Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Beach



“Biar aku yang melakukannya”.


Ujar bella menawarkan diri untuk mencuci piring2 kotor.


Clara mengerutkan alisnya dengan ragu-ragu dia memberikan spoons cuci piring yang sudah diberi nya cairan pembersih kepada bella.


“Apa kau yakin bisa melakukannya?” tanya Clara


“Ayolah Re, aku hanya ingin berterima kasih atas sarapan yang kau berikan”.


jawab Bella menyengir kuda


“Aku tahu niat baikmu, semoga saja kau benar benar mencucinya bukan memecahkannya”.


Bella langsung tertawa terbahak-bahak.


“Aku sudah memiliki sedikit kemajuan dibanding sebelumnya. sudah jangan banyak bicara!”.


ucap bella menggeser tubuh clara.


“Kemarin Om mengatakan jika malam ini dia akan datang mengunjungimu untuk makan malam”


“Aduh El, mengapa kau tidak mengatakannya lebih awal”. keluh Clara


“Sorry Dear! kau kan tau bagaimana keadaan ku semalam”.


ucap Bella dengan raut wajah bersalahnya


“Trus sekarang kita harus bagaimana?”


“Kenapa harus pusing, tinggal batalkan saja acara kepantainya kita bisa menggantinya dengan hari” usul bella.


“Tidak bisa begitu El! apa kau tidak melihat wajah Aeron? dia sudah seperti cicak yang siap memakan nyamuk hidup2”


“Memangnya apa yang sudah terjadi dengannya?”


belum sempat Clara menjawab Hp-nya sudah berdering, sebuah panggilan masuk yang ternyata dari orang tuanya.


“Papa”.


ucap Clara dengan suara setengah berbisik setelah melihat id sang penelepon.


...“ya halo pa”...


...“ ... .... ...... ”...


...“It's ok”...


...“ ..... ..... .... ”...


...“I miss you too”...


Tanpa mereka berdua sadari jika Aeron berdiri dipintu dapur dan mendengar separuh dari percakapan Clara.


dia mendengar Clara mengatakan I miss you too dan mengira itu adalah telpon dari calon tunangannya.


Belum sempat Aeron membelikan badan, bella sudah memergokinya.


“Aeron, kamu butuh sesuatu?” tanya bella


“Aku ingin mengambil air dingin”.


jawab Aeron sekenanya


Clara langsung menuju ke kulkas dan memberikan 1 botol air mineral.


Aeron mengambilnya dan langsung berlalu pergi tanpa berkata terima kasih terlebih dahulu.


Clara hanya mengernyitkan dahinya melihat sikap Aeron yang seperti nya sedang merajuk kepadanya.


“El, tadi papa mengatakan jika dia ada urusan mendadak dan harus pulang siang ini juga”


“Ya sudah kalau begitu kita lanjutkan rencana pantai, jam berapa kita akan berangkat?”.


tanya bella bersemangat


“Kita tanyakan kepada mereka saja” usul clara.


“apa kau sudah selesai?.


tanya Clara yang diangguki oleh bella


“jam berapa kita akan berangkat?” tanya Clara kepada ketiga laki-laki yang sedang asik bermain PS diruang tengah


“Setelah mandi kita akan langsung berangkat” jawab kevin mewakili yang lain


“kalau begitu cepatlah pergi mandi” ucap clara.


“El kau gunakan saja kamar mandiku, agar Al dan Kevin bisa menggunakan kamar mandi yang satunya”


“Okay baby”. jawab Bella


_________


Saat dikamar mandi ...


“Aaaa ... aaa ... aa ...”


Suara teriakan bella terdengar menggelegar, membuat kevin berlari kearah suara.


tokk ... tokk ...


Kevin mengetuk pintu kamar mandi yang bella pakai.


“Bell apa kau baik2 saja?”


“Dimana Re, mengapa kamu ada dikamarnya?”. tanya bella berteriak dari dalam kamar mandi


“Clara, dia sedang pergi bersama Aeron untuk membeli beberapa cemilan, lagian ada apa denganmu berteriak2 seperti didalam hutan saja?”


dengan buru2 bella menyelesaikan mandinya, dia ingin bertanya kepada kevin apa yang sudah dia lakukan kemarin malam saat dirinya sedang mabuk.


Fengan rambut yang masih basah dan hanya menggunakan handuk kimono dia membuka pintu.


Nampak kevin masih berdiri mematung didepan pintu menunggunya.


“Hey buaya apa yang sudah kamu lakukan semalam terhadapku?”.


tanya Bella dengan sorot mata mengintimidasi


“Semalam? memang apa yang sudah aku lakukan?”.


tanya balik kevin berpura-pura bodoh


“Tidak usah berbohong”.


ucap Bela dengan raut wajah seperti induk singa yang siap menerkam mangsanya.


“Katakan apa maksud dari semua ini?”.


ucap nya menunjukkan beberapa bekas kissmark ditubuhnya


Faham dengan maksud pertanyaan bella dan teringat kejadian kemarin dimana bella mengerjainya habis2an membuat kevin menyeringai dan mendekat kearahnya.


“Stop! apa yang ingin kamu lakukan?”.


ucap bella memundurkan langkahnya karena sedikit panik.


tapi bukannya berhenti kevin justru terus saja mendekat hingga tubuh bella membentur tembok .


“Kevin kau jangan macam-macam atau aku akan berteriak”.


ancam bella


Seolah tidak mendengar perkataan bella kevin langsung menarik pinggang bella dan memeluknya.


“Kam--, Hmpp-- ”.


ucapan bella terpotong karena sebuah benda kenyal menutup mulutnya


Mata Bella membelalak keluar dengan kedua bagi langsung menegang sehingga lututnya terasa lemas karena mendapati bibir kevin yang menyatu dengan bibirnya.


jantung bella tiba2 terpompa begitu cepat, karena dia memang belum pernah berciuman dan ini merupakan firstkiss untuknya.


Kevin dapat merasakan jika bella terlalu kaku dalam berciuman.


mungkin ini yang pertama untuknya walaupun kemarin malam tanpa bella sadari kevin sudah lebih dulu mencicipinya.


Kevin memperlembut lumatannya hingga bella terbuai dan perlahan mulai membalasnya walau masih terasa sangat kaku.


tangan kevin mulai bergerak nakal, tanpa sadar bella sedikit meleguh.


mendengar leguhan bella dengan cepat setan didalam dirinya mulai menggila, ciuman yang tadi nya lembut berubah sedikit menuntut.


Merasa jika bella sudah kehabisan stock oksigen di paru-parunya barulah kevin melepaskan panutannya.


Dia menyatukan dahinya kedahi bella, dengan arrogant nya dia mengklaim bella sebagai miliknya.


“Mulai detik ini kamu adalah milik seorang Kevin dan aku tidak menerima penolakan! aku juga tidak mengizinkanmu dekat dengan laki2 lain!” ucap Kevin.


“Maksudmu?”.


tanya bella masih sedikit linglung akibat ciuman yang mereka lakukan barusan.


“I means from now on you are Mine and I'm Yours! apa sudah mengerti?”


“Jadi maksudmu kita berdua--”


bella tidak menyelesaikan ucapannya karena malu.


“Iya sayang” bisik kevin ditelinga bella membuat dirinya semakin merona.


“Cepat pakai bajumu, jika terlalu lama melihatmu seperti ini aku tidak menjamin jika diriku tidak akan memakanmu saat ini juga”


Bella langsung mendorong tubuh kevin lalu berlari ke Walk-in Closet milik Clara saat sadar jika dirinya masih menggunakan sebuah kimono.


kevin menggelangkan kepalanya melihat tingkah lucu bella karena malu.


___________


Hampir satu jam perjalanan yang mereka tempuh.


tepat jam 03.00 sore mereka baru sampai disebuah pantai dengan pasir berwarna putih bersih.


“Wow, this beautiful beach scene!”


Teriak Clara bahagia saat tiba dibibir pantai.


“Ayo kita bermain”.


ucap Alen tak memperdulikan tatapan membunuh yang Aeron & Kevin berikan untuknya.


Clara & bella yang terlalu senang juga ikut melupakan keberadaan 2 laki-laki lainnya.


Mereka Langsung menanggalkan pakaian luarnya.


Karena sebelumnya mereka sudah memakai pakaian renang jenis tankini sebagai dalaman.


“What the fu**k Al, Kau benar-benar menyebalkan”.


maki Aeron kesal karena merasa terlupakan.


Kevin menepuk pundak Aeron sebelum berkata “aku perhatikan kau cepat begitu emosi sejak pagi ini! ada masalah apa?”


Aeron akhirnya menceritakan tentang ucapan Clara pagi ini.


“Jadi menurutmu apa yang harus aku lakukan?”


“Menurutku penilaianku Clara itu sepertinya menyimpan rasa untukmu. dilihat dari cara dia memperlakukan dan memandang mu saja orang sudah bisa menebak jika dia menyukaimu. apa kau tidak sadar tentang hal itu?” kata kevin.


“Awalnya aku juga merasa begitu, tapi setelah apa yang dikatakannya tadi pagi, aku menjadi ragu”


“Istu karena kau belum mencoba mengatakannya secara langsung”.


sanggah kevin


“Bagaimana bisa aku mengatakan perasaanku, sementara dirimu saja sudah berbulan2 tidak bisa menyelesaikan pekerjaanmu!”.


ucap Aeron sarkas


“Makanya jadi laki-laki jangan terlalu banyak pertimbangan”. ejek kevin


“Siapa tau setelah kalian resmi berpacaran maka dengan sendirinya dia menceritakan semua rahasia nya”


“Benar juga apa yang kau katakan! lalu bagaimana dengan dirimu sendiri? apa kau sudah memutuskannya?”


“Sekarang kami sudah resmi berpacaran”.


ucap kevin penuh rasa bangga


“Sejak kapan?”.


tanya Aeron sedikit terkejut


“Baru beberapa jam yang lalu, tepatnya waktu kau dan Clara pergi keluar”


Aeron tertawa sebelum berkata; “tak Kusangka ternyata cepat juga pergerakan mu. Kalau begitu selamat untukmu”.


ucap Aeron menepuk-nepuk bahu Kevin


“Ingat jangan kau coba-coba mempermainkannya, atau aku sendiri yang akan mencincang adik kecilmu itu”.


ancam Aeron yang disambut suara galak tawa oleh kevin


Mereka berdua sibuk mengobrol, sampai suara teriakan alen memanggil mereka untuk bergabung.


“Heyy ... kalian berdua ayolah Cepat kemari, kalian berdua itu sudah seperti gay yang sedang bermesraan ditempat umum saja”.


ledek Alen yang sontak membuat kedua gadis di sampingnya tertawa terbahak2.


“Sialan kau Al”.


ucap kevin merasa malu atas ucapan Alen karena banyak orang yang menatap ke arah mereka berdua


“Ayo Aer kita basmi kuman nakal itu”.


ajak kevin sambil melepaskan t-shirt yang ia pakai.


Lama mereka bermain di laut, Alen yang disiksa habis2an.


Dia dilempar & dibenamkan kepalanya kedalam laut sampai tersedak2.


"Ukhuk ... Ukhuk mengapa air ini begitu asin, jika aku terus meminumnya maka sudah pasti saat pulang darahku akan naik”.


ucap Alen bercanda


“mana ada air laut rasanya tawar”.


celetuk kevin menjitak kepala alen


“anggap itu sebagai hadiah untukmu karena sudah berani menyentuh tangan gadisku”.


ucap aeron menambahkan


“What? Apa kau bilang? Coba ulangi sekali lagi Aku tadi tidak mendengarnya dengan jelas! atau mungkin telingaku sudah tidak berfungsi dengan baik karena terlalu banyak air laut yang masuk ke dalam telinga ku?”.


canda Alen sengaja ingin membuat Aeron makin kesal


Iron benar-benar dibuat jengkel atas candaan Alen, dia berniat ke membenamkan kembali kepala sahabatnya itu.


tapi sebelum penyikasaan itu terjadi Alen sudah berteriak meminta pertolongan kepada Clara.


“Ra tolong aku benar2 disiksa oleh mereka”. ucap Alen berakting seolah2 dibenamkan dengan kasar oleh kedua sahabatnya padahal Aeron hanya sedikit saja menekan kepala Alen, dia sendirilah yang membenamkan diri sendiri.


Mendengar Alen memanggil nama nya Clara langsung berenang menghampiri mereka bertiga disusul oleh bella.


“kalian jangan begitu kejam kepadanya, kalau dia mati nanti bagaimana?” ucap clara


Alen tersenyum mendengar perhatian Clara


“kau lihat gadismu begitu perhatian kepadaku” ucap Alen berbisik sengaja memancing kembali emosi Aeron


“apa kau baik-baik saja Al?”.


tanya Clara sedikit cemas melihat mata Alen yang sudah berwarna merah.


“Ukhuk! aku baik-baik saja, hanya nafasku terasa sedikit sesak”.


ucap Alen sengaja terlihat lemah.


Clara menepuk2 pundak Alen.


“Kita kedarat saja dulu untuk mencari minum”.


ucap Clara tanpa melihat raut wajah Aeron yang sudah begitu masam.


Kevin yang mengerti langsung menarik tangan Bella.


“biar kami berdua saja yang membawa Alen, kau temani saja aeron ada yang ingin dia katakan kepadamu”. ujar Kevin


Seakan mengerti bella pun menuruti ajakan kevin.


“Ayo Al”.


ucap kevin menarik paksa tangan Alen yang masih saja berniat menggoda Aeron.


“Aeron, kata nya kau ingin mengatakan sesuatu?” tanya Clara setelah kepergian ketiga sahabatnya.


“Ee itu-”.


ucap Aeron bingung bagaimana mengatakannya.


“Apa kau benar2 sudah dijodohkan oleh orangtua mu?”.


tanya Aeron hati-hati


“Hem” angguk Clara


Tenggorkan Aeron terasa tercekat mendengar jawaban Clara walau hanya berupa deheman


“apa kau Mencintainya?”


Sambil menatap kearah ombak yang datang Clara berkata:


“ya aku sangat mencintainya, dia adalah cinta pertamaku”


Mendengar penuturan Clara membuat hati aeron semakin tercabik2, akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.


“Baguslah dengan begitu kamu bisa hidup bahagia”.


ucap Aeron menelan mentah-mentah rasa kecewanya.


“aku ketoilet sebentar”.


pamit Aeron berlalu meninggalkan Clara sendirian.


Aeron langsung mengganti pakaian nya dan segera pulang tanpa berniat untuk berpamitan terlebih dahulu.


Mereka yang menunggu Aeron, sejak tadi tidak menampakan batang hidungnya mulai kesal, beberapa kali kevin maupun Alen mencoba menghubungi nomor handphone aeron tapi tidak ada jawaban.


“Apa kalian tadi bertengkar?”.


tanya Kevin kepada Clara penuh selidik


“maksudmu?”.


tanya balik Clara tak mengerti


“bukannya kalian berdua tadi bicara?”.


ucap Kevin mengingatkan


“ya memang Kami tadi berbicara tapi dia baik-baik saja” ucap clara membela diri.


“ya ampun”.


ucap Clara menepuk jidatnya sendiri.


“Kenapa aku jadi bodoh begini, Aeron pasti sudah salah paham” batin clara.


“ada apa Re?”.


tanya bella seakan mengerti jika sepupunya ini pasti sudah salah bicara lagi.


Clara hanya menggelengkan kepalanya tidak berniat untuk menjelaskan


“Kalau begini lebih baik kita pulang saja, mungkin saja aeron sudah pulang tadi”.


ucap Alen memberi usul


Mereka pun menyetujui usul Alen.