Love Storm

Love Storm
Queena



Menjadi salah satu mahasiswi di Imperial College London (ICL) adalah impian semua orang, hal ini juga berlaku bagi Queena Vebiola Baranta.


Selama bertahun-tahun Imperial College London (ICL) selalu menempati posisi sebagai salah satu universitas terbaik di Inggris.


Imperial College London (ICL) merupakan salah satu institusi yang juga secara konsisten menempati peringkat terbaik di dunia dalam sains, teknologi, teknik, kedokteran dan bisnis.


Institusi yang berdiri di awal abad 20 ini dikenal dengan keberagaman siswanya yang berasal dari 125 kewarganegaraan. Hingga saat ini, Imperial College London (ICL) telah memiliki sekitar 16 ribu siswa dengan jumlah staf yang mencapai 8000. Alumni terkenal dari Imperial College salah satunya adalah Sir Alexander Fleming, seorang biologis dan farmakologis. 


Suatu kebanggan bukan, menjadi salah satu mahasiswi di sini? Selain ilmu yang didapat lebih luas harganya pun tidaklah murah. Hanya anak konglomerat yang bisa dengan mudah masuk kesini tanpa tes IQ. Tapi, beruntung bagi mahasiswi yang punya IQ tinggi sehingga mendapat beasiswa disini.


Dan ditempat inilah gadis cantik ini menemukan tambatan hatinya.


Queena gadis cantik namun memilih berpenampilan sederhana ini sudah resmi menjadi mahasiswi. Setelah dengan mudah melewati ujian penerimaan mahasiswi karena kepintaran dan juga memiliki orang tua kaya raya yang selalu memberikan yang terbaik untuknya.


Queena anak kedua dari Kenzi Rahel Baranta dan Stella Naomy Baranta. Daddy seorang raja bisnis dari KS Group dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan dan Mommy sebagai pemilik Toko Perhiasan terbesar di London.


Ia juga memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat menyayanginya yaitu, Enricko Delano Baranta. Pria ini begitu posesif terhadap Queena yang merupakan adik satu-satunya. Apapun yang diminta adiknya akan dikabulkan selagi ia bisa, tapi Queena jarang sekali meminta sesuatu jika ia menginginkan. Ia lebih memilih berusaha dahulu sebelum meminta bantuan kakaknya. Ricko juga sama seperti Daddy nya yang gila bisnis, tak jarang ia harus bolak balik kenegeri tetangga karena mengurus perusahaan sendiri dan perusahaan Daddy ken.


Seperti hari ini sebagai janji, Ricko mengantar adiknya ke kempus. Mengingat semalam adiknya terus mengomel karena terlambat menjemput Queena pulang kuliah.


"Queena is my sweaty!! Cepat lah turun! Nanti kakak terlambat kebandara". Suara Ricko berteriak membuat seisi rumah terkejut.


Dari tadi dia menunggu di meja makan karena adik semata wayangnya belum juga keluar dari tempat smedinya. Membuat Ricko berkali-kali mendengus kesal. Bagaimana tidak dia hanya punya waktu 2 jam untuk sampai kebandara. Sedangkan sekarang sudah memakan waktu 30 menit, itu berarti tinggal 1 jam setengah untuk bolak balik (ICl) ke bandara.


"Iya iya... Queen udah selesai kak". Nampak Queen yang tengah berjalan menghampirinya, lalu mencium pipi kiri Ricko. Membuat kakaknya yang tadi terlihat kesal kini tersenyum lebar.


"Selamat pagi kak!". Sapa Queen.


"Selamat pagi juga adikku!". Balas Ricko.


Tidak perlu menunggu lagi, Queen langsung menikmati sarapannya dengan tergesa-gesa. Ricko hanya menggeleng kepala melihat tingkah adiknya.


"Jangan terburu-buru nanti kamu tersedak!"


"Queen takut terlambat kak". Masih mode mengunyah Queen berusaha menjawab.


Queen baru saja menyelesaikan sarapannya langsung saja berdiri menyaut tas yang ada disamping kursi yang didudukinya, sedang Ricko yang sudah dari tadi selesai tengah sibuk memainkan ponselnya.


"kak! Queen sudah selesai, ayo kita berangkat". Ajak Queen yang sedang berdiri disamping Ricko.


Ricko menoleh. "Sudah? Tidak ada yang ketinggalan lagi?". Sambil berdiri dan menyimpan ponsel genggamnya di dalam saku celana.


"Sudah. Tidak ada yang ketinggalan lagi". Jawab Queen dengan yakin. Ricko sudah hafal dengan sifat pelupa adiknya, sehingga ia harus mengingatkan adiknya dahulu sebelum berangkat kemana-mana.


Pernah sekali Queen berbelanja disupermarket, tapi saat mau membayar belanjaannya ternyata ia lupa membawa dompetnya untung lokasi tidak jauh dari rumahnya. Sehingga ia masih bisa meminta tolong supir untuk membawakan dompetnya. Kebiasaan Queen jika terburu-buru mau kemana-mana pasti ada yang lupa, tapi tidak tau kali ini barang apa lagi yang ia lupakan. Serasa tadi sudah siap semua.


Kenapa mereka tidak sarapan serta tidak pamit kepada orang tua mereka? Ya, karena orang tua mereka sedang di spanyol untuk mengurus anak perusahaan mereka yang sekarang sedang berkembang pesat, meski belum lama membuka project itu tapi sudah memadai.


Tidak heran Queen kadang merasa kesepian dirumah karena jika daddy dan mommy nya diluar dan Ricko pun kadang berangkat juga pasti Queen kesepian. Walaupun dirumah sangat ramai para pelayan dan asisten rumah tangga, tidak mungkin mereka berani untuk menemani apalagi bersenda gurau dengan Queen. Ada rasa segan dihati mereka, kadang Queen sedikit kesal karena mereka menutup diri terhadapnya, padahal ia sangat ramah pada mereka.


°°°°°


Ricko terlebih dahulu mengantar Queen ke kampus sekaligus memastikan adiknya sampai di kelas. Karena adiknya di sekolah berpenampilan sederhana, jadi dia sering dibully bahkan di hina mahasiswa karena tidak berpenampilan menarik. Padahal Queen begitu juga karena dia menghindari teman-teman yang sok akrab dan yang ingin mendekatinya karena harta.


Queen tidak mau punya teman seperti itu, makanya dia semenjak kuliah tampil sederhana, biar dia tau mana yang benar-benar tulus dan mana yang ingin memanfaatkan saja.


Untunglah masih ada mau berteman dengan tulus padanya dari awal masuk kuliah sampai sekarang, mereka tidak mempermasalahakan penampilan dan materi. Buktinya waktu pertama Queen masuk kuliah, mereka yang membantu Queen lepas dari seniornya yang sombong dan suka bully itu. Queen sangat bersyukur untuk itu.


Setelah melihat Queen sampai depan kelasnya, Ricko segera melajukan mobilnya menuju bandara.


Didepan kelas terlihat sahabat Queen sedang menunggunya sembari berbincang ria mereka melambaikan tangan ke arah Queen, tanda bahwa mereka menunggunya.


Queen berlari kecil menghampiri mereka, dengan nafas tersengal-sengal.


"Untung saja belum ada dosen"


"Kenapa kau bisa terlambat datang Queen?". Tanya Jessie Yonathan Josseph, sertakan anggukan juga dari Jasmine.


"Aku tadi bangun kesiangan. Itu semua gara-gara Kak Ricko!"


Jessie dan jasmine saling lempar pandangan sebelum Jasmine Nicholas bicara.


"Memangnya apa yang dia lakukan? sampai kau bilang itu gara-gara kakakmu!"


"Kalian tahu? saat aku sibuk dengan mimpi indahku tiba-tiba saja dia datang menggangguku". Jawab Queen dengan kesal sambil berjalan menuju bangkunya.


Sekali lagi kening mereka mengkerut karena bingung. "Mengganggu?". Tanyanya bersamaan.


Lagi Queen menoleh pada mereka. "Iya dia menggangguku hanya karena ingin minta dibuatkan Spaghetti! Padahal ada pelayan tapi dia malah repot-repot menyuruhku"


Mendengar jawaban Queen, mereka langsung tertawa. "Kau pasti dikerjai kakakmu. Seru jasmine lalu terkekeh melihat ekspresi Queen.


"Iya ku rasa juga begitu Queen! Kalau tidak mana mungkin dia harus repot mengganggumu hanya karena makanan"


Queen mengangkat bahu. "Mungkin". Ucapnya.


"Awas saja kalau nanti dia kembali, aku pasti akan membalasnya"


Happy reading 😊