
“pagi Om Rio” Sapa Regan ketika berpas-an dipintu masuk kediaman keluarga Huang.
Rio yang merupakan asisten pribadi Justine mengernyitkan dahinya sebelum balik menyapa lalu bertanya, “pagi Regan, ada apa kau pagi2 sudah kemari?”
“aku ingin mengajak Justine & Alex keluar! apa mereka sudah bangun?”
“justine, dia ada diruang kerja sementara Alex sepertinya belum bangun”
“baiklah kalau begitu aku akan menemui justine terlebih dahulu” kata regan kemudian melangkah pergi.
Kerena mereka bersahabat sejak kecil maka seluruh penghuni kediaman Huang mengenal regan dengan baik. kediaman keluarga Huang sudah bisa dikatakan sebagai kediaman kedua baginya.
Regan langsung menuju ruang kerja Justine kemudian mengetuk pintu.
...tok. ... tok ... tok ......
“ada apa lagi Rio?” tanya Justine dari balik pintu yang mengira jika asistennya lah yang kembali.
“ini aku Regan” Jawab sang pengetuk pintu.
“masuk” balas Justine kemudian. “ada apa pagi-pagi datang kemari?” tanya Justine
“Come on dude! apa tidak boleh aku berkunjung kemari? aku bosan sarapan sendirian dirumah!” ucap Regan beralasan.
dia duduk dikursi dihadapan justine, dan menatap raut wajah Justin yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu, “Are you okay?”
“memangnya aku kenapa?” tanya balik justine sambil menyimpan map hitam yang berisi berkas tentang Clara dilaci mejanya.
kemudian lanjut bertanya “jujur ada perlu apa kemari?”.
“jujur saja sebenernya Vincent meminta aku untuk mengajak kalian berdua pergi keparty yang dia buat!”
suara seorang pelayan menjeda perbincangan mereka “maaf tuan, sarapan sudah siap”
“ya” jawab Justin singkat.
“apa kamu sudah sarapan?” tanya Justin, regan pun menggelengkan kepala sebagai jawaban, “ayo kita sarapan dulu” ajak justine.
“kemana yang lainnya?” tanya Justine ketika mendapati meja makan yang nampak masih kosong.
“tuan besar dan nyonya, mereka berdua pagi-pagi sekali sudah berangkat ke bandara. Katanya Mereka ada pekerjaan bisnis di london tuan, Kalau tuan muda Alex sepertinya dia masih belum bangun” jawab sang kepala pelayan.
Justin memegang dagunya dan mengangguk kecil, “jam berapa Adik ku pulang semalam?” tanyanya kepada kepala pelayan
“lewat tengah malam Tuan, sekitar jam 2”
“ya sudah tidak usah bangunkan dia, biarkan dia istirahat lebih lama lagi”
Justin duduk di di kursinya, dan regan duduk disampingnya, “tuan muda Regan Anda ingin minum apa?” tanya seorang pelayan.
“buatkan aku kopi hitam tanpa gula” ucapnya.
Mereka berdua memakan sarapan sambil mengobrol, “sebenarnya aku masih merasa sedikit kesal kepada Alex!” ucap Regan
Justin memutar bola matanya, mengalihkan pandangannya dari sarapan yang berada dihadapannya kepada regan, “ada masalah apa dengan kalian berdua?”
“bukan masalah besar, aku masih kesal saja dia menggangguku tempo hari”
“mengganggu mu? apa yang telah Alex lakukan?”
“dia mengganggu ku, ketika bersama wanita yang aku cinta”
“maksudmu kamu telah menemukan wanita itu?”
“ya secara tidak sengaja, dia satu sekolahan dengan sepupuku, fanny! dan aku berencana untuk pindah sekolah agar bisa melihatnya setiap hari”
“apa kau sungguh mencintai gadis itu?”
“bukan cuma Mencintainya, tapi aku sudah benar-benar tergila-gila kepadanya! Dia sangat berbeda dari gadis kebanyakan”.
regan menyesap Kopi Hitam dengan memejamkan matanya sambil membayangkan wajah cantik Clara, lalu lanjut berkata “dia cantik, pintar, dan juga mandiri, pokoknya berbeda dari banyak wanita yang aku kencani selama ini” puji regan.
Justin tersenyum bahkan ingin tertawa melihat kelakuan sahabatnya yang telah dibutakan oleh cinta, “Coba kau perlihatkan fotonya kepadaku! aku akan membantu mu untuk menilainya”
“kau meragukan perkataanku?” regan kemudian mengeluarkan sebuah benda pipih dari saku celananya, dan membuka galeri fotonya, “sekarang Lihatlah!” ucapnya memberikan handphone tersebut.
Justin sempat mematung ketika melihat foto seorang gadis yang ia kenali, “ada apa?” tanya Regan, dan justin hanya diam tak menjawab. “jangan kau bilang jika kau juga menginginkannya!” sangka Regan.
“pantas saja jika regan tergila-gila, ternyata Gadis itu adalah clara” batin Justine.
Justine hanya tersenyum mendengar penuturan regan, dan dalam hati dia berkata “tapi aku juga menginginkannya”.
Obrolan mereka terhenti saat mendengar suara kaki seseorang menuruni anak tangga, “pagi tuan Alex” sapa salah satu pelayan, “HM” Alex hanya membalasnya dengan sebuah deheman lalu berjalan menuju ke meja makan.
Justin dapat melihat wajah Regan maupun Alex terlihat tidak bersahabat seperti biasanya, “ada apa dengan mereka berdua? apa mereka sama-sama menyukai Clara?” tanya Justin dalam hati.
“pagi Kak” sapa Alex kepada kakak tirinya,
“pagi, kau ingin pergi kemana?” tanya Justine ketika melihat penampilan adiknya yang sudah sangat rapi.
“aku ingin pergi kepanti asuhan”
Justin mengerutkan keningnya, kemudian bertanya kembali untuk memastikan pendengarannya tidaklah salah “panti asuhan?”
“iya Kak, panti asuhan” jawab alex mulai kesal.
tanpa sengaja Alex melihat foto Clara dilayar handphone milik Regan.
dari raut wajah Alex justin dapat menebak jika Adiknya juga menyukai gadis itu.
justine berpura-pura tidak mengenal clara dia bertanya, “apa kau mengenal gadis ini?”, “ya dia teman satu sekolahku” jawab Alex kemudian duduk di kursinya.
“Clara aku tidak perduli berapa banyak pria yang menyukaimu, bahkan aku juga tidak perduli jika kamu sudah menjadi milik orang lain, aku akan tetap merebutmu dari mereka semua” janji Justine dalam hatinya.
“ngapain kamu pagi-pagi kemari?” tanya Alex ketus kepada Regan, “hanya menumpang sarapan” jawab Regan tanpa tahu malu.
Alex yang masih kesal dengan kelakuan Regan tidak ingin berlama-lama berada di meja makan, setelah menyelesaikan satu potong sandwich dan satu gelas susu dia langsung berpamitan “kak aku pergi dulu” pamitnya
“ya hati-hati dijalan!” balas Justin.
Setelah punggung Alex tidak nampak lagi baru Regan membuka mulutnya, “kau sungguh menyayanginya dan terlalu memanjakan adik tirimu itu!”
Justine sedikit mengeraskan rahangnya karena tidak suka dengan perkataan yang baru saja regan melontarkan, “jangan pernah kamu mengatakan itu lagi” kata justine memperingatkan regan.
regan membekap mulutnya pasalnya dia tahu jika dia sudah salah bicara. Walaupun hubungan mereka adalah kakak adik tiri keduanya sangat saling menyayangi.
“oke maaf!” ucapnya merasa tidak enak. “jujur saja aku masih kesal dengannya, karena dia gadisku kabur tempo hari”.
Penasaran dengan apa yang telah terjadi justine pun bertanya, “apa yang telah alex lakukan?”
regan menceritakan kejadian waktu itu, dalam hati Justin berkata; “untung saja Alex datang tepat waktu, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Gadisku! tunggu apa gadisku? apa aku benar-benar sudah menyukainya? tidak! tidak ini tidak benar! ada apa dengan otak ku?”. ucap Justine bermonolog dalam hati.
“Justine kamu melamun?, mengapa sejak tadi kamu hanya Diam saja? apa kamu tidak mendengarkan cerita ku?”
“tidak aku tidak melamun, aku mendengarkan apa yang kau ceritakan!”
“sekarang katakan siapa yang salah?” tanya Regan meminta pendapat
“kau yang salah!” ucap Justin tegas
“kenapa bisa aku?”
“karena kau memaksakan kehendak mu!”
“aku mencintai nya!”
“tapi caramu salah!”, regan tersenyum mengejek “katakan kepadaku Bagaimana cara mencintai dengan benar? Apa seperti caramu mendapatkan Fanny?”
Sesaat justine diam, “ternyata aku tidak mencintai Fanny, aku hanya terobsesi kepadanya” ucap Justine mengakui.
“setelah kau menidurinya kemudian kau bilang hanya sekedar obsesi?”
“aku bukan yang pertama, dia pernah bersama dengan orang lain sebelum denganku!”
Regan terdiam mendengar perkataan Justine, “apa karena itu alasannya sehingga dengan mudahnya kamu bilang tidak mencintainya dan semua yang sudah kamu lakukan selama ini hanyalah obsesi semata?”
“pada dasarnya memang kami tidak ada hubungan, dan aku juga tidak mengetahui dengan jelas apa perasaan ku sebenarnya.
apa aku mencintainya atau hanya sekedar terobsesi kepadanya! dan setelah kejadian malam itu baru aku mengetahui dengan pasti apa perasaan ku”.
regan mendengus mendengar penjelasan justine, dia hendak berbicara kembali namun justine sudah lebih dahulu menggantikan nya.
“sudahlah jangan kau rusak hariku dengan pertanyaan2 yang tidak penting” ucap justine ingin mengakhiri perdebatan.
Setelah sarapan Justine kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian, hari ini mereka akan pergi menghadiri undangan Vincent.
tadinya mereka akan pergi bertiga bersama dengan Alex akan tetapi karena perdebatan antara Alex dan Regan sepertinya belum reda, maka mereka memutuskan untuk pergi berdua lagipula Alex kebetulan memiliki kegiatan lain.