Love Storm

Love Storm
Saudara untuk Queen



Acara makan malam akan segera dimulai, namun orang yang ditunggu-tunggu Queen belum menampakkan dirinya.


Sampai orang disana memperhatikan gelagat Queen yang sangat aneh.


"Ada apa Queen? Kenapa kau kelihatan gelisah?". Tanya Daddy Ken, namun Queen hanya diam dalam kegelisahan.


"Queen ada apa? Katakan dengan Mommy nak!". Ucap Mommy Stella.


"Tidak ada apa-apa Mom, Dad! Queen hanya seseoran!". Jawab Queen.


"Siapa?". Tanya Mommy dan Daddy secara bersamaan.


"Teman Dad!". Queen terkejut dengan kekompakam orang tuanya.


"Benarkah?". Tanya mereka lagi.


"Tentu saja benar!". Jawab Queen dan dibalas anggukan oleh orang tuanya.


Queen melihat sekeliling mencari-cari keberadaan kakaknya, tapi tidak ada sosok yang dicari.


"Kemana kakak Mom?". Tanya Queen.


"Mungkin masih didalam kamarnya!". Jawab Mommy Stella.


Queen hanya berohria lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan, saat dia mendengar suara mesin Mobil berhenti didepan Mansionnya.


Itu pasti Jasmine!


Dan benar saja, orang yang ia tunggu telah tiba dan dia takjub dengan penampilan Jasmine yang terlihat dewasa.


"Kau sangat cantik!". Puji Queen sambil memeluk Jasmine.


"Kau juga cantik Queen ku sayang!". Balas Jasmine sambil mencubit pipi berisi Queen.


"Ayo kita masuk! Orang-orang sudah berkumpul diruang makan!". Ajak Queen sambil menarik tangan Jasmine.


"Tapi Queen! Apa tidak apa-apa jika aku bergabung bersama kalian? Aku takut orang tuamu tidak suka padaku!". Jasmine memberhentikan langkah Queen yang hendak berjalan.


Quee menoleh kebelakang.


"Tidak apa-apa! Orang tuaku tidak seperti itu, percayalah! Mereka justru senang jika aku membawa teman dirumah ini!". Jelasnya mencoba meyakinkan Jasmine.


"Huhh... Aku percayakan hidup matiku padamu Queen!". Ucap Jasmine.


"Kau tenang saja! Serahkan padaku!". Seru Queen.


"Baiklah Queen!"


Queen membawa Jasmine ke Ruang makan untuk bergabung bersama keluarganya dan semua orang disana menatap heran kepada Queen.


Matilah aku! Ya tuhan Queen, kau membuat jantungku melompat-lompat ingin dikeluarkan sekarang juga! Apa yang harus aku lakukan? Apalagi ada dia disana!. Gumam Jasmine dalam hati sambil melirik kearah Ricko, yang sedang menatapnya dengan wajah tidak terbaca.


"Siapa gadis cantik ini Queen?". Tanya Mommy Stella.


Queen menyuruh Jasmine untuk duduk disalah satu kursi bersebrangan dengan Ricko dan dia duduk disebelahnya.


"Dia teman yang Queen tunggu-tunggu tadi Mom!". Jawab Queen.


Jasmine tanpa disuruh pun dengan sopan memperkenalkan dirinya dengan tersenyum ramah.


"Perkenalkan nyonya! Saya Jasmine!". Ucapnya sambil mengulurkan tangan kepada Mommy Stella.


"Nama yang cantik, seperti orangnya!". Puji Mommy Stella dan membalas uluran tangan Jasmine.


Jasmine tersenyum manis menerima pujian itu. "Terima Nyonya!". Ucapnya sambil membungkuk sedikit.


"Jangan panggil Nyonya, panggil saja Mom!". Seru Mommy Stella.


Ricko yang baru saja minum, pun tersedak mendengar penuturan Mommynya.


"Uhukk... Uhukk...!". Ricko mengelap mulutnya dengan tissue, lalu memegang hidungnya yang perih akibat masuk air.


Mom? Apa aku tidak salah dengar?. Gumam Ricko sambil melirik kearah Mommy Stella yang ada disebelahnya.


"Ta... Tapi Nyonya, aku rasa itu tidak lah pantas untuk diriku yang asing ini!". Ucap Jasmine dengan gugup.


Mommy Stella menyunggingkan senyumnya.


"Tidak apa-apa sayang! Kau sama saja seperti putriku! Maukan jadi kakaknya Queen yang manja ini?". Tanyanya penuh harap.


Ya tuhan! Aku tidak sanggup untuk menolaknya, tapi aku juga merasa tidak pantas berada dikehidupan keluarga terhormat ini!


"Apa tidak masalah Nyonya? Em Maksudku... Mom?". Tanya Jasmine.


"Tidak masalah sayang! Bila perlu kau menjadi putri sungguhan untukku!". Ucap Mommy Stella dengan yakin.


Jasmine melebarkan matanya, tidak yakin dengan apa yang dia dengar.


"Maksud Nyonya?". Tanyanya.


Ricko seolah mengerti arah perkataan Mommynya, dengan cepat mengalihkan pembicaraan.


"Ehem Mom! Kapan kita akan mulai makan? Ricko sudah lapar!". Ucapnya.


Baru saja Mommy Stella ingin berbicara, Daddy Ken pun menengahi.


"Sudahlah Mom, nanti kita bicarakan lagi! Sekarang kita makan dulu ya? Nak Jasmine! Mari ikut kami makan!". Ajak Daddy Ken.


Jasmine mengangguk pelan.


"Iya Tuan!". Ucapnya.


Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang bicara, sesuai aturan dirumah itu. Sesekali Ricko melirik kearah Jasmine yang sangat anggun saat makan, lalu kearah Mommy Stella.


Dia benar-benar seperti menantu dikeluarga ini! Tidak salah Mommy menginginkan dia jadi kakak perempuan untuk Queen. Gumam Ricko dalam hati.


Saat Queen hendak mengambil minum yang berada didekat Jasmine, dengan sigap gadis itu mengambilkan air minum untuk Queen.


"Terima kasih!". Ucap Queen dengan senyum, lalu dibalas senyum oleh Jasmine.


Semua itu tidak lepas dari pandangan orang tua Queen, tidak terkecuali Ricko. Pria itu semakin mengagumi kepribadian Jasmine.


Dia tidak hanya cantik, tapi juga begitu perhatian! Rasanya aku ingin segera menikahinya.


°°°°°


Selesai makan malam bersama, mereka berkumpul diruang keluarga.


Queen duduk diantara Mommy dan Daddynya, sementara Jasmine masih duduk sendiri disisi lain tempat duduk Mommy Stella.


Sedangkan Ricko pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel genggamnya.


"Apa Kau tidak malu seperti ini didepan temanmu Queen?". Tanya Daddy Ken, yang melihat Queen bergelayut manja dilengan istrinya.


"Untuk apa malu? Jasmine kan kakak Queen, jadi tidak perlu lagi menutupinya! Iya kan Jasmine?". Tanya Queen meminta pembelaan kepada Jasmine.


"Tentu saja!". Ucap Jasmine.


Tidak lama Ricko datang bergabung dan langsung duduk disebelah Jasmine. Gadis itu salah tingkah, namun masih bisa menguasai dirinya agar tetap tenang.


Ricko melirik sekilas kearah Jasmine, lalu beralih kepada benda pipih ditangannya.


"Apa kau punya kekasih nak Jasmine?". Tanya Mommy Stella memecah keheningan.


"Tidak punya Mom!". Jawab Jasmine.


"Benarkah?". Tanya Mommy Stella lagi antusias.


"Benar Mom! Jasmine tidak punya kekasih, apalagi untuk dekat dengan pria! Dia tidak ingin!". Bukan Jasmine yang menjawab pertanyaan Mommy Stella, melainkan Queen.


Dasar Queen! Apa yang akan dia lakukan kali ini? Ya tuhan selamatkan aku!. Gumam Jasmine dalam hati.


"Wah... Itu sangat bagus!". Heboh Mommy Stella, membuat semua orang bingung dengan apa yang dipikirkan oleh wanita paruh baya itu.


"Bagus kenapa Mom?". Tanya Ricko penasaran dengan apa yang dipikirkan Mommynya.


"Iya bagus, karena Mommy akan menjodohkanmu dengannya! Bagaimana? Apa kalian mau?". Tanya Mommy Stella langsung pada intinya.


Mereka semua terkejut tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita paruh baya itu, semudah itu mengatakan hal yang belum dipastikan.


"A... Apa yang Nyonya katakan? A... Aku tidak mengerti?". Tanya Jasmine.


"Iya Mommy! Apa yang Mommy katakan? Kenapa tiba-tiba menjodohkan kami?". Timpal Ricko datar, padahal didalam hatinya merasa berbunga-bunga akan semua itu.


"Sudah jelas Mommy katakan! Mommy ingin menjodohkan kalian berdua, dengan begitu ada alasan untuk dia tidak lagi merasa tidak pantas! Bukankah begitu nak Jasmine?". Tanya Mommy Stella dengan lembut.


"Bu.. Bukan begitu maksudku Nyonya! Hanya saja aku baru saja bertemu kalian, jadi aku merasa belum terbiasa dengan semua ini! Aku takut jika aku dianggap mengambil keuntungan dengan pertemanan kami!". Jelas Jasmine.


"Tapi aku merasa kau gadis yang baik, yang tidak memanfaatkan situasi dengan hal buruk! Tidak apa jika kau belum terbiasa, kita akan membuat kau menjadi biasa dalam keluarga ini! Benarkan sayang?". Tanya Mommy Stella kepada suaminya.


"Iya Mommy benar! Kau jangan terlalu dipikirkan soal ini, biarkan saja mengalir seperti air! Kami akan tetap menunggu hari dimana kau benar-benar menjadi putri kami!". Timpal Daddy Ken.