Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Rencana Gila



Heningnya malam membuat suara pekikan melengking dari bibir bella dan teriakan kevin serta suara tawa dari Aeron dan Clara terdengar begitu jelas walau dari jarak jauh.


Shasa dan Alen begitu kompak mengernyitkan dahinya, mereka saling menatap sebelum menyakan Hal yang sama “apa kau mendengar?” ucap mereka hampir bersamaan.


mereka sama-sama mengangguk kan kepala sebagai jawaban kemudian menambah kecepatan langkah kaki mereka menuju kesumber suara.


Semakin dekat semakin terdengar jelas suara ricuh dan galak tawa dari dalam kamar yang ia tempati.


Alen membuka pintu kamarnya, seketika suara ricuh yang ada langsung berganti hening.


“Alen shasa” ucap mereka hampir bersamaan


“Akhirnya kalian berdua kembali” ucap bella yang langsung beranjak dari duduknya menghampiri shasa.


“ikut aku” ujar bella dengan suara berbisik kemudian menarik pergelangan tangan shasa yang langsung diikuti oleh Clara dibelakangnya.


Alen sudah bisa menebak apa yang akan ketiga gadis itu bicarakan, jadi dia membiarkan begitu saja kedua gadis itu membawa shasa pergi. sementara dirinya berjalan mendekati kedua sahabatnya dan menjatuhkan tubuhnya di sofa sebelah Aeron.


“Apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Kevin kepo, “ya” jawab alen memejamkan matanya.


Aeron menolehkan wajahnya, menatap iba kepada sahabatnya itu sebelum bertanya “apa kau benar-benar mencintai nya?”, “ya” jawab alen singkat masih dengan mata terpejam.


“Heyy Bro lemah sekali kau menjadi laki2, jika kau memang mencintainya maka berjuanglah” ucap Kevin memberi semangat “jangan seperti ini belum juga berperang tapi kau sudah mengibarkan bendera putih” ejek Kevin kemudian


“menurutmu siapa yang sudah menyerah? ucap Alen tak terima atas ejekan yang Kevin berikan “Justru aku sedang berpikir bodoh” ucap Alen dengan senyum mulai mengembang.


pasalnya sejak masuk tadi otaknya menerima sebuah ide, sebuah rencana agar dirinya dan shasa bisa bersama.


Kevin tersenyum kikkuk mendengar suara bentakan dari alen, “lalu apa rencanamu?” tanya kevin ingin tahu


Seringai aneh terbit dari kedua sudut bibir Alen. dengan percaya dirinya ia berkata; “aku akan menghamilinya”


“Pleetakkk” sebuah jitakan mendarat tepat di kepalanya “kalau begitu lupakan saja rencana bodohmu itu” ucap Kevin mengerutkan keningnya “karena aku tidak bisa menjamin nyawamu masih berada di tempatnya setelah lima menit dokter mengatakan jika shasa hamil”


“C'mon dude, papanya tidak akan setega itu untuk menjadikan cucunya yatim sebelum ia lahir kedunia” jawab Alen masih mempertahankan ide gilanya.


“Cucunya tidak akan menjadi yatim, hanya karena papanya menghabisinya nyawamu” jawab Kevin tak mau kalah “yang ada justru jika shasa hamil mereka akan lebih cepat menikahkannya dengan calon yang telah mereka pilih” tambah Kevin kemudian memalingkan wajah nya karena merasa kesal “jadi lupakan saja rencana gilamu itu”


“Apa mereka benar-benar setega itu?” tanya Alen yang masih tidak percaya


“Kau boleh mencobanya, jika memiliki nyawa serep” ucap Kevin mulai jengah


“Al benar apa yang dikatakan oleh Kevin” ucap aeron menengahi perdebatan kedua sahabatnya itu, “kau harus memikirkan cara lain”


“Lalu apa?” tanyanya karena saat ini ia benar-benar tidak memiliki ide selain menghamili shasa.


Mereka masih diam tak menjawab pertanyaan dari Alen. hingga suara Alen kembali terdengar “Aeron, bukankah kau bisa membantuku. dengan kekuatan D.R kau bisa membantu kami untuk bersembunyi” pinta Alen dengan wajah memohon nya.


“Bukannya aku tidak ingin membantumu, tapi apakah kau tahu siapa yang menjadi saingan mu yang saat ini? Dia adalah anak angkat dari pemilik Z Corp. dengan statusnya itu kau fikir berapa lama aku bisa menyembunyikan kalian?” tanya balik Aeron, dengan tetap menyembunyikan jati dirinya jika ia adalah anak kandung dari pemilik perusahaan raksasa tersebut. “maafkan aku Al, yang belum bisa memberitahu kalian siapa aku yang sebenarnya” batin Aeron


Alen kembali terdiam setelah mendengar ucapan Aeron.


“kau tenang saja aku akan membantumu dengan cara lain” ucap Aeron menepuk2 pundak sahabatnya itu, “kau hanya perlu membuat shasa benar-benar mencintaimu dan satu hal lagi jangan pernah melakukan kesalahan” ucap Aeron dengan mimik wajah serius. “mulai sekarang hilangkan jiwa Cassanova mau itu! selebihnya kami yang akan membantumu untuk mengurusnya”.


Alen hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban walaupun dia tidak begitu yakin jika Aeron bisa melakukan nya.


tapi tidak ada salah jika ia mencoba mempercayai ucapan sahabatnya tersebut lagipula selama ini yang dia tahu Aeron tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.


“Baiklah aku akan menuruti kata-katamu” ucap Alen setelah sekian menit diam.


“Kau harus tahu jika kau tak sendirian, kami semua akan selalu menjadi pendukung setia mu” ucap Kevin memasang mimik wajah serius.


Disisi lain, disudut taman tidak jauh dari kamar Alen.


Clara maupun bella sedang mengintrogasi shasa habis2an.


“Sekarang katakan apa alasanmu sampai2 tidak memberitahu kami?” tanya bella dengan bola mata yang hampir melompat keluar


Sementara Clara juga ikut menaikkan sebelah alisnya, menunjukkan jika dirinya juga sama seperti bella ingin mengetahui alasan shasa.


Shasa menatap kedua sahabat baik nya itu secara bergantian, dia menyilangkan tangan dan mengerucutkan bibirnya sebelum berkata: “kalian pikir aku mempunyai kesempatan untuk itu? sementara kalian berdua sangat sibuk hingga melupakan aku?” tanya balik shasa


Tanpa sadar bella memiringkan kepalanya dan Clara semakin meninggikan sebelah alisnya menuntut penjelasan lebih detail dari ucapan shasa.


Melihat kedua sahabatnya itu sedang berada dalam fase lemot membuat shasa mendengus kesal “Baiklah” ucap shasa membuang nafas kasarnya ke udara “aku akan menceritakannya, tapi bisakah kita mencari tempat duduk dulu? kakiku benar-benar terasa pegal”


Mereka duduk disebuah kursi kayu panjang yang berada sedikit jauh dari sorot lampu taman.


“Ayo cepat ceritakan!” ucap bella yang sudah tidak sabar.


“Papaku adalah tangan kanan dari ayah kandung Eric, 'tuan Brown' dan mamanya merupakan sahabat baik mamaku. demi melindungi mama yang sedang mengandung ku, ayah Eric rela mengorbankan nyawa nya, bahkan nyawa istrinya juga ikut terenggut saat kejadian mengenaskan itu” ujar shasa memutar bola matanya kesudut kiri atas.


“Papa juga mengatakan jika sebenarnya sejak awal tuan Brown memang berniat untuk menjodohkan kami walaupun waktu itu aku masih berumur dua bulan didalam kandungan. dan Hal yang membuat papa lebih yakin lagi untuk menikahkan kami kalau ternyata Eric juga mencintaiku” ucapkan shasa dengan suara lirih “bahkan papa bilang jika Eric mencintaiku sudah sejak lama”.


Bella dan Clara hanya menggangguk2 kan kepala dengan tangan yang setia menopang dagu. jauh sebelumnya mereka juga sempat menduga jika Eric menaruh hati kepada shasa. tapi karena Eric yang pandai menyembunyikan perasaannya membuat mereka melupakan rasa curiga itu.


Clara pun teringat obrolannya dengan Om Martin beberapa waktu lalu, saat mereka sedang berlatih menembak “waktu itu Om Martin pernah bercerita tentang Eric kepadaku” ucap clara sambil mengingat-ingat isi obrolan mereka saat itu.


“Apa?” tanya shasa penasaran


Clara akhirnya menceritakan obrolan tersebut.


Flashback On ...


----> Om Martin pov;


...Eric menjadi anak angkatku setelah orangtua kandungnya Kenneth Brown yang biasa kami panggil sebagai godfather tewas kerena melindungi Shery yang sedang mengandung shasa....


...pada saat itu Dave sendiri sedang keluar negri menjalankan tugas dari Brown dan sebelum pergi Dave menitipkan istri kesayangannya dirumah Brown karena istri mereka merupakan teman baik....


...Tapi tidak disangka saat mereka hendak pergi kesebuah mall untuk berbelanja mobil mereka diserang habis2an oleh musuh....


...karena pada saat itu anakbuah Brown yang mengawal mereka sudah berkhianat maka nasib naas akhirnya menimpa mereka....


...Setelah mendapat telpon dari Brown yang mengatakan jika nyawa mereka dalam bahaya, Om segera pergi menyusul mereka walaupun kami tiba sudah sedikit terlambat, karena saat tiba Brown dan istrinya sudah bersimbah darah....


...Brown menahan tembakan yang diarahkan kepada Shery dan peluru itu tepat menembus jantungnya....


...sementara Eric yang masih kecil hanya bisa bersembunyi didalam mobil dan melihat dengan jelas kejadian mengenaskan yang menimpa kedua orangtuanya....


...Sejak saat itu Om membawa Eric dan menjadikan nya anak angkat Om sesuai permintaan Brown sendiri....


...lalu Om menambahkan marga keluarga Om di belakang nama ayah kandung nya....


...Kenneth Brown sendiri merupakan ketua mafia yang sangat disegani, beberapa saat sebelum menghembuskan nafas terakhir nya dia meminta kepada Om untuk menjadikan Eric sebagai anak angkat sekaligus menyuruh om untuk menggantikan posisinya sebagai ketua....


...Waktu itu karena dipengaruhi emosi Om membawa sebagian besar anak buah yang ada untuk pergi menyerang Markas musuh. membalas dendam atas kematian ketua sekaligus teman baik Om, tapi sayangnya saat tiba kami sudah tidak menemukan si brengsek itu....


...Om menembak anak si brengsek itu dan tidak sengaja menembak menantunya yang sedang hamil....


...itulah awal mula dari alasan mengapa Om harus menjauhkan Evan dari Om dan tantemu, karena sampai sekarang dendam itu masih berlanjut....


...si brengsek itu tidak terima Anak, menantu serta cucu pertamanya tewas ditangan Om....


Flashback Off ...


Bella dan shasa semakin mengerti alasan dibalik semua kejadian selama ini.


“Jadi apa rencanamu sekarang?” tanya Clara kepada shasa


“Aku akan mencoba untuk berbicara kepada Eric, aku akan mengatakan jika aku hanya menganggap nya sebagai kakak tidak lebih” ucap sasha sambil menggigit bibirnya “walaupun aku tidak sepenuhnya yakin jika Eric mau menerimanya, tapi aku akan tetap mencoba”


“Ya ampun kenapa kita sampai lupa mengatakan nya” ucap bella mengingat mereka belum memberitahu shasa jika Eric dalam perjalanan kemari


Clarapun ikut menepuk jidadnya sendiri sebelum berkata; “Shasa kita harus melakukan sesuatu sebelum Eric tiba”


“Maksud mu?” tanya shasa dengan satu alis terangkat.


“Eric dalam perjalanan menjemput mu” jawab bella mewakili Clara.


“Apa???” tanya shasa dengan mulut dan mata yang membulat sempurna.


________________


...#Jangan lupa like 👍 Dan Votenya bagi yang suka. gak bole pelit2 jempol nya kan ga bayar 🤭🤭🤭...


...#mimin kasih bonus para pemeran utamanya, kalian yang setia ngikuti alur cerita nya pasti tau nama masing2 dari tokoh tanpa Mimin tulikan....



...



...