Love Storm

Love Storm
Vanno menggoda Queen



Vanno dengan setia menunggu Queen yang sedang berada didalam alam mimpinya. Deru nafas yang tenang dan teratur membuat Vanno merasa damai mendengarnya.


Tapi gadis polos dan lugu itu sangat manis sebenarnya, meskipun sifat dingin dan datarnya masih melekat diwajah gadis itu.


Sudah satu jam Queen tertidur, karena efek obat yang diminumnya tadi. Sebelumnya Jimmy dan Nathan sudah kembali dengan membawa obat dan makanan, sesuai perintah Vanno.


Dan kini ia duduk disofa dalam Ruangan itu, sambil menunggu teman-teman Queen datang. Karena Queen tidak ingin orang tuanya tau jika dia sedang dirawat dirumah sakit, apalagi sampai Vanno bertemu orang tuanya. Bisa-bisa identitas asli Queen terbongkar sekarang juga, bukanlah waktu yang tepat untuk terungkap semuanya.


Queen terbangun dari tidurnya karena ingin pergi ke kamar mandi, dia melihat Vanno tengah duduk disofa.


Dia masih disini?. Gumam Queen dalam hati.


Gadis itu duduk dan ingin turun dari tempat tidur, namun sedikit kesulitan karena selang infu yang masih melekat ditangannya.


"Ck. Dasar selang gila! Aku ingin sekali cepat-cepat ke kamar mandi!". Gerutu Queen pelan, namun masih bisa didengar oleh Vanno.


Lelaki itu beranjak dari duduknya dan menghampiri Queen yang akan berjalan dengan memegang infus.


"Kau mau kemana?". Tanya Vanno.


Queen menoleh ke arah Vanno.


"Ah! Aku ingin ke kamar mandi sebentar!". Jawab Queen, lalu kembali melangkah menuju kamar mandi.


"Tunggu!". Queen menghentikan langkahnya.


"Biar aku yang membantumu! Kau kesulitan memegang infusnya, kan? Kemarikan!". Vanno mendekati Queen dan mengambil alih infus itu, tapi Queen tidak mau memberikannya.


"Aku saja!". Ujar Queen, lalu berjalan kembali.


Vanno merasa geram melihat Queen yang menolak bantuannya, dia tidak kehabisan akal.


Dasar gadis jelek! Berani sekali menolak bantuanku!. Gerutu Vanno dalam hati.


Lelaki itu berjalan menyusul Queen dan tanpa aba-aba dia langsung menggendong tubuh mungil Queen.


"Kyaaa!!! Apa yang kau lakukan!!" Teriak Queen berusaha untuk turun.


"Ck. Diam!!". Vanno menatap tajam. Mata Queen, membuat gadis itu seketika bungkam.


Setelah sampai didepan pintu kamar mandi, Vano menurunkan tubuh Queen dari gendongannya. Perlahan Queen berjalan masuk kedalam sana dengan memegang infus, lalu melakukan ritualnya.


"Aduh Queen! Kau sangat memalukan! Bisa-bisanya dia menggendongmu seperti itu! Akhh... Aku tidak ingin keluar lagi!". Queen menutupi wajahnya dengan sebelah tangan yang bebas dari selang infus.


Sedangkan diluar kamar mandi, ternyata Vanno sedang menunggu dirinya keluar dari dalam sana. Lelaki itu menyandarkan punggungnya di tembok sambil menyilangkan kedua tangannya didada.


"Kenapa dia lama sekali?". Tanya Vanno pada dirinya sendiri.


Sudah hampir 20 menit Queen didalam, tapi tidak kunjung keluar. Vanno merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada gadis itu, pasti dia yang akan disalahkan oleh temannya itu.


Akhirnya Vanno memutuskan untuk mengetuk pintu, akan tetapi sebelum tangannya mendarat dipintu itu. Queen membuka pintu dan alangkah terkejutnya Queen melihat Vanno si tubuh kekar nan tinggi itu berdiri dahadapannya saat ini.


"Apa yang kau lakukan disini?". Tanya Queen dengan nada terkejut.


Tanpa rasa dosa Vanno malah langsung menggendongnya dan membawa Queen menuju Bad Hospital.


"Hei... Hei!! Apa ini? Aku punya kaki, kenapa kau malah selalu menggendongku?". Prostes Queen sambil meronta-ronta didalam gendongan Vanno.


Bukannya menghiraukan ucapan Queen, lelaki itu malah membaringkannya diatas Bad Hospital. Perlakuan Vanno yang seperti itu membuat gadis itu salah tingkah, apalagi dengan mata mereka yang bertemu.


Vanno terus menatap Queen, tanpa melepas tangannya dari tubuh gadis itu. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Queen, sehingga gadis itu bisa merasakan nafas lelaki itu menerpa wajahnya. Jangan ditanyakan seperti apa wajah Queen saat ini, sudah dipastikan merah seperti tomat.


"Le... Lepaskan aku!". Ucap Queen sambil berusaha mendorong tubuh kekar Vanno, tapi dia meringis karena tangannya masih terpakai infus.


Reaksi itu membuat Vanno tersadar dan menarik tangannya dengan cepat.


"Jika butuh sesuatu atau apapun itu, bilang saja padaku! Jangan seenakmu bergerak sana sini sendirian!"


"Ingat! Kau itu masih lemah jadi jangan sok kuat didepanku!". Ucap Vanno dengan tegas.


Ada apa dengan monster ini? Dia menghawatirkanku atau menghinaku dengan mengatakan aku lemah? Cih. Dasar monster gila! Jika saja aku tidak sedang memakai selang sialan ini, pasti sudah kuhajar sampai habis wajah palsumu itu!. Gerutu Queen dalam hati sambil memasang wajah kesalnya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?". Tanya Vanno sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Kau jelek! Aku tidak suka. Pergi sana!". Usir Queen dengan memalingkan wajahnya kearah lain


"Cih. Kau yang jelek! Tidak tau terima kasih!". Vanno yang kesal pun kembali duduk disofanya tadi.


Merasa bosan Queen hendak mengambil ponselnya disamping Bad Hospital. Namun, tangannya tidak sampai untuk mengambil benda pipih itu.


"Arghhh... Kenapa kau sangat jauh?". Vanno mendengar kekesalan gadis itu, tapi dia membiarkannya begitu saja tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya.


Bagaimana aku akan mengambilnya?. Tanya Queen dalam hati.


Tapi rasa gengsi yang tinggi mengalahkan segalanya, karena tadi dia mengusir lelaki itu. Ah biarlah dia menanggung malu sebentar dari pada dia merasa bosan tidak melakukan apa-apa, pikirnya.


"Ehem!". Queen berdehem supaya dapat mengalihkan perhatian Vanno dari ponselnya.


"Ehemm!!". Kali ini Queen agak menyaringkan suaranya berharap lelaki itu mendengarkan, tapi sepertinya tidak sama sekali.


Sebenarnya Vanno mendengar itu, tapi dia dengan sengaja diam karena ingin gadis itu meminta bantuan secara langsung kepadanya.


Sial! Dia tidak mendengarkanku!. Gerutu Queen dalam hati.


Tapi dia harus mencobanya sekali lagi, jika kali ini lelaki itu tidak menghiraukannya lagi. Maka jangan salahkan dirinya bila dia meminta dengan berteriak.


"Eheemm!!"


"Jangan membuat tenggorokan yang tidak sakit jadi sakit!". Ujar Vanno.


Seketika Queen memegang lehernya, lalu mulai berbicara lagi.


"Aku... Ingin mengambil ponselku! Tapi tidak bisa karena terlalu jauh dari jangkauanku!". Ucap Queen pelan dan sedikit menundukkan kepalanya, karena wajah gadis itu sangat memerah menahan malu.


Vanno melirik kearah Queen, lalu dia terkekeh pelan. Baru kali ini lelaki itu tertawa karena kelucuan tingkah seorang gadis, namun dia mampu merealitaskan ekspresi wajahnya saat ini. Entah dorongan apa, Vanno jadi ada rasa ingin menjahili gadis itu.


"Tadi kau yang mengusirku, bukan?". Ucap Vanno.


"Maaf kan aku! Itu aku lakukan karena kau...". Ucapan Queen tiba-tiba menggantung di tenggorokan nya.


"Apa?". Tanya Vanno sambil terus menahan senyumnya.


"Itu....Em cepatlah ambilkan ponselku!". Titah Queen dengan cepat.


Dia sadar, pasti lelaki itu sedang mengerjainya sekarang.


"Oh! Beginikah caramu meminta bantuan kepada seseorang?". Vanno semakin gencar menggoda Queen.


"Lalu aku harus bagaimana?". Tanya Queen.


Vanno mengangkat sebelah alisnya, dan berbicara.


"Kau harus memohon kepadaku! Baru aku akan ambilkan!". Ucap Vanno.


Cih. Dia sengaja ingin mengerjaiku rupanya!. Gumam Queen.


"Bisakah kau mengambilkan ponselku Tuan Muda?". Dengan terpaksa Queen melakukannya, agar Vanno mau mengambilkan benda pipih itu.


"Memohon!*. Titah Vanno.


Arghhh.... Aku ingin menenggelamkan monster ini kedalam sungai Amazon sekarang juga!. Gerutu Queen dalam hati, namun tetap memasang ekspresi sabar.


"Aku mohon! Ambilkan ponselku Tuan Muda!". Ucap Queen.


Hahaha....Sekarang kau tau akibat dari berani mengusirku!. Gumam Vanno dalam hati merasa puas dengan dirinya yang mengerjai Queen.


"Baiklah! Dengan terpaksa aku mengambilkannya untukmu!". Ucap Vanno.


Lelaki itu berjalan mendekati nakas disamping Bad Hospital, lalu mengambil ponsel Queen dan memberikannya kepada gadis itu.


"Terima kasih!". Ucap Queen.


Vanno kembali duduk disofa dan melanjutkan bermain game yang tertunda diponselnya.








Selamat membaca guys🤗


Jangan lupa dukungan berupa Like, Rate and Vote nya ya!


Terima kasih.


Follow me Ig~ Villiana123


Terima kasih😊