
Nampak Kevin berjalan dengan begitu bersemangat seraya bersenandung, dia ingin segera menemui bella & menyiksa gadisnya.
dia merasa begitu gemas akan kelakuan kekasihnya yang begitu pintar memancing emosinya dengan cara menentangnya habis-habisan.
tadi sewaktu semua orang memberi mereka ucapan selamat dia tidak berada disana, karena Aeron memerintahkannya untuk menghubungi pengacara mereka agar secepat mungkin bisa menyelesaikan tentang surat kepemilikan sebuah pulau yang telah Aeron dapatkan beberapa waktu lalu.
pintu terbuka dari Luar, bella sengaja tidak menguncinya karena tau jika Kevin pasti akan menemuinya.
bella hanya memakai sebuah t-shirt yang kebesaran hingga menutupi sebagian pahanya dia berbaring miring membelakangi pintu sambil memainkan hpnya, karena terlalu focus berbalas chat dengan Shasa membuat dia tidak menyadari jika kevin sudah berbaring tepat disampingnya.
"Sekarang sudah waktunya kamu menerima hukuman sayang!" bisik Kevin dengan seringai liciknya.
bella yang terkaget karena pelukan yang kevin berikan dengan reflek tanpa sengaja menjatuhkan hp dari tangannya.
dia yang mengerti maksud dari hukuman yang Kevin katakan menjadi sedikit takut dan perlahan menggeser tubuhnya, mencoba untuk melepaskan pelukan kevin.
tapi sayangnya gerakan sudah terbaca oleh kevin, dia sudah terlebih dahulu mempererat pelukannya mengunci bella dalam dekapannya kemudian membalikan tubuh bella agar menghadap kewajahnya.
"Kevin aku kan sudah meminta maaf kepadamu" ucap bella mencabikan bibirnya dan memasang puppy eyes.
"Ya aku juga sudah memaafkan mu sayang. tapi aku tetap menginginkanmu!" ucap kevin sambil membenamkan wajahnya keceruk leher bella dan sedikit menghisapnya.
ketika bella hendak berbicara untuk memprotes tindakan kevin, sebuah benda Kenyal telah membungkam bibirnya.
Kevin menciumnya dengan sedikit kasar meluapkan kekesalan yang telah dia tahan selama beberapa jam belakangan.
karena merasa sudah sangat lelah maka bella sudah tidak memiliki tenaga untuk memberontak, dia membiarkan Kevin melakukan sesukanya. merasa tidak ada penolakan dari gadisnya, akhirnya Kevin mulai memperlembut lumatannya.
Ciuman kevin yang begitu lembut perlahan mulai membuat bella terbuai, tangannya yang tadi berada di dada Kevin kini sudah berpindah tempat yang seharusnya, bella mengalungkan tangannya keleher kevin dan mulai membalas ciumannya.
Merasa jika Bella sudah terbuai dengan cumbuannya, kevin mulai memainkan tangannya secara nakal. dia memasukkan telapak tangannya kedalam baju bella dan menyentuh secara langsung kulit belakangnya lalu melepaskan pengait kacamata pengaman yang bella kenakan. hingga tangan kevin sudah bergerilya tempat2 lain, tepatnya dikedua gunung kembar yang Kenyal.
kevin terus menciumi bella menyesap jengkal demi jengkal dari rasa manis ditubuhnya dengan posisi tangan yang terus memainkan kedua benda kesukaannya.
Melihat bella yang sudah mulai terangsang Kevin semakin membulatkan tekadnya jika malam ini dia harus menjadikan gadis yang berada dibawah kukungannya saat ini sebagai wanitanya.
Perlahan satu persatu, helai demi helai kain penutup tubuh bella dia lepaskan, bella sudah benar-benar terbuai, dia tidak sadar jika dirinya sudah hampir tak berpakaian hanya menyisakan satu kain tipis sebagai penutup tempat yang disebut sebagai surganya dunia.
Kevin mencium bibir bella lalu turun ke tulang selangka meninggalkan jejak kepemilikan disana, lalu mengecup pundak dan menghisapnya. kemudian turun ke puncak dada bella, bermain-main dengan kedua benda yang terlihat sangat menggemaskan.
"Enghh ... !" suara leguhan akhirnya lolos dari bibir manis bella disaat Kevin terus bermain dengan kedua benda yang hanya dimiliki oleh kaum yang bernama Wanita.
setelah puas memainkan kedua benda kembar identik itu, kevin turun kebagian perut bella yang terlihat masih rata kemudian mengecupnya, sampai akhirnya nya dia sampai pada tempat tujuan terakhir nya.
dia berteriak prustasi saat membuka kain terakhir yang berada ditubuh bella.
"Agrhhhh! Bel-laa !!!" teriak nya sangat kesal yang hampir membuatnya terkena serangan jantung karena melihat noda merah disegitiga pengaman yang bella kenakan.
"gagal lagi! gagal lagi! makinya kepada diri sendiri seraya memukul-mukul kasur yang tidak bersalah.
pipinya langsung memanas, seperti terbakar saat mengetahui jika dia masuk dalam masa periodenya.
bella memang sangat malu sekaligus ingin tertawa dalam waktu bersamaan saat melihat raut wajah kevin yang nampak begitu mengenaskan.
dia yang memang tidak membawa persiapan roti tawar mau tidak mau harus meminta bantuan kepada kevin, "sayang" panggil nya lirih kepada kevin yang telah membaringkan diri yang posisi topless, "bisakah kamu membantuku mencarikan pembalut?"
mata Kevin yang tadinya terpejam langsung melompat keluar mendegar permintaan bella.
"sayang kamukan bisa meminta bantuan Clara" tolak kevin malas
"aku sudah menghubungi nya tapi dia tidak menjawab dan aku juga yakin dia tidak memiliki nya!" ucap bella dengan mimik berpura2 sedih.
dengan terpaksa kevin membangunkan tubuhnya, "tunggu disini aku Akan mencarikan nya untukmu" lalu dijawab bella dengan ucapan terima kasih "thank you my dear"
"Simpan saja ucapan terima kasihmu, karena aku akan menghitungnya sebagai hukuman kelak!" ucap kevin berironi.
bella membelalak tak percaya dengan apa yang telah dia dengar dengan muka memelas dia menggigit bibirnya, "bella berhentilah menggigit bibirmu seperti itu atau aku bisa saja menerjangmu sekarang juga!" ucap kevin prustasi dan langsung berdiri memakai bajunya.
karena posisi mereka berada dipuncak maka Kevin tidak tau harus mencari kemana benda keramat itu.
dia menelpon Aeron agar membantunya menanyakan kepada clara yang dijawab Aeron Clara sudah tertidur dan tidak bisa dibangunkan, bahkan Aeron dengan tega nya menyuruh dirinya untuk mencari Asta atau Rena.
setelah menemui Asta dan tidak mendapatkan nya, harapan terakhir kevin hanya lah rena tapi jika rena tidak juga memilikinya maka dengan berat hati dia harus keluar untuk membeli nya.
dan sialnya rena pun tidak memilikinya, "benar2 apes!" maki Kevin sambil berjalan menuju kemobilnya.
samar-samar dia mendengar suara alen yang sedang menerima telpon, tidak ingin sendiri menikmati rasa jengkelnya serta tidak ikhlas melihat Alen yang sedang tertawa bahagia dia langsung menyerat Alen untuk menemaninya, "temani aku" ucap kevin memaksa.
Alen yang sedang menerima telpon dari Shasa langsung memaki kevin dengan mengabsen semua nama setan beserta komplotannya.
tidak memperdulikan makian Alen, kevin terus saja menarik kerah bathrobe Alen sampai kedalam mobilnya.
"kev kamu udah gak waras apa sudah sakit jiwa?" tanya Alen ditemani dengan makian, "kamu mau bawa aku kemana brengsek, kamu tidak lihat apa yang aku pakai?" cerocos Alen kesal pasalnya dia belum sempat mengganti baju renangnya, dan kini dia mulai merasakan dingin dikulitnya.
"temenin aku mencari roti tawar keramat!" jawab kevin singkat langsung menghidupkan mesin mobilnya.
setelah satu jam lebih mereka baru kembali,
Alen langsung masuk kekamarnya karena sudah lelah ditambah lagi dengan rasa kesal.
sementara kevin langsung pergi menemui gadis yang telah membuatnya malu setengah mati.
melihat kamar yang terlihat kosong, kevin langsung mencarinya kedalam kamar mandi.
bella sedang duduk diCloset dengan wajah meringis menahan sakit, "Kamu datang terlalu cepat sayang, sampai bisa bersaing sama siput yang meraton". sindir bella kesal karena menunggu sangat lama