
Selama perjalanan pulang Clara memeluk erat tubuh kekasihnya, sambil menyandarkan kepala nya kebahu Aeron ia teringat kejadian beberapa jam lalu.
Flashback On ...
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Clara saat melihat salah seorang team Aeron sedang mengutik bagian rem motor yang akan Aeron gunakan beberapa saat lagi.
Laki-laki yang dipanggil dengan nama Sam itu nampak gugup ketika melihat clara memergokinya.
melihat gelagat aneh Sam, Clara langsung menarik kerah bajunya dan mengambil sebuah pistol yang terselip dipinggang rampingnya lalu menodongkannya tepat dibagian perut Sam “Katakan” bentaknya
Sam menjadi semakin panik dengan penuh ketakutan ia mulai berbicara, “maaf! aku terpaksa melakukan nya, dia mengancam jika aku tidak menuruti apa yang yang ia perintahkan maka nyawa adikku sebagai taruhannya”.
ucapnya dengan suara bergetar penuh ketidak berdayaan.
Tawa mengejek terdengar keluar dari bibir mungil clara “melindungi nyawa adikmu dan menukarnya dengan nyawa orang lain?” teriak clara
Sam semakin gugup dia mulai tergagap “tidak! aku tidak berniat membunuh Aeron. aku hanya harus membuatnya cidera saja agar dia kalah dipertandingan ini” sanggah Sam
Clara semakin berang mendengar penjelasan dari Sam,
“Siapa?” bentak Clara yang sudah tersulut emosi.
“fanny ya namanya fanny! tolong maafkan aku” ucap Sam memohon & berlutut dikaki Clara
Clara langsung menghubungi Alen.
“Halo ra ada apa?”
“kebelakang sebentar dan jangan ajak siapapun!”
“memangnya ada apa Ra?”
“Nanti aku jelaskan, cepatlah kemari, kita tidak mempunyai banyak waktu”
Clara mematikan panggilan nya, dan tak berselang lima menit Alen pun tiba.
“Ada apa?” tanya Alen.
Sambil mengacungkan pistolnya Clara mendorong Sam yang sudah dalam posisi berlutut di lantai.
“katakan” perintahnya
karena takut Sam akhirnya menceritakan apa yang sudah dia lakukan dengan sangat kesal Alen langsung menghajar Sam tampa ampun.
“Alen cukup” .
teriak Clara menghentikan pukulan Alen yang membabi buta.
“Sekarang lebih baik kau segera perbaiki motor ini” saran clara.
Alen memeriksa bagian rem yang ternyata sudah sangat sulit untuk diperbaiki, dia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
karena kerusakan yang cukup parah & butuh banyak waktu untuk memperbaikinya.
“Berapa banyak waktu yang kita punya?” tanya Clara kemudian
“Kurang lebih hanya 15 menit, aku akan meminta Kevin untuk mengulur sedikit waktu”
“Sekarang antar aku kemansionku untuk mengambil sebuah motor”
“Maksudmu?”
“Sudah jangan banyak tanya lagi! cepat kau ambil motor mu, aku akan menunggumu disini”
Alen pergi mengambil motornya, sementara Clara mengetik sebuah sms kepada Aeron dia tidak mau Aeron mencari nya jadi dia meminta izin untuk pergi sebentar dengan alasan untuk membeli beberapa minuman.
Hanya dalam hitungan menit Alen sudah datang dengan sebuah helm di tangannya.
“Ayo cepat jalan”.
ucap clara setelah dirinya duduk dijok bagian belakang.
Alen memacu kendaraannya seperti orang gila, anehnya tidak sedikitpun Clara merasa takut. tidak sampai sepuluh menit mereka sudah tiba disebuah mansion yang sangat megah.
Clara langsung masuk menuju garasi tempat dia menyimpan semua koleksi motornya.
terdapat satu motor yang sama persis dengan milik Aeron hanya Platnya saja yang berbeda.
“Al coba kau periksa apa ada yang perlu diperbaiki?” tanya Clara.
dengan sigap Alen memeriksa semua bagian motor dan semuanya Ok tidak ada masalah.
“Kalau gitu kita cepat berangkat”.
ucap clara menaiki motornya.
Hanya dalam waktu tujuh menit mereka sudah kembali.
tidak ingin kejadian buruk terulang kembali Clara langsung menaruh motornya kehadapan Aeron
Aeron mengernyitkan dahinya melihat Clara yang datang membawa sebuah motor yang sama persis dengan miliknya.
Dia berdiri dan langsung bertanya ;
“sayang ini?” Clara turun dari motornya dan memberikan kuncinya kepada Alen yang baru tiba dibelakangnya.
“Nanti aku ceritakan” bisik Clara.
Clara menceritakan semua yang telah terjadi, sehingga Aeron menggertakan giginya karena menahan emosi.
“Sayang kamu jangan marah, kau harus tetap focus!
clara sambil mengusap lembut lengan kekasihnya.
Aeron melihat Alen sedang mengecek motor Clara dan mengganti plat yang ada dengan plat motor miliknya untuk sementara.
Dia menghampiri
Al?” tanya Aeron, dan dijawab acungan jempol oleh Alen.
“Lebih baik kau mencoba nya sebentar. aku sudah menyetting nya sama persis dengan milikmu” ucap Alen.
Flashback off ...
________
Waktu menunjukan hampir tengah malam saat mereka tiba di sebuah apartemen yang memiliki desain artistik yang berada di lokasi strategis.
Tanpa menghidupkan lampu terlebih dahulu Aeron langsung menekan Clara di dinding pintu dan mengecup bibirnya.
Sebuah ciuman yang begitu lembut, begitu memabukan.
tanpa sadar Clara pun ikut membalasnya dengan mengalungkan kedua tangan nya di leher Aeron.
Ciuman yang begitu intens membuat birahi didalam diri Aeron memberontak keluar.
Dia menahan tekuk leher Clara menggunakan sebelah tangan nya agar bisa memperdalam Lu*matan nya.
mengabsen seluruh isi di dalam mulut gadis itu, dan sebelah tangan lain nya ia gunakan untuk meremat bongkahan Kenyal didada Clara.
Hingga Clara mulai terengah2 mengimbangi rasa gairah yang kini perlahan menguasai kedua nya.
Lama mereka saling memanggut bertukar saliva sampai suara berisik dari temen2 team nya mulai terdengar baru mereka menghentikan permainannya.
_______________
malam ini mereka akan merayakan kemenangan yang aeron peroleh.
“Mari bersulang untuk kemengan Aeron” ucap kevin
...“Cheers”.... “Cheers”.... “Cheers”.......
Suara dentingan gelas beradu, mereka semua melakukan toast untuk kemenangan Aeron.
Party berakhir saat semua orang sudah mulai mabuk, hanya Clara dan Bella yang merupakan wanita dari 8 orang laki2 yang ada.
Aeron menyuruh kevin membopong bella sementara dia sendiri menggendong Clara. mereka berdua sengaja Aeron tempatkan dikamarnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
________
Keesokan hari nya Clara bangun lebih awal dia melihat langit2 kamar yang berwarna abu-abu, kemudian mengalihkan pandangan nya kesekitar.
warna hitam yang mendominan menunjukan kemungkinan besar pemiliknya adalah seorang laki-laki.
Dia mengingat-ingat kembali kejadian sebelumnya, ya mereka semalam mengadakan sedikit perayaan untuk kemenangan Aeron, kemudian dia minum sedikit lebih banyak hingga dirinya mabuk.
Clara menatap kesampingnya terlihat bella yang masih tidur begitu pulas, lalu dia melihat jam waker diatas nakas sudah menunjukan jam 11 siang.
Dia membangun kan bella, “El! El! El! bangun El!”
dengan rasa malas bella menggeliat, lalu menarik kembali selimut nya hingga menutupi kepalanya.
Karena bella yang memang sangat susah jika dibangunkan maka Clara membiarkan nya untuk tidur sedikit lebih lama lagi.
Dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan saat hendak mengganti pakaian dia lupa jika dia tidak mempunyai pakaian ganti.
Akhirnya dia berniat memakai baju Aeron tanpa harus mengganti pakaian dalamnya.
Saat dia membuka pintu, ada dua buah paper bag sudah berada diatas tempat tidur yang bertuliskan nama nya dan juga bella.
ternyata isinya sebuah t-shirt & sebuah celana jeans lengkap dengan pakaian dalamnya.
Clara sedikit merona saat memegang pakaian dalam yang berwarna Hijau tosca dengan Bahan brokat dan sedikit berenda yang terlihat sexy “Pas” gumam nya ketika menempelkan pakaian dalam bagian atas itu ketubuhnya.
Setelah berpakaian dia pergi keluar untuk memasak sedikit makanan.
Saat tiba didapur Clara melihat Aeron sedang membuat kopi.
dia memeluk manja kekasihnya itu dari arah belakang.
“terima kasih atas pakaiannya”
“Apa kau menyukainya” tanya Aeron
“Hem” balas Clara
Aeron memutar tubuh clara membawa gadis itu kehadapan nya.
Dengan sedikit menunduk dia mengecup bibir Clara.
“morning kiss” ucapnya.
“Apa kau menyukai pakaian dalam yang kekasih mu ini pilihkan?”
tanya Aeron tanpa malu dan dengan cepat Clara menghadiahi nya sebuah cubitan diperut laki2 yang sudah mulai berani menggodanya.
Aeron menangkap tangan Clara, dan melingkarkan kedua tangan mungil gadis itu dibelakang tubuhnya dan menggunakan sebelah tangan dia mengunci lalu menahannya.
Posisi mereka terlihat seperti sedang berpelukan. Aeron mengecap kembali rasa manis dari bibir yang sudah menjadi candu baginya.
“Ukhukk ... Ukhuk”
suara kevin menghentikan paksa kegiatan mereka
Clara langsung membenamkan wajah nya yang sudah seperti kepiting rebus didada aeron.
Kevin langsung pergi ketika menerima tatapan membunuh dari Aeron, dia langsung pergi untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk menemui bella yang masih tertidur dikamar Aeron.
“Sayang aku buatkan sarapan, kau ingin makan apa?”.
ucap clara memecah keheningan yang ada.
“terserah! asal masakan mu, aku pasti menyukai nya?”.
jawab Aeron membuka kan kulkas yang terlihat penuh oleh berbagai macam bahan makanan.
Hari ini mereka berencana tidak masuk sekolah, dan akan memanfaatkan waktu seharian untuk berbelanja dan menonton dibioskop.
_______
Didalam kamar kevin dengan jahilnya membangun bella dengan cara menggerayangi tubuhnya.
Dia menciumi bella dan memainkan dua puncak kembar bella dengan tangan nakal nya. sampai akhirnya bella terbangun karena merasa sepertinya ada ulat bulu yang merayap diatas tubuhnya.
“Kevin”.
panggil bella dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Kevin yang menulikan telinganya terus saja melancarkan aksinya sampai bella menyerah Dan akhir nya membalas tindakan kevin.
Bella mengeluarkan leguhan yang memancing jiwa laki2 Kevin menjadi semakin liar tak terkendali.
Kegiatan mereka terhenti ketika Clara ingin masuk dengan niat membangunkan bella untuk sarapan.
“Aaaaaa .. Aaaa ...”
teriak Clara ketika melihat kelakuan dua sejoli yang sudah saling tindih.
Aeron berlari menghampiri teriakan gadisnya, “ada apa sayang?” tanyanya
Clara menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya & menunjuk kearah sepasang kekasih yang sudah setengah naked diatas tempat tidur.
Aeron menyembunyikan wajah clara di dalam dada bidang miliknya dan segera menuntun nya keruang makan dengan sebelumnya sudah memberi tatapan membunuh kepada sepasang kekasih yang selalu saja bermesum ria.
Selesai mereka dengan sarapan yang sudah terbilang sangat telat mereka pergi kemall untuk berbelanja beberapa keperluan untuk liburan nanti.
_______
“El kau cobalah ini”.
Ucap clara memperlihatkan bikini berwarna kuning mustard
“dan aku akan mencoba yang ini”.
ucap nya membawa bikini berwarna Hijau olive
mereka berdua sekarang sedang menghabiskan waktu untuk berbelanja persiapan liburan disebuah mall terbesar di ibukota F.
Rencana nya liburan nanti mereka akan pergi ke Bahamas, tentu saja bersama dengan kedua orangtua Clara beserta tante Shena juga om Martin yang akan ikut berlibur tapi tidak dengan Aeron.
Setelah dirasa semua keperluan yang dibutuhkan sudah terbeli mereka pergi untuk menonton movie yang berjudul 'After We Collided'.
Aeron dan kedua temannya sudah menunggu di pintu masuk theater.
“Re lihat itu?”
ucap bella menunjuk kearah tiga wanita yang memunggungi mereka.
salah seorang dari ketiga wanita itu menoleh, Clara langsung bisa mengenalinya itu adalah Mika sudah bisa ia tebak dua orang lainnya pastilah Fanny & Neta
“sedang apa mereka?” batin clara
Clara mempercepat langkah nya di ikuti bella di belakang nya yang menenteng cukup banyak barang belanjaan.
“Apa yang kalian lakukan disini?”.
tanya clara tanpa menyembunyikan rasa kesal nya atas kejadian tadi malam.
“Clara kau juga disini?” tanya balik fanny
“kalau aku tidak disini sudah pasti kau yang akan menempeli kekasih ku”.
jawab clara malas
Fanny berusaha menyembunyikan emosinya dengan melebarkan senyumnya.
Dia mengeluarkan sebuah 'Birthday cart' lalu memberikannya kepada Clara.
“aku hanya ingin memberikan ini, datang jangan sampi tidak ya”.
ucap fanny sok manis.
Clara membaca kartu undangan yang diberikan fanny 'Birthday party' ucapnya yang diangguki oleh fanny.
Tidak ingin berlama2 fanny langsung berpamitan, sebenarnya dia sangat terpaksa mengeluarkan satu kartu lagi hanya untuk Clara & Bella,
tapi mau bagaimana lagi jika mereka berdua tidak datang maka sudah pasti Aeron juga tidak akan datang.
Ketika fanny berjalan baru tiga langkah Clara memangilnya kembali.
“jangan lupa kau masih memiliki Hutang yang harus kau bayar! dan aku memberimu kesempatan sampai acara ulang tahun mu selesai” Ucap Clara.
Masih dengan senyuman mengejek Clara kembali berkata;
“kau bisa melakukannya sendiri atau kau ingin aku yang membantumu? terserah kau saja”. ucap clara yang disambut suara tawa mereka semua.
fanny hanya bisa mengepal erat tangannya, untuk meredam emosi meninggalkan kedua gadis yang amat ia benci.