Love Storm

Love Storm
Drama dipagi hari



Suara burung yang berkicau dipagi hari dan terpaan sinar matahari yang menembus lewat celah gorden, membuat gadis yang tengah berada dalam mimpi indah itu terpaksa bangun.


Perlahan mata indah itu terbuka, mencoba mengadaptasikan apa yang akan dia lihat dihari yang cerah ini.


"Ughh...! Ternyata sudah pagi, rasanya tidurku nyenyak sekali tadi malam!". Ucap Queen pada dirinya sendiri sambil mengucek kedua matanya.


Saat Queen bangkit dari tidurnya dan meregangkan otot-otot tubuhnya, samar-samar dia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


Ada orang mandi? Siapa?


Queen melihat sekelilingnya lalu sesaat kemudian dia terperanjat.


"Astaga!! Aku dimana?". Teriak Queen, dia lupa jika dia sedang dimana.


"Ini...ini bukan kamarku! Lalu ini... ". Belum sempat Queen melanjutkan kalimatnya, Vanno terlebih dahulu memotong.


"Kau di kamarku!". Ucap lelaki itu dengan datar, terlihat dia baru keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi dan handuk kecil diatas kepalanya.


Queen membulatkan matanya saat melihat pemandangan yang didepan dirinya, bukan karena apa, tapi karena pemandangan didepannya saat ini menarik untuk dilihat.


Wow! Malaikat tidak bersayap, kah?. Gumamnya dalam hati.


Tapi sesaat kemudian dia tersadar akan sesuatu.


"Apa yang kau katakan? Ini kamar dirimu?". Tanya Queen dan segera dia menyibak selimut yang dia pakai untuk memeriksa keadaan pakaiannya apakah masih lengkap.


Huhh... Selamat!


"Semalam kau bingung mau pulang kemana, jadi aku berniat baik membawamu kemari! Apa kau lupa?". Ucap Vanno sambil berjalan menuju Walk in Closet untuk memakai pakaiannya.


"Oh iya aku lupa! Diakan yang selalu menjagaku selama aku sakit!". Gumam Queen pelan.


Queen teringat sesuatu dan mengambil ponsel yang ada didalam tasnya.


"Aku lupa jika dirumah masih ada Mommy dan Daddy! Aku harus menelpon kakak supaya menjemputku!"


Queen mencari kontak nomor telpon sang kakak, lalu segera menghubunginya.


Tuttt....


"Hallo sayang!"


"Kak, cepat jemput Queen sekarang! Nanti Queen kirimkan alamatnya! Dan jangan lupa belikan pakaian ganti untukku"


"Baiklah sayang! Kakak bersiap-siap dulu!"


"Iya, cepatlah!"


"Hmmh!"


Setelah sambungan telpon terputus, Queen beranjak turun dari Ranjang dan bergegas mandi.


Disaat yang bersamaan Vanno telah selesai memakai pakaiannya dan tidak mendapati Queen diatas Ranjang.


"Dimana dia?". Tanya Vanno pada dirinya sendiri, lalu dia mendengar suara gemercik air didalam kamar mandi.


"Ternyata sedang mandi!". Vanno melangkah menuju Ranjang dan merapikannya dengan cepat, lalu keluar dari kamar tidak lupa menutup pintu.


°°°°°


Dikediaman Keluarga Baranta.


"Kau mau kemana sayang?". Tanya Mommy Stella heran yang melihat Putranya pagi-pagi sekali turun dengan pakaian santai yang rapi.


Biasanya Putranya selalu bangun siang jika tidak bekerja. Karena hari ini libur, jadi tidak ada aktivitas kantor, itulah mengapa Mommy Stella merasa heran.


"Ricko mau menjemput Queen Mom!". Jawab Ricko.


Mommy Stella baru teringat jika Putrinya tidak kembali kerumah semalam, lalu mengangguk paham.


"Sarapanlah dulu, Pak Thomas telah menyiapkannya dimeja makan!". Ucap Mommy Stella.


"Nanti saja, sekalian Ricko sarapan diluar dengan Queen!". Ucap Ricko setalah mencium pipi Mommy Stella.


"Daddy dimana Mom?". Tanya Ricko karena tidak mendapati Daddy Ken bersama Mommynya, biasanya Pria paruh baya itu selalu saja menempel dimanapun keberadaan istrinya.


"Daddy sedang Olahraga pagi ditaman belakang!". Jawab Mommy Stella yang dibalas anggukan kecil oleh Ricko.


"Kalau begitu Ricko pergi dulu!". Ujar Ricko sebelum kemudian meninggalkan area Mansion.


Setelah Ricko pergi menjemput adiknya, Mommy menghampiri suami tercinta di Taman belakang Mansion.


Daddy Ken selalu menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, tidak lupa selalu olahraga bila ada hari senggang.


Tubuh kekar itu tidak pernah membuat Mommy Stella bosan memandangnya, ditambah lagi ketampanan dan kasih sayang dari Pria itu membuat hati sang istri semakin dipenuhi dirinya.


Mommy berjalan mendekat ke arah Daddy Ken dengan membawa nampan berisi Kopi panas favorite Pria itu.


"Daddy sayang!". Panggil Mommy Stella sambil meletakkannya diatas meja yang berbentuk bundar itu.


Daddy menghentikan meditasinya saat mendengar suara lembut dan merdu orang yang sangat dicintainya memanggil dirinya.


"Daddy!". Panggil Mommy Stella sekali lagi merasa tidak ada respon dari suaminya.


Sepertinya sang suami memang sengaja mengerjai istrinya, agar wanita paruh baya itu mendekatinya.


"Dia tidak mendengakanku atau memang sengaja tidak mendengarkan?". Gerutu Mommy Stella.


Benar dugaan Daddy Ken, istrinya akan menghampirinya jika dia tidak menyahut.


Ah... Istriku memang paling mengerti akan keinginanku!. Gumam Daddy Ken dengan menahan senyumnya.


Mommy tepat berada dibelakang Daddy Ken yang masih dalam posisi yang sama, namun masih bisa menyadari hal sekitar.


"Daddy!!!". Teriak Mommy Stella tepat ditelinga Daddy Ken.


Secara refleks Daddy menoleh kebelakang dan langsung menarik tangan istrinya. Mommy langsung terduduk dipangkuan Daddy Ken dengan wajah kesal.


"Daddy sengaja ya?". Kesal Mommy Stella.


"Mana ada! Salahkan Mommy kenapa berteriak ditelinga Daddy?". Tanya Daddy Ken balik.


"Daddy tidak mendengarkan Mommy sejak tadi, itulah akibatnya!". Jawab Mommy Stella.


"Benarkah?" Tanya Daddy Ken berpura-pura tidak tau.


"Iya. Jika sudah selesai, segera minum Kopi Daddy! Mommy ingin mandi lagi, gara-gara terkena keringat bau Daddy!". Gerutu Mommy Stella sambil beranjak berdiri dan diikuti Daddy Ken dibelakangnya.


"Ayo kita mandi bersama!". Ajak Daddy Ken yang mengikuti langkah istrinya.


"Tidak mau!". Tolak Mommy Stella.


Daddy tidak habis akal, dia berjalan cepat melewati istrinya lalu sebelum masuk ke dalam rumah Daddy meminum Kopinya dahulu karena sayang jika melewatkan perhatin dari sang istri.


Setelah menghabiskan Kopinya, Daddy langsung masuk kedalam menyusul istrinya yang melewati dirinya karena kesal.


"Mommy, tunggu Daddy!". Panggil Daddy Ken mengejar istrinya.


Semua orang didalam Mansion itu sudah tidak merasa heran lagi akan tingkah laku majikan mereka. Sudah menjadi kebiasaan dan hiburan untuk mereka dan rasa lelah pun seketika hilang saat mendapati kebahagiaan dirumah itu.


°°°°°


Vanno dan Queen sedang menikmati sarapan bersama, setelah tadi sempat ada drama diantara mereka gara-gara Queen yang ingin memasak untuk mereka, namun Vanno tidak mengizinkan dengan alasan Queen masih lemah.


Padahal Queen sudah sembuh total, ia ingin memasak karena murni sebagai ucapan terima kasih kepada lelaki itu. Dengan terpaksa Vanno memberi izin kepada Queen dan dengan dia yang juga ikut membantu mengerjakan supaya lebih cepat.


Selesai sarapan Queen membersihkan sisa makan mereka dan pergi ke kamar karena mendengar rington dari ponsel miliknya.


Panggilan masuk dari Ricko untuk dirinya.


"Hallo, kakak dimana?"


"Queen, kau dimana? Kakak sudah sampai didepan loby Apartemen!"


"Queen akan kesana sekarang! Oh ya, Pakaian Queen bagaimana?"


"Oh... Tunggu sebentar kakak akan suruh petugas penjaga mengantarnya untukmu! Kau tunggulah!"


"Baiklah. Queen tutup dulu!"


Vanno yang tidak sengaja lewat depan kamar mendengar percakapan Queen yang sedang menelpon seseorang. Queen yang hendak keluar kamar sangat terkejut karena Vanno berdiri tidak jauh dari pintu.


"Astaga!". Queen mengusap-usap dadanya.


"Sejak kapan kau disini?". Tanya Queen.


Vanno mengerutkan dahinya, sambil bersedekap tangan diatas perutnya.


"Kau terkejut?". Tanya Vanno tanpa menjawab pertanyaan Queen.


"Tentu saja! Kau berdiri disitu dengan tubuh besarmu itu, siapa yang tidak akan terkejut melihatnya?". Sarkas Queen.