Love Storm

Love Storm
Sakit



Akibat dari bangun kesiangan, Queen mengalami kambuh Magh ringan. Dari pagi hingga waktu makan siang, gadis itu tidak menyentuh makanan.Hanya meneguk susu coklatnya saja sebelum berangkat tadi pagi.


Sekarang dia sedang menunggu makanannya datang.


"Wajahmu kenapa Queen?". Tanya Jasmine yang menyadari ada yang tidak beres pada sahabatnya itu.


Queen berusaha untuk menutupi rasa sakitnya saat ini, karena jika Jasmine tau pasti dia akan mengomel sepanjang hari.


Dan dia tidak sanggup untuk mendengarnya apalagi mendapat tatapan tajam dari Jasmine.


"A... Aku kenapa?". Queen meraba wajahnya, pura-pura tidak tahu.


"Wajahmu kelihatan pucat Queen! Apa kau sakit?". Tanya Jasmine.


"Aku tidak apa-apa Jasmine! Mungkin karena tidak memakai riasan haha!". Kekeh Queen tapi sambil memegang perutnya.


"Entah kenapa aku merasa ada yang kau sembunyikan dariku!". Ucap Jasmine penuh selidik.


Deg... Queen seketika menjadi gugup, Jasmine memang bisa menebak gelagatnya.


"Apa yang aku sembunyikan? Tidak ada!". Ucapnya sambil menepis tangannya didepan wajahnya.


Kau berbohong Queen! Aku tau kau menahan sakit, baiklah kita lihat sampai mana kau akan menyembunyikannya!. Gumam Jasmine dalam hati.


"Terserah kau saja! Tapi jika terjadi apa-apa padamu, aku tidak akan melepaskanmu! Kau ingat?". Acam Jasmine.


"Baiklah, baiklah! Aku tau kau itu sangat kejam kakak ipar! Hihi...!". Queen terkekeh saat kata-kata itu keluar dari mulutnya.


"Siapa kakak iparmu?". Tanya Jessie yang baru saja datang bergabung bersama mereka, dengan membawa beberapa buku ditangannya.


"Siapa lagi kalau bukan dia!". Tunjuk Queen kepada Jasmine yang sedang menatap tajam kearahnya, tapi tidak membuat dirinya takut.


"Apa??". Teriak Jessie.


Queen dan Jasmine menutupi telinganya, akibat teriakan Jessie.


"Sejak kapan?". Tanya Jessie lagi kali ini dengan suara pelan.


"Sejak Mommy dan Daddy ku mengklaim bahwa Jasmine akan menjadi kakak iparku? Ya kan Jasmine?". Jelas Queen.


Queen!! Kau membuatku malu saja!. Batin Jasmine menjerit.


"Wow! Secepat itu?". Tanya Jessie.


"Iya! Kau pasti penasaran dengan apa yang terjadi pada kemarin malam disana!"


"Iya aku penasaran! Coba kau ceritakan padaku kronologinya!". Titah Jessie.


Queen pun menceritakan semuanya kepada Jessie, termasuk saat bagaimana Ricko melihat kecantikan Jasmine, hingga lelaki itu berniat mengantar Jasmine kembali kerumah nya.


Astaga anak ini! Benar-benar gadis jujur!


Jasmine sudah tidak sanggup lagi menghentikan Queen, gadis itu sudah kewalahan dengan kedua sahabatnya itu.


"Oh jadi begitu!". Ucap Jessie mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kalian benar-benar cocok!". Sarkas Jasmine memasang senyum yang dipaksakan.


Queen dan Jessie saling lempar pandang.


"Hahaha... Apa maksudmu Jasmine?". Tanya Jessie.


"Maksudku adalah, kalian sama-sama saling memojokkan diriku! Aku sangat sedih!". Jasmine pura-pura mengusap air matanya seolah dia sedang menangis.


"Buang air mata busukmu itu! Aku tidak tertarik!". Titah Jessie, membuat Queen tertawa melihat tingkah mereka.


"Dasar kau ini!". Ucap Jasmine menyentik kening Jessie.


Jessie meringis kesakitan sambil mengusap keningnya. Tiba-tiba Queen memegang perutnya sambil mengaduh kesakitan, wajahnya kelihatan pucat dan mengeluarkan keringat dingin.


"Aghhh... Ss... Sakit sekali! Pe... rut ku!". Ucap Queen dengan terbata.


Jasmine dan Jessie seketika menjadi terkejut sekaligus merasa panik, melihat keadaan Queen yang sedang kesakitan.


"Astaga Queen!!". Teriak mereka bersamaan.


"Kau kenapa?". Tanya Jasmine yang khawatir.


"Maghku... Maghku kambuh lagi!". Jawab Queen.


"Jes! Ayo kita bawa dia kerumah sakit sekarang! Kau bawakan barang-barangnya, aku akan memapahnya kedalam Mobil!". Titah Jasmine.


"Tunggu sebentar, aku bayar makanannya dulu!". Ucap Jessie, sambil berlari kearah kasir Restaurant.


Dari kejauhan beberapa lelaki yang baru saja masuk kedalam Restaurant itu, melihat kejadian itu. Mereka bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada Jessie dan Jasmine yang terlihat panik dan Queen yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


"Apa yang terjadi?". Tanya Jimmy kepada kedua sahabatnya.


Nathan mengangkat bahunya acuh, sementara Vanno hanya diam mematung. Jessie yang baru saja akan lewat didepan mereka, dengan cepat Jimmy menghentikannya.


"Tunggu!". Cegah Jimmy sambil memegang tangan Jessie.


Jessie melempar tatapan tajam kearah Jimmy, lalu beralih kepada tangannya yang dipegang lelaki itu.


Seolah mengerti, Jimmy segera melepaskannya.


"Itu bukan urusanmu! Jadi, minggirlah! Aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu!". Tegas Jessie, berlalu meninggalkan tiga lelaki itu.


"Cih. Gadis galak itu sungguh menyebalkan!". Gurutu Jimmy.


"Van!". Panggil Nathan.


Vanno menoleh ke arah lelaki itu.


"Ada apa?". Tanyanya.


"Kurasa ada yang tidak beres dengan gadis itu! Lihatlah wajahnya pucat sekali! Sebaiknya kita susul mereka!". Ajak Nathan.


Tidak dipungkiri bahwa Vanno pun menyadari itu, namun karena acuh dia tidak mau ambil pusing.


"Iya Van! Sebaiknya kita susul mereka, aku kasihan melihatnya!". Timpal Jimmy.


"Baiklah! Ayo kita susul mereka dan memastikan gadis itu baik-baik saja!"


Vanno berjalan mendahului kedua sahabatnya, berniat untuk menghampiri ketiga gadis itu yang hendak masuk kedalam Mobil.


"Hati-hati Jes!". Ucap Jasmine kepada Jessie yang akan mengemudi.


"Kau tenang saja, aku akan membawa kalian dengan selamat!". Ucap Jessie meyakinkan.


Vanno tidak dapat mengejar Mobil mereka, jadi terpaksa lelaki itu harus menyusul mereka sampai kerumah sakit.


"Astaga Lelaki itu! Dia tidak menunggu kita!". Gerutu Jimmy saat Vanno sudah keluar dari area parkir menggunakan Mobilnya.


Tidak lama suara ponsel Nathan berbunyi dan lelaki itu merogoh ponsel yang ada didalam saku celananya, kemudian mengangkat telepon dari Vanno.


Tutt...


"Hallo?"


"Maaf aku meninggalkan kalian, cepat susul aku dirumah sakit kota!"


"Apa rumah sakit? Baiklah-baiklah! Kami segera kesana sekarang!"


Nathan menutup teleponnya, lalu mengajak Jimmy mencari taxi untuk pergi kerumah sakit.


°°°°°


Mobil yang dikendari Jessie telah sampai didepan sebuah Rumah Sakit kota, dan memapah Queen untuk masuk kedalam.


"Pelan-pelan!". Ucap Jasmine kepada Jessie.


Wajah Queen semakin pucat, yang membuat mereka semakin panik dan tergesa-gesa ingin segera membawa Queen kedalam ruangan.


"Bertahanlah sebentar Queen! Kita akan sampai diruang periksa!". Ucap Jasmine mencoba menenangkan Queen.


Dibelakang mereka ternyata sudah ada Vanno, lelaki itu baru saja tiba. Dia melihat Queen dipapah dengan susah payah oleh kedua sahabatnya langsung menghampiri dan mengambil alih tubuh Queen.


"Biar aku yang menggendongnya!". Titah Vanno sambil menggapai tubuh Queen dan menggendongnya.


Jessie dan Jasmine tidak bisa menolak, karena Queen harus segera diperiksa dan ditangani. Akhirnya mereka membawa Queen kedalam ruangan periksa dan menunggu diluar untuk informasi selanjutnya.


"Apa yang terjadi padanya?". Tanya Vanno yang masih berdiri didepan mereka dengan nada sedikit khawatir.


"Dia terkena Magh ringan! Tapi sebelumnya tidak sampai seperti ini! Pasti dia menderita menahan sakitnya!". Jawab Jasmine dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kita do'akan saja semoga dia baik-baik saja!". Titah Vanno.


Nathan dan Jimmy telah sampai disana dan langsung menanyakan keadaan Queen.


"Bagaimana keadaannya?". Tanya Jimmy.


"Dia masih ditangani!". Jawab Vanno.


"Apa yang terjadi padanya?". Tanya Nathan!


"Dia hanya mengalami Magh ringan! Itu baik-baik saja!". Jawab Vanno.


Berbagai persaan campur aduk yang dirasakan Vanno, namun lelaki itu hanya diam pura-pura tenang. Vanno pun tidak mengerti apa yang terjadi padanya saat ini, hingga begitu menghawatirkan keadaan Queen.










Lanjut lagi;)


Jangan lupa beri dukungan berupa Like, vote and rate. Terima kasih;)