Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Obrolan Laki-laki



Malam yang semakin larut...


Tatapan tajam serta raut wajah dingin yang Eric pancarkan menambah dingin suasana tak kala jendela kamar masih dibiarkan terbuka. tirai putih yang menghiasinya seperti menari2 mengikuti arah angin yang meniupnya.


“Aku hanya ingin mengobrol urusan laki-laki saja” ujar Aeron santai mengulangi kata2 nya


Sebuah senyum simpul terbit disudut bibir Eric sebelum dia berkata; “aku sudah menduganya” ucapnya dengan tetap mempertahankan gesture tubuhnya “kalau begitu katakan, apa yang ingin kau bicarakan”


Dengan suara berwibawa Aeron pun akhirnya tanpa sungkan berkata, “aku yakin jika dirimu pasti sudah mengetahui tentang hubungan Shasa dengan temanku Alen” yang langsung di anggguki oleh Eric


“Mereka saling mencintai” ucap Aeron menambahkan


“Itu belum tentu” potong Eric cepat “aku belum yakin jika temanmu itu benar-benar mencintai shasa, karena aku tau bagaimana kelakuan teman mu itu sebelumnya” jawab Eric penuh penekanan


“Ya kau benar! tapi manusia bisa saja berubah”


“Mungkin” jawab Eric mengubah posisi duduknya untuk bersandar “jika itu sifat mungkin bisa berubah dengan cepat tapi tidak dengan character, mengubahnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan”


“Tapi juga tidak benar jika kau memaksa nya agar mencintai mu”


“Aku tidak pernah berniat untuk memaksa nya membalas cinta ku! aku hanya ingin mencoba berjuang mendapatkan cinta nya!” jawab Eric kemudian balik bertanya “jika kau menjadi diriku, apa kau akan melepaskan begitu saja wanita yang telah lama kau cintai dan nyata2 sudah terikat sejak dulu dengan mu hanya karena seseorang yang baru saja hadir diantara kalian? lalu dimana letak kesalahanku, jika aku mencoba untuk mempertahankan sesuatu yang memang seharusnya menjadi milik ku? coba kau katakan! dimana salah nya???” ujar Eric menatap manik mata adik angkatnya itu.


Aeron terdiam saat melihat raut wajah sendu yang terpancar dari binar mata laki2 yang jauh lebih tua lima tahun dari nya, dia memejamkan matanya mencoba menempatkan dirinya sebagai Eric sebelum mengeluarkan suaranya “tidak aku akan tetap memperjuangkan nya” Ucap Aeron


“Kau tidak perlu khawatir aku berjanji tidak akan menyakiti temanmu itu selama dia tidak menyakiti shasa, aku juga sudah meminta kepada yang lain agar tidak ikut campur termasuk papa dan ada Om dave dalam urusan kami, jadi aku harap kau pun begitu” ujar eric dengan menyematkan sebuah senyuman dibibirnya “biarkan kami bertiga menyelesaikan urusan kami, tanpa campur tangan kalian semua”


“Baiklah aku berjanji”


___________________


Dikamar yang lain Clara terbangun karena merasa lapar, tadi dia hanya memakan dua sendok saja Mie Cup buatan bella karena sisanya dihabiskan oleh Aeron.


dengan malas Clara membuka matanya “Kemana dia?” gumam Clara ketika mendapati Aeron sudah tidak ada lagi di samping nya.


beberapa kali Clara memanggil nama Aeron tapi dia tidak mendapatkan sahutan hingga ia memutuskan untuk keluar sendiri kedapur yang bersebrangan dengan kamar yang ia tempati.


saat dirinya menutup pintu samar-samar ia mendengar suara dua orang laki-laki yang sedang berbincang-bincang disebuah kamar tepat disamping kamarnya.


dia menepelkan telinganya kedinding pintu untuk mencuri degar suara siapa yang sedang berbicara, setelah dia merasa yakin diapun memegang daun pintu dan mendorongnya.


“Eric” panggilnya ketika melihat wajah laki2 yang sedang asik mengobrol dengan kekasihnya “sayang, mengapa kau tak membangun kan ku?” rajuk Clara kepada Aeron dengan suara manja.


Eric membentang kan tangan nya, agar Clara segera menghampiri nya.


Hubungan mereka berdua yang sudah seperti adik kakak kandung mambuat Clara tanpa sungkan langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukan Eric.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Eric setelah Clara berada didalam pelukan nya.


“Aku baik, mengapa kau merahasiakan nya dari ku hah? apa kau sudah tidak menganggap ku saudara mu lagi? kau sungguh tega Eric” cerca Clara mulai mencabikan bibirnya “kalian akan bertunangan tapi tidak memberi tahu ku” protes Clara kemudian


“Dia cemburu kepadaku” bisik Eric sesaat sebelum melepaskan pelukannya yang hanya di tanggapi Clara dengan sebuah senyuman bersalah.


Untuk meredakan rasa cemburu kekasihnya, Clara memilih duduk disisi Aeron dan bergelayut manja. karena bagaimana pun dia tidak ingin Aeron sampai salah faham tentang hubungan nya dengan Eric.


“Jadi besok kau akan membawa Shasa pulang?” tanya Clara setelah Eric menceritakan tujuan nya kemari, yang sebenar nya sudah mereka ketahui.


“ya” Jawab Eric singkat


“Apa itu tidak terlalu cepat? lagi pula kami masih harus menghabiskan beberapa hari lagi sebelum kembali kesekolah. tidak bisa kah kau tunda tiga hari saja” bujuk Clara.


“Tidak”


“Kalau begitu aku akan marah kepadamu” ucap clara mulai merajuk membuang mukanya tak ingin melihat wajah Eric.


Eric yang selalu saja kalah jika Clara sudah bersikap demikian akhirnya mengiyakan permintaan gadis yang sangat ia sayangi setelah mama Shena, ibu angkat nya “baiklah tapi cuma satu hari saja” ujar Eric menganggakat satu jarinya keatas “karena terlalu berbahaya jika calon istriku selalu dekat dengan buaya itu” ucap Eric memberikan alasan


Clara masih saja menekuk wajahnya karena tidak puas dengan jawaban Eric.


“Ya sudah kalau kau tidak setuju, lebih baik tidak jadi saja” ucap Eric kemudian.


Ucapan Eric membuat iris mata Clara yang berwarna Hazel langsung membuka sempurna, ia langsung menolehkan wajah nya dan berkata; “Okay baik lah” ucapnya dengan raut wajah terpaksa.


Lama mereka bertukar cerita terutama Aeron dan Eric yang membahas kedua orang tua mereka juga sesekali membahas pekerjaan, hingga tidak terasa jam sudah hampir menunjuk keangka tiga.


Clara yang sudah kenyang dengan nasi goreng buatan Eric langsung merasa ngantuk, dan dia tertidur di bahu Aeron.


“Aku kira sudah waktunya kita beristirahat” ucap Aeron melihat kewajah Clara yang sudah tertidur pulas.


“Ya sebaiknya kau segera membawa Elan kekamar, kasihan dia yang tidur dengan posisi seperti itu” ucap Eric penuh perhatian dan langsung diangguki oleh Aeron “Aku juga sudah sangat lelah dan mengantuk” tambah Eric sambil membunyikan lehernya.


“Kalau begitu Good night” ucap aeron lalu membungkuk kan badan nya bersiap-siap menggendong Clara.


________________


Di kamar lain shasa yang gelisah selalu membolak balikan badan nya membuat bella tidak bisa tidur dengan nyenyak, “sha bisa kah kau berhenti bergerak-gerak aku tidak bisa tidur dengan benar” keluh bella dengan mata terpejam


Shasa pun menghentikan gerakannya, dia mencoba memaksa kan matanya agar mau tidur, hingga tidak terasa jam did dinding hampir menunjuk ke angka tiga barulah ia bisa tertidur lelap.


Sementara di lain kamar Alen justru tertidur dengan pulas nya karena ia sudah tidak tidur dengan baik sejak Aeron menyuruh nya melakukan begitu banyak hal demi keberhasilan rencana yang telah di susunnya untuk Clara.


Sampai kemarin malam pun dia masih harus begadang memikirkan alasan did balik sikap shasa yang sangat jauh berbeda kepadanya.


Lain hal nya dengan Kevin yang tidak bisa memejamkan matanya karena memikirkan bella, “apa aku hampiri saja ya” tanya pada diri sendiri. dia meraih hp miliknya untuk melihat sang waktu “apa sudah hampir jam tiga, itu berarti sudah hampir pagi” batin nya yang membuat kevin mengurungkan niatnya karena sudah bisa dipastikan jika kekasihnya itu pastilah sudah berada didunia mimpi.


Akhirnya Kevin memejamkan matanya, memaksa nya untuk segera tidur agar besok pagi lingkar hitam tidak begitu ketera terlukis dimatanya yang sipit.