mereka masing-masing. Para suami menerima perlakuan mesra dari istri tercinat dengan senang hati.


°°°°°


Didalam sebuah Mobil Sport berwarna hitam, Vanno dan Queen sedang menuju pulang. Setelah tadi Queen membujuk Dokter Sagas, supaya mengizinkannya keluar dari rumah sakit.


Dengan terpaksa Dokter Sagas memberi izin untuk gadis itu, yang sebenarnya masih terlihat lemah.


Sekarang setelah keluar dari rumah sakit, gadis itu terihat bingung.


"Dimana rumahmu?". Tanya Vanno melirik sedikit kearah Queen.


Astaga! Aku lupa bahwa aku diantar olehnya. Gumam Queen dalam hati, karena tadi saat Ricko akan menjemput dirinya.


"Em Aku... Aku tidak tau harus kemana!". Jawab Queen gugup, karena tidak mungkin bagi dirinya untuk diantar kembali ke Mansion orang tuanya.


Dan tidak mungkin juga bagi dirinya untuk diantar ke Apartement mewah miliknya, itu pasti akan membocorkan rahasianya yang susah payah dia simpan rapi selama ini.


Jawaban Queen barusan membuat Vanno mengernyitkan keningnya, karena tidak mengerti dengan ucapan Queen.


"Apa maksudmu?". Tanya Vanno.


"Aku...aku tidak mungkin kembali kerumahku dengan keadaan seperti ini! Karena orang tuaku tidak tau kan, jika aku sedang sakit! Kemarin aku bilang pada mereka, bahwa aku sedang mengerjakan tugas dengan temanku!". Ucap Queen.


Vanno mengangkat sebelah alisnya. "Jadi kau berbohong?"


"Ah ya... Aku terpaksa berbohong karena tidak ingin mereka khawatir kepadaku!". Sarkas Queen.


"Lalu kau harus kemana?". Tanya Vanno, karena dia juga bingung harus membawa gadis itu kemana.


Tiba-tiba Queen teringat kepada Jessie.


"Tunggu sebentar aku akan menghubungi Jessie sebentar!". Ucapnya.


Queen mencari kontak Jessie, lalu melakukan panggilan.


Tutt....


Tidak ada jawaban dari gadis itu, Queen mencoba sekali lagi.


Tuttt....


Jawaban yang sama, nomor ponsel Jessie tidak menerima Jawaban. Sepertinya gadis itu sudah tidur, karena hari memang sudah larut.


"Apa dijawab?". Tanya Vanno karena melihat Queen beberapa kali menghubungi gadis itu.


Queen menggeleng kepalanya sebagai jawaban. Sebenarnya bisa saja Queen langsung kerumah Jessie, tapi dia tidak enak hati menggangu orang sedang tidur.


Tapi dia juga bingung harus kemana sekarang, Jessie yang satu-satunya masih dikota ini tidak bisa diganggu. Karena Jasmine tadi sepulang dari menjenguknya, gadis itu tiba-tiba ada pertemuan penting dengan Kliennya di Sidney.


Sekarang aku harus bagaimana?. Queen bertanya-tanya dalam hatinya dengan gelisah.


Vanno dapat melihat kegelisahan dari ekor matanya, jadi dia merasa kasihan kepada gadis itu dan menawarkan sebuah niat yang baik.


"Bagaimana kalau malam ini kau menginap di Apartment ku saja?". Tawar Vanno.


"Haa? Apartment dirimu?". Queen balik bertanya.


Vanno mengangguk pasti, lalu dalam bayangan Queen terlintas hal yang membuat bulu kuduknya merinding.


Sadarlah Queen! Apa yang kau pikirkan?. Gumam Queen, lalu dia melirik ke arah Vanno yang sedang fokus mengemudi.


Dia sepertinya punya niat baik!


Lalu Queen memiringkan tubuhnya menghadap Vanno.


"Apa tidak apa-apa jika aku disana?". Tanya Queen hati-hati.


Vanno diam, lalu mulai berbicara.


"Tidak apa-apa! Kau tidak tau lagi harus kemana, kan? Jadi tidak masalah!". Ucap Vanno dengan santai.


"Em iya! Asal tidak merepotkanmu!". Ujar Queen.









**Bagaimana kisah Vanno dan Queen? Apa menarik?


Jika iya, tolong dukungan berupa Like, Rate and Votenya biar semangat lanjut! 😊


Follow me Ig~ Villiana123**