
Selepas kejadian terungkap nya kenangan antara Clara dan Justin hubungan mereka mengalami kemajuan pesat, bahkan Clara bersikap tidak canggung dan tidak terlalu menjaga jarak seperti sebelum nya.
Seiring semakin membaik nya hubungan mereka, seiring itu pula tingkat keposesifan Aeron meningkat pesat.
pertengkaran kecil kerap terjadi karena Aeron yang terlalu cemburuan dan Clara yang begitu polos, hingga tak menyadari jika Justin menyimpan suatu perasaan yang lain kepada nya.
Kedekatan Clara dan Justin juga di ketahui jelas oleh Regan mengakibatkan hubungan kedua sahabat baik itu sedikit memburuk.
Seperti hari ini, hari libur.
sejak bangun tidur Clara harus memutar otak menghadapi ketiga laki-laki itu yang terus saja menghubungi nya.
Aeron yang mengajak nya pergi keluar, begitu pula Justin yang berniat untuk mengajak nya pergi ke sebuah toko buku, jangan tanya dimana Regan dia pastinya sudah standby di lobby apartemen sejak pagi hari menunggu clara turun, kemudian seperti biasa dia akan mengekor pada gadis itu tak perduli terkadang Aeron sampai melayangkan pukulan.
“Aaaaaa” teriak Clara “Lama-lama aku bisa gila menghadapi kalian semua” ucap nya prustasi.
hari ini dia memutuskan untuk pergi ke panti asuhan sudah lebih satu bulan ia tidak mengunjunginya tempat itu.
dia sudah cukup rindu kepada anak2 disana terutama kepada Steven.
Selesai mandi dia ber dandan tidak seperti biasa nya, rambut nya hari ini ia kepang dua dengan kaca mata bulat menghiasi wajahnya nya.
kali ini dia akan pergi memakai mobil, mobil yang baru dua hari yang lalu ia dapatkan dari Eric sebagai hadiah kerja kerasnya.
Karena mobil tersebut belum pernah ia pakai sebelum nya membuat clara begitu mudah melewati lobby apartemen nya.
dan benar saja nampak Regan berada didalam mobil nya dengan kaca yang di biarkan terbuka. “dasar gila” maki Clara mempercepat laju mobil nya.
Clara mampir disebuah minimarket untuk membeli beberapa kebutuhan sehari-hari.
Panggilan yang terus menerus dari kekasihnya membuat Clara terpaksa menganggakat nya, jujur saja dia sedikit lelah menghadapi ke posesif an Aeron akhir-akhir ini.
“dimana? mengapa lama sekali baru menggangkat panggilan ku” tanya Aeron cepat sebelum Clara mengucapakan halo
“Maaf sayang, aku sedang belanja”
“sepagi ini?” mulai curiga “dimana, aku akan menyusul mu sekarang”
“Benar saja kan apa yang aku fikirkan ” batin Clara.
“tidak usah sayang, aku hanya berbelanja keperluan anak-anak panti, setelah mengantar nya aku akan segera ke apartemen mu, kau tunggu saja aku di rumah” tolak Clara halus
“kau tidak membohongi ku kan” curiga lagi
“ya ampun sayanggggg” geleng2 sendiri
“Aku sedang mengantri di cashier. aku akan menelpon mu jika sudah di panti, muach” Clara segera mematikan telpon malas berdebat.
“Awas saja kau nanti, berani sekali mengakhiri telpon saat aku belum selasai bicara” gumam Aeron tapi tetap tersenyum.
“Baik lah aku akan menunggu mu disini”
10 menit kemudian ....
sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon memasuki area panti, dia menoleh kesebuah mobil sport yang terlihat tidak asing bagi nya.
“seperti mobil Alex” gumam Clara “Ahh, mana mungkin orang seperti dia ada ditempat seperti ini” bantah hati Clara
Kedatangan Clara langsung di sambut hanggat oleh ibu Ros, mereka berpelukan kemudian Clara mengeluarkan barang2 belanjaan nya di bantu ibu Ros dan beberapa Staf lain nya.
“ibu apa sedang ada tamu?” tanya Clara melirik ke mobil sport yang di parkir di bawah pohon beringin yang rindang.
“Oh itu mobil Nak Xander, dia sama seperti Nona yang menjadi donatur di panti ini”
“Sukur lah jika donatur bertambah” sahut Clara.
“ibu akan mengenalkan kalian” ucap Ros membawa Clara masuk.
“Bu” panggil Clara lirih menghentikan langkah nya “ya ada apa Nona?” balas ibu Ros
“bisa kah ibu memanggil ku dengan Nak saja, sama seperti Xander? aku merasa tidak enak saja jika di panggil seperti itu” pinta Clara
“Elan” sahut Clara cepat,
“Ya Nak Elan” ucap but Ros mengulangi
“Bu seperti nya penghuni panti ini semakin banyak” ucap Clara mengedarkan pandangan nya mencari sosok bocah kecil yang biasa mengobrol dengan nya
“semenjak nak Xander menjadi donatur di sini, panti ini bisa menampung lebih banyak anak yg kurang beruntung, nak Xander juga membeli tanah kosong di samping untuk dibangun” ujar bu ros bercerita.
“boleh aku berkenalan dengan nya? zaman sekarang sedikit sekali anak muda yang seperti dirinya”
walaupun Evan kekasih nya juga menjadi donatur di berbagai panti asuhan tapi laki-laki itu jarang sekali terjun langsung.
membuat Clara secara tidak langsung mengagumi sosok Xander.
Selesai dengan urusan barang2 bawaan Clara ibu Ros membawa clara untuk menemui Xander.
dari arah belakang Clara melihat punggung laki-laki yang bisa Clara pastikan termasuk kategori tampan dari posture tubuhnya.
“Kakak” teriak bocah kecil yang sudah sangat akrab dengan Clara “akhirnya kau datang, kau kemana saja? mengapa sudah lama sekali tidak mengunjungi ku? apa kau tau, aku sangat merindukan mu?” ucap anak laki-laki bernama Steven
Clara berjongkok mensejajar kan tubuhnya kemudian membalas pelukan Steven, “tentu saja kakak juga merindukan mu” ucap Clara mencium kedua pipi Steven yang chabi
Alex hanya diam mematung dan tak berani membalikan badan nya, dia merutuki dirinya sendiri mengapa hari ini dia harus datang, karena biasanya dia akan datang hari sabtu, jika bukan karena ibu ros tadi menelpon nya dan mengatakan jika Steven demam dan ingin sekali bertemu dengan nya mana mungkin dia berada disini. “bagaimana ini” gumam alex bingung
belum sempat Alex menemukan jawaban , suara lembut ibu Ros sudah memanggil nya “Nak Xander”
Alex membalikan badan dengan menahan nafas nya, Clara yang masih sibuk meraba2 kening Steven dengan punggung tangan nya belum menyadari jika laki-laki yang di maksud kan adalah Alex teman sekolah nya.
Sampai Steven melepaskan punggung tangan Clara lalu menarik pergelangan tangan nya baru ia terbelalak menatap wajah Alex yang terlihat serba salah “Alex” batin Clara.
“Nak kenal kan ini nak xander” ucal bu Ros memperkenalkan Alex kepada Clara
Clara yang tau akan maksud dari tatapan mata Alex hingga Clara akhirnya mengulurkan tangan nya,
“aku akan bertanya kepada nya nanti” batin Clara menjabat tangan Alex
mereka mencoba bersikap Seolah belum saling mengenal, lagi pula Alex pernah menolongnya waktu itu, dan dia sampai saat ini belum berterima kasih.
“Steven waktu nya minum obat” panggil salah satu pengurus panti.
“kakak, aku pergi minum obat dulu” pamit Steven kepada Clara
Clara menghampiri Alex yang sedang menemani Anak-anak menggambar.
“Alex” tegurnya, kemudian mendudukan diri di kursi seberang Alex.
“Maaf” ucap Alex tiba-tiba
Clara mengernyit kan dahinya, tak mengerti alasan Alex meminta maaf kepada nya
“Maaf, dulu aku pernah berniat jahat kepada mu” ujar Alex mengakui
Clara tersenyum mendengar permintaan maaf Alex, “sudah lupakan, aku juga harus nya berterima kasih kepada mu karena pernah menolong ku”
“Apa kau memaafkan ku?” Tanya Alex
“Hemm”
“itu artinya kita bisa mulai berteman?”
Clara Masih diam, mencoba mencari sebuah kebohongan dimata Alex sebelum ia menjawab “ya tentu saja” ucap Clara mengulurkan tangan nya yang langsung disambut Alex dengan senyum bahagia.
lama mereka mengobrol, membahas beberapa rencana mereka kedepan tentang panti asuhan ini, hingga Clara lupa menghubungi Aeron.
Saat hp nya berdering untuk kesekian kalinya clara Masih saja tidak mengetahui nya karena mode silent yang ia aktivkan.
Clara begitu bahagia hari ini, ia bermain dengan Anak-anak panti di temani Alex tentunya.
dia tidak tahu jika kekasihnya saat ini begitu geram, dan sedang menuju kepanti untuk menjemput nya.