Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Masalah



Dikala matahari terbenam bagaikan cahaya kristal yang menembus lautan hingga menciptakan pemandangan yang indah disepanjang pantai.


bias jingganya diujung cakrawala dan cahaya merah menghiasi langit, menembus awan yang ada dihadapannya.


tiupan angin sejuk dari pohon kelapa menambah indahnya ciptaan sang maha kuasa


“Benar kata orang ternyata pesona Matahari senja begitu melekat, indah menyejukkan mata. warnanya menenangkan hati walaupun hadirnya hanya sesaat namun esoknya akan tetap kembali dengan janji yang pasti” Kevin terus saja berbicara memuji keindahan sang surya, “sayang bagaimana menurutmu?” tanyanya meminta pendapat bella atas apa yang ia katakan barusan.


Dia tidak mengetahui jika kekasihnya itu tengah tertidur pulas didalam pelukannya.


sampai dua kali kevin mengulangi pertanyaan yang sama hingga ia memutuskan untuk menoleh kewajah manis yang selalu bisa membuat hatinya bahagia.


dia baru menyadarinya ketika dirinya bertanya tapi tak kunjung mendapatkan suara jawaban dari gadis yang biasanya sangat cerewet itu.


Kevin menarik nafas dan menghembuskannya menelan sedikit kekecewaan “sia-sia saja aku berbicara panjang kali lebar seperti seorang pujangga ternyata kau tidak mendengarkannya” gerutu kevin ketika melihat bella yang tidur pulas seperti anak kecil tanpa dosa.


Dia mengambil Hp-miliknya untuk melihat sudah jam berapa, mata sipitnya langsung membelalak keluar saat melihat lima panggilan tak terjawab dari Aeron “habis sudah diriku!” ucap Kevin dengan suara lantang hingga mengusik bella dari tidurnya.


“Hoamz !!! Ada apa sayang?” kevin tak menjawab pertanyaan dari gadisnya itu dia hanya memberikan handphonenya kepada bella agar tahu dengan sendirinya.


Tanpa disangka bella justru langsung memarahi dan menyalahkannya “Aduh Kevin mengapa kau tidak mengangkatnya bodoh?” celetuk bella tanpa sadar kemudian dengan cepat langsung membungkam mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


Pupil mata kevin langsung menyipit ketika mendengar ucapan bella, dia bersedekap dada sebelum menjawab; “mana aku mendengarnya kekasihku yang pin-tarrr jika handphoneku saja dalam mode silent” ucap kevin sengaja menekankan kata pintar kepada kekasihnya itu.


Bella langsung menyengir tanpa dosa memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi tanpa kawat pengikat sebelum berkata maaf; “I'm sorry sayang! aku tadi hanya keceplosan saja!” ucapnya dengan langsung menyambar bibir Kevin memberikan sebuah kecupan agar kekasihnya itu tidak menceramahinya. (luluh sudah hati babang Kevin kalau sudah begini guys 😂)


“Sayang tadi aku bermimpi?” ucap bella setelah melihat raut wajah Kekasihnya telah kembali seperti semula.


“Apa tidak salah dirimu bermimpi disiang bolong?” ejek kevin yang justru mendapat anggukan kepala oleh bella.


Tanpa malu dan dengan semangat menggebu bella langsung menceritakan mimpinya tanpa mempedulikan raut wajah Kevin yang menggangguk2 menertawakannya didalam hati (karena mana mungkin si babang berani tertawa secara langsung bisa2 kuku runcing bella melukis indah diwajahnya yang tampan 😋).


“So sayang, from Now On! kamu akan memanggilku dengan sebutan Honey, dan aku akan memanggilmu dengan sebutan Bee! bagaimana cocok bukan? dan kita akan terlihat sebagai pasangan yang romantis” ucap bella lebay mengakhiri ceritanya.


Kevin langsung mengangguk menyetujui permintaan gadisnya tersebut karena apapun panggilan yang bella mau selama itu panggilan sayang dia akan menuruti nya.


Begitulah mereka jika sudah berdua maka masalah yang lain akan terlupakan termasuk Lima panggilan telepon dari Aeron yang sudah dengan cepat terlupakan.


Selesai bercerita tentang mimpinya dan membahas tentang panggilan sayang bella kembali teringat akan lima panggilan tak terjawab di handphone milik Kevin. “OMG !!! Bee, mengapa kita bisa melupakan masalah ini!” ucap bella menepuk jidadnya sendiri sambil menunjuk2 kelayar Hp milik Alen.


“Iya kenapa kita bisa lupa ya?” tambah Kevin balik bertanya


Tanpa meminta izin dari Kevin bella langsung menelpon balik nomor Aeron.


dan sekarang setelah tiga kali panggilan yang bella lalukan mereka tetap tidak mendapat jawaban. hingga akhirnya bella mencoba panggilan keempat barulah suara Clara terdengar diseberang sana.


...“Halo Kev ada apa?”...


tanya Clara yang mengira jika kevin yang menelpon karena nama sang pemilik id adalah 'Kevin Handsome'


...“Halo re ini aku” sahut bella cepat...


...“Ya El, Ada apa? mengapa kau menelpon Aeron menggunakan nomor Kevin?”...


...“Re kau sekarang ada dimana? kita harus segera bertemu!” tanya balik bella tanpa menjawab pertanyaan Clara sebelumnya....


...“aku ada di--”...


ucapan clara terjeda ketika pintu kamar mandi terbuka “Siapa?” tanya Aeron, “bella” jawab Clara tanpa mematikan sambungan telepon.


Dari seberang sana Kevin juga bertanya kepada bella dan masih bisa terdengar jelas ditelinga Aeron dan Clara, “Honey, tanyakan saja kepada Clara dimana Aeron biar aku nanti yang menjelaskannya!”


...“Halo ada apa?”...


sahut aeron dari seberang membuat bella langsung memberikan Hp tersebut kepada Kevin agar mereka lebih leluasa untuk bicara walaupun sebenarnya bella sudah mengaktivkan mode speaker.


...“Masalah apa?”...


...“Aku akan menjelaskannya ketika bertemu nanti”...


...“Apakah sepenting itu? tidak bisakah kita membahasnya setelah pulang dari sini saja?”...


pasalnya Aeron masih tidak rela jika waktunya bersama Clara harus terganggu karena masalah2 kecil.


...“Tidak bisa! karena ini cukup penting” jawab Kevin dengan nada serius....


...“Ya sudah kau datanglah ketempatku, aku akan menyuruh seseorang untuk menjemput kalian”...


...“Okay”...


Aeron mengakhiri percakapan dengan menekan tombol merah.


Clara mengerutkan alisnya sebelum bertanya; “sayang ada masalah penting apa?” tanyanya penasaran.


Aeron manganggkat kedua bahunya sebelum menjawab; “entahlah sayang, aku juga tidak tahu” jawab aeron jujur.


Clara memiringkan kepalanya dan mencondongkan telinga, tertarik untuk mendengarkan lebih lanjut, tapi ternyata Aeron hanya diam tak melanjutkan kata2nya.


membuat Clara mengatup rahangnya.


“sudahlah tidak usah difikirkan, kita akan mengetahui setelah mereka tiba” ucap Aeron mengacak2 rambut gadisnya.


Clara hanya mengangguk pertanda dia mengerti, “sayang aku sudah menyiapkan pakaianmu” ucap clara menunjuk kearah pakaian yang sudah diletakkannya diatas tempat tidur.


“Apa kau tak mau membantuku untuk memakainya” ucap Aeron dengan suara mulai nakal, clara langsung diam membisu dalam hati ia memaki rona merah yang selalu saja tiba2 hinggap diwajahnya ketika tersipu malu.


Melihat wajah Clara yang seperti strawberry siap dimakan membuat Aeron semakin ingin menggoda gadisnya itu, “dirimu adalah calon istriku dan tidak lama lagi kita juga akan menikah, jadi tidak ada salahnya jika mulai saat ini kau belajar bagaimana cara memakaikan atau bahkan melepaskan pakaianku!” ucap Aeron dengan nada dibuat nakal, “apa kau tidak ingin memeriksa dulu tubuh calon suamimu ini?” ucapnya semakin menahan tawa saat wajah Clara mulai tertunduk berusaha menyembunyikan rasa malunya.


“Evan---nn” teriak Clara kesal karena Aeron yang terus mengerjainya sehingga sudah bisa dipastikan bagaimana warna mukanya saat ini.


“Baiklah! baiklah aku hanya bercanda sayang, aku tidak akan memaksamu melakukannya” ucap Aeron dengan mengerlingkan mata masih dalam mode jahilnya.


Clara langsung cepat masuk kekamar mandi untuk menghindari kejahilan kekasihnya itu.


____________


25 menit berlalu...


Kevin dan bella sampai ditempat tujuan dengan diantar oleh orang suruhan Aeron.


Ketika pintu terbuka kevin langsung disambut dengan pertanyaan oleh Aeron; “Cepat katakan ada masalah apa? awas saja jika masalahnya tidak sepenting dan segawat seperti yang kau katakan ditelpon tadi! kau akan tau akibatnya” ancam Aeron dengan suara tegasnya.


Bella langsung menarik pergelangan tangan Clara tidak memperdulikan pertanyaan dari Aeron untuk kekasihnya.


Dia langsung mengajak clara sedikit menjauh dari kedua laki-laki tersebut.


“Hei El ada apa ini? mengapa kau menarik-narik tanganku seperti ini?” tanya Clara.


Bella memejamkan matanya mencoba untuk menyusun kata-kata yang tepat; “Re apa kau sudah tahu jika Shasa akan bertunangan?”


Kening Clara yang berkerut dan matanya yang tampak membulat sempurna sudah menunjukkan jawaban atas pertanyaan yang bella lontarkan.


tanpa menunggu pertanyaan Clara, bella pun langsung jelaskan tentang percakapannya dengan papa Aeron ditelpon pagi tadi. dia menceritakan secara detail apa yang dikatakan oleh om mereka tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari bella, raut wajah clara nampak berubah seketika. dia menjilat lalu menggigit bibirnya sendiri berusaha menenangkan dirinya karena rasa tegang dan tidak nyaman. dia merasa takut dan juga cemas akan kelanjutan hubungan shasa dan Alen.


“kita harus segara menemukan sasha, sebelum Eric datang kemari!” ucap clara.


Karena walau bagaimanapun Eric sudah seperti kakak mereka sendiri, dan jujur saja mereka sedikit takut dengan sosok Eric yang sangat tegas dan juga kejam.