Love Storm

Love Storm
Daniel Putra Mahesa 4



"Apa yang bisa kami bantu tuan"


"Aku ingin mengambil pesanan minggu lalu!" ucap Daniel pada pelayan itu dan salah satu dari mereka menjawab.


"Oh iya tuan... Maaf tunggu sebentar saya akan mengambilkan pesanan anda dulu"


Pelayan itu masuk dan mengambil apa yang sudah dipesan Daniel kemarin.


Daniel mengangguk sebagai jawaban dan Gebie hanya melihat interaksi antara kekasihnya dan pelayan itu.


Tidak lama setelahnya pelayan tadi membawa pesanan Daniel dalam paper bag kecil.


"Ini tuan... Pesanan anda kemarin sesuai permintaan" memberikannya kepada Daniel.


Daniel menyaut paper bag itu "Terima kasih!"


Daniel berbalik dan menghampiri Gebie yang tengah duduk-duduk memperhatikan suasana toko itu.


"Ayo sayang!"


Gebie menoleh dan mengangguk, lalu dia berdiri "Sudah selesai?"


"Sudah sayang"


Daniel membawa Gebie berkeliling Mall dan mereka melihat-lihat pakaian Pria dan Wanita.


"Sayang, coba lihat ini!" Gebie menentengkan sehelai kemeja polos berwarna Navy dan menyobakannya pada luar tubuh Daniel.


"Lihat sayang, ini sangat cocok untukmu! Kau coba ya" perintah Gebie memberikan baju tadi pada Daniel dan juga beberapa helai kemeja dan Kaos lagi ditangan Daniel.


"Baiklah sayang!" ucap Daniel sambil menyaut baju-baju itu dan masuk kedalam ruang ganti.


Dia memang tidak pernah menolak apalagi protes pada pemberian Gebie, karena baginya asal kekasihnya senang dia juga ikut senang.


Sambil menunggu Daniel berganti, Gebie melihat-lihat lagi pakaian-pakaian lain.


Setelah beberapa saat Daniel pun keluar dengan kemeja Navy tadi dan memperlihatkan kepada Gebie untuk ia nilai.


Seketika Gebie terpesona dengan penampilan Daniel, ia selalu tampan menggunakan warna apapun.


"Ini sangat cocok denganmu sayan! Ya sudah kita ambil yang ini dan yang aku berikan tadi padamu, kau pakai apapun selalu tampan" ucap Gebie dan menuju kasir untuk membayar.


"Ayo sayang kita makan siang, aku sudah lapar!" ajak Gebie.


Daniel hanya mengangguk menuruti keinginan Gebie.


Mereka menuju Restaurant samping Mall tadi untuk makan siang. Canda dan tawa mewakili perasaan mereka saat ini, kebahagiaan yang dirasakan rasanya berada pada mereka saja.


Tapi semua ini seperti ketenangan sebelum badai. Setelah semuanya terungkap, mungkin hanya kegundahan yang ada.


🌹🌹🌹


Dirumah utama keluarga Mahesa, semua orang termasuk kedua orang tua Daniel tegah sibuk mempersiapkan pesta nanti malam.


Mulai dari dekorasi, catering dan kejutan lainnya untuk putra Sulung keluarga Mahesa.


Terlihat disana Mami dan Papi Daniel sibuk mengurus ini dan itu untuk sang putra.


"Apa semua sudah siap sayang?" tanya Papi Rangga.


"Sudah sayang! Tinggal menunggu anak-anak kesayangan kita pulang saja" sahut Mami Dania.


"Baguslah sayang, anak-anak kita pasti akan pulang sebentar lagi! Jika mereka tidak pulang, akan ku hapus nama mereka dari daftar keluarga hahaha... " Mami Dania tidak tinggal diam, dia mencubit pinggang Papi Rangga dan memberi tatapan tajam pada suaminya.


Papi Rangga meringis pura-pura sakit sambil memasang wajah melas.


"Aw... Aw... Sakit sayang" mengusap-usap pinggangnya.


"Rasakan itu, mulutmu itu tidak bisa direm saja kalau bicara! Apa kau mau kita kehilangan putra kita?"


"Tidak sayang, bukan itu maksudku!" bantah Papi Rangga.


"Sudah lah, aku malas bicara padamu!" Mami Dania pergi meninggalkan Papi Rangga yang mematung.


"Kenapa malah dia yang marah? Aku kan hanya bercanda saja!" gumam Papi Rangga.


Akhirnya Papi Rangga pun menyusul Mami Dania yang tengah merajuk.


🌹🌹🌹


Hari semakin redup, menandakan malam akan tiba. Matahari mulai akan di gantikan dengan rembulan, menghiasi gelap didalam hari dengan ditaburi bintang gemerlap.


Rumah keluarga Mahesa sudah disulap seindah mungkin dengan bantuan tangan-tangan ajaib.


Pesta akan di mulai pukul 20.00 malam, para tamu sudah ada yang berdatangan. Masih ada beberapa jam untuk menunggu kedatangan tokoh utama dipesta malam ini.


Jangan lupakan dengan Mami Dania dan Papi Rangga yang sudah tampil membahana. Walaupun sudah lanjut usia, tapi mereka tetap memperhatikan penampilan dan juga keromantisan mereka berdua.


"Papi! Mereka kenapa belum datang juga?"


tanya Mami Dania yang sudah mulai gelisah.


"Mungkin mereka masih bersiap-siap mi!" Papi Rangga mencoba menenangkan Mami Dania.


"Kita hubungi saja mereka ya!" sambung Papi Rangga.


Papi Rangga pun menghubungi Daniel dan tidak lama setelahnya panggilan terhubung.


Tutt...


"Hallo"


"kalian dimana nak?"


"Kami lagi dijalan pi! Sebentar lagi sampai sana"


"Cepat sedikit ya nak! Mamimu sudah gelisah dari tadi"


"Iya pi, kami akan segera sampai! Daniel tutup telponnya dulu ya pi"


"Iya nak, kalian hati-hati lah!"


Setelah menghubungi anaknya, baru lah Mami Dania tenang.


"Mereka sebentar lagi sampai, kau sudah tenang kan sayang?"


"Iya papi, mami sudah merasa tenang sekarang! Ayo kita menyambut para tamu kita!" ajak Mami Dania menarik tangan Papi Rangga.


Mereka berdua menyambut kedatangan tamu-tamu penting mereka dengan wajah ramah. Namun, saat mereka akan menyambut jabatan tangan salah satu rekan bisnis Papi Rangga. Tiba-tiba semua mata tertuju pada tamu berikutnya yang baru datang, dia adalah teman sekaligus rekan bisnis dari Papi Rangga.


Ternyata Daddy Kenzi dan Mommy Stella, juga ada putri tunggal mereka yang sangat cantik.


Papi Rangga dan Mami Dania segera menghampiri mereka bertiga dengan sambutan hangat dan ramah.


"Selamat datang temanku!" sapa Papi Rangga seraya memeluk Daddy Ken.


"Terima kasih telah mengundangku di pesta penting ini Rangga!"


Sedangkan Mami Dania dan Mommy Stella, tak kalah hangat nya dari mereka.


"Kau sangat cantik Stella!" puji Mami Dania saat melepaskan pelukannya pada Mommy Stella sambil memperhatikan penampilan Mommy Stella.


"Kau juga sangat cantik Dania" tersenyum pada Mami Dania.


"Oh iya perkenalkan ini putri kesayanganku, satu-satunya anakku!" sambung Mommy Stella sambil memberi kode pada Queen untuk hormat pada Mami Dania.


"Selamat malam tante, bagaimana kabar anda?" sapa Queen dengan ramah dan itu membuat Mami Dania merasa tersentuh.


"Tante sangat baik sayang!" jawab Mami Dania sambil mengusap lembut pipi mulus Queen.


"Sudah-sudah perkenalannya, ayo kita duduk disana!" ajak Papi Rangga menunjuk kearah meja bundar nan besar.


"Ayo Stella, sayang!" menggandeng lengan Stella dan diikuti Queen dari belakang.


Pestanya cukup meriah, hingga dihiasi dengan sangat mewah.


Setelah dua pasangan setengah baya itu duduk, Queen pamit untuk pergi ke kamar mandi.


"Tante! Boleh kah Queen menumpang kamar mandi sebentar?" tanya Queen dengan sopan.


"Boleh sayang, nanti Queen minta diantar salah satu pelayan saja ya?"


"Iya tante, kalau begitu Queen permisi sebentar!" berlalu meninggalkan para orang tua dan menghampiri salah satu pelayan sesuai instruksi Mami Dania tadi.


Saat Queen pergi ke belakang dengan diantar pelayan, tampak lah dua Pria tampan dengan penampilan arrogant dan gagah.


Daniel dan Vanno disambut hormat oleh asisten rumah keluarga Mahesa. Mereka masuk dan mencari keberadaan orang tua mereka.


"Selamat datang kembali kerumah tuan muda! Tuan dan Nyonya besar sedang berbicara pada teman Tuan besar" ucap Pak Galang memberi tau Daniel.


"Terima kasih pak, kalau begitu kami masuk dulu!" Pak Galang mengangguk hormat mengiyakan.


Daniel dan Vanno melihat orang tua mereka sedang bersenda gurau bersama Daddy Ken dan Mommy Stella disalah satu meja.


Mereka sangat heran, kenapa malam kelihatan begitu mewah Pestanya? Padahal belum dimulai tapi para tamu berundingan datang.


"Papi, Mami!" ucap Daniel saat sudah disamping meja orang tua mereka.


Dua pasangan yang sedari tadi sibuk sendiri itu pun menoleh ke belakang.


Tanpak Mami Dania sangat bahagia putra-putranya sudah datang.


"Kalian sudah datang nak?" Mami Dania yang sangat merindukan kedua putranya itu pun langsung berdiri memeluk mereka berdua.


"Mami sangat merindukan kalian berdua sayang!" ucapnya lagi.


Ketika mereka saling melepas rindu, Queen pun baru saja kembali dari kamar mandi tadi.


Mommy Stella melihat putrinya kembali, dia ikut berdiri melambai anaknya.


"Sini sayang!" Panggil Mommy Stella pada putrinya.


Queen mengangguk dan berjalan menghampiri meja orang tuanya, namun tatapanya tidak sengaja melirik kearah lelaki seusianya, yang tak lain dan tak bukan ialah Vanno.


Beri dukungan dong untuk saya 😊


Biar semangat gitu, ngelanjutin ceritanya hehe...


Beri VOTE dan Like sebanyaknya ya... Terima kasih.