
Dua minggu setelah kejadian ...
Baku hantam kembali terjadi, tapi kali ini justru karena Hal sepele.
Aeron yang semakin posesif terhadap Clara karena kedua laki-laki yang menjadi saingan nya saat ini berada di sekolahan yang sama dengan nya, bahkan mereka berdua berada di kelas yang sama dengan Clara, entah bagaimana mereka mengatur nya.
Walau Nexus International highschool adalah milik keluarga nya tapi dengan status keluarga Regan dan justin, Aeron tetap tidak bisa berbuat semaunya.
Seperti hari ini, hanya kerena sebotol air mineral mereka baku hantam kembali.
Hari ini jam olahraga di isi dengan pertandingan basket.
team A diketuai oleh Aeron dengan anggota lima orang termasuk Alen dan Kevin tentunya.
sementara team B diketuai oleh Regan dengan Justin dan tiga anggota lain nya.
Sesaat setelah pertandingan selesai Clara langsung berdiri dari duduk nya dengan sebotol air mineral di tangan kanan nya yang sengaja ia siapkan untuk Aeron.
Sewaktu ia berjalan melewati Regan, tangan jahil regan dengan cepat menyambar botol yang Clara bawa dan secepat gerakan angin Regan membuka tutup botol lalu menegak setengah dari isi nya dan tanpa malu dan rasa takut ia berkata “Terima kasih sayang. air ini sangat manis, semanis senyuman mu”
Bola mata Clara membesar karena ulah gila Regan yang selalu saja memprovokasi emosi Aeron. begitu juga para murid lain nya yang hanya bisa berdecak menggelang kan kepala melihat sikap Regan yang selalu mencari masalah dengan Aeron secara terang-terangan.
Aeron yang melihat jelas kejadian itu didepan mata kepalanya menjadi semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya yang sudah ia tahan selama hampir dua minggu ini.
Seketika ia berjalan mendekat dan memukul wajah Regan sekuat tenaga.
Regan yang tidak terima akan tindakan Aeron langsung membalas nya pula, walau sebenarnya ia pun tau jika dirinya lah yang bersalah.
Namun Ego serta harga dirinya memerintah kan nya untuk membalas pukulan Aeron dan tak perlu meminta maaf.
perkelahian yang terjadi membuat guru olahraga membawa mereka ke ruang Bk, dan parah nya kedua laki-laki itu enggan untuk berdamai. sampai akhirnya sekolah memberikan skorsing tiga hari kepada kedua siswa yang sangat keras kepala itu.
...(Kalau sudah begini yang di untungkan pastilah Justin, Eits tapi jangan salah masih ada Alex loh yang diam2 memperhatikan Clara😋 Oke kita kembali lagi ke 💻)...
Justin memang sangat pintar menyembunyikan perasaan nya. dia memilih untuk berteman dengan Aeron dan kedua sahabatnya nya.
dia juga bersikap sopan kepada Clara dan bella sungguh sikap yang tidak pernah ia tunjukan sebelumnya.
Hari ini adalah hari ke pertama Aeron & Regan menjalani hukuman.
Justin sudah mengetahui lebih banyak tentang hoby dan kesukaan Clara, seperti hari ini dia sengaja membawa kan sebuah buku programers yang baru saja terbit.
Dia tahu jika gadis itu sangat menyukai apapun yang berhubungan dengan programming.
“Ra” panggil Justin mendudukan diri di kursi bella, karena seperti biasa sepupunya itu pasti pergi berpacaran disaat jam istirahat tiba.
sedangkan Alen jangan ditanya dia sibuk sekali sejak kepulangan mereka dari pulau beberapa waktu lalu. Alen sedang focus mempersiap kan diri untuk menghadapi Eric dan juga kedua orang tua shasa.
Jadilah sekarang Clara sendiri karena Aeron juga sedang menerima Skorsing sekolah.
“Hem” Jawab Clara tak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.
“Apa kau sudah mendapatkan buku nya?” tanya Justin yang mampu menarik perhatian Clara.
“Belum” sahut Clara bernada sedih
Justin mengeluarkan buku yang Clara ingin kan dari dalam tas nya, tanpa sengaja ia juga mengeluarkan sebuah buku usang yang dulu Elan berikan kepadanya.
Clara tertegun bukan karena Justin berhasil mendapatkan buku yang baru saja launching itu, malainkan ia terpana akan buku usang yang baru saja Justin letak kan di atas meja.
Clara meraih buku itu dengan senyum mengembang, “Kau juga memiliki buku ini?” tanya Clara dengan mata berbinar
“Ya”
“Aku juga menyukai buku ini” ucap Clara menganggakat buku yang berjudul The Pragmatic Programmer', karya David Thomas dan Andrew Hunt.
Clara kembali tersenyum kala mengingat wajah angkuh seorang remaja yang tanpa sengaja menjadi teman singkat nya.
“Mengapa kau terlihat begitu bahagia melihat buku ini?”
“Karena buku ini mengingatkan ku kepada seorang teman lama ku” jawab Clara tertawa mengingat sosok Rain waktu itu
Hati Justine sedikit begemuruh karena cemburu “apa dia laki-laki?”
“Ya”
“kalian berteman baik?”
“Tidak”
“Mengapa?”
Justin pun mengangguk, karena dia juga tidak suka jika Clara membahas laki2 lain. menghadapi Aeron dan Regan saja ia sudah mati-matian menahan emosi nya ini malah mau ditambah satu orang lagi, bisa gila Justin menahan nya.
“Aku juga mendapatkan buku ini dari seorang teman” ujar Justin, kali ini ia yang teringat akan kejadian itu “teman yang sangat ingin aku jumpai”
Clara memiringkan sebelah kepala nya, ingin mengetahui lebih lagi.
Justin menceritakan kejadian beberapa tahun silam, dulu aku pernah berlibur ke negeri B.
karena bosan menunggu kedua orangtua ku di hotel aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan keluar. Ketika itu aku melihat sebuah toko buku dan kebetulan sekali aku juga ingin membeli sebuah buku programer yang baru saja rilis.
Aku masuk ke dalam toko tersebut, berfikir mungkin saja di sana aku bisa mendapatkan buku yang aku cari dan benar saja aku mendapatkan nya disana.
tapi disaat aku akan membayar nya ternyata aku lupa membawa uang. dan waktu itu ada seorang gadis remaja yang mengantri di belakang ku seperti terburu-buru, dia juga membeli buku yang sama denganku.
mungkin karena kasihan kepada ku dia membantuku membayar buku itu” tunjuk justin kepada buku yang sedang dipegang oleh clara.
“Tunggu” ucap Clara mulai mencerna cerita Justin.
“mengapa ceritanya sepertinya sama dengan kisah ku” batin Clara.
Clara langsung membuka lembar terakhir buku tersebut, dia ingat jika waktu itu dia pernah menuliskan namanya.
“Oh my God” teriak clara kencang, dia langsung berdiri dari duduknya.
“ya Tuhan, jadi kau adalah-- ?” tunjuk Clara dengan raut wajah tak menyangka.
“Justin” panggil Clara “kau lihat aku baik-baik” tunjuk Clara ke wajahnya sendiri “apa kau tidak mengenaliku?” tanya Clara yang dibalas Justin dengan gelengan kepala “kau benar-benar tidak mengenaliku?” tanya Clara lagi
“Coba kau lihat aku baik-baik” ucap Clara masih mencoba meyakinkan Justin
Justin pun kembli menggelengkan kepalanya, semakin tak mengerti arah dari pertanyaan Clara
“Kau Rain bukan?” tanya Clara mulai membuat Justin melebarkan pupil matanya
“dari mana kau tahu panggilan kecilku? atau jangan-jangan kau adalah-- ?” ucapan Justin terhenti karena anggukan kepala Clara.
Justin pun refleks berdiri dari duduknya “apa benar kau adalah Elan?” Clara mengangguk sebagai jawaban
“Oh my God, akhirnya aku menemukanmu” ucap Justin memeluk clara secara tiba-tiba.
Reuni masa lalu mereka tiba-tiba terhenti ketika Kevin dan Bella menatap tajam dari balik punggung Justin.
Clara segera melepaskan pelukan Justin ia tidak ingin Kevin salah faham kepadanya.
Justin melepaskan pelukannya tak kala Clara berusaha mendorong tubuhnya.
Kevin dan Bella sudah berjalan mendekat, di susul Alen tak lama setelah nya.
Justin yang mengerti sebuah kesalah fahaman yang ada, ia langsung membantu Clara untuk menjelaskan karena bagaimana pun dia tidak ingin gadis yang ia ingin kan menjauh dari nya hanya kerena kekasihnya melarang agar menjaga jarak dengan nya. Justin harus sabar mengambil hati Clara.
“Duduk lah, aku akan menjelaskan semua nya” ucap Justin
Alen yang tak mengerti juga ikut mendudukan diri.
“Aku dan Clara tidak seperti yang kalian fikirkan” ucap Justin mulai menjelaskan “Kami berpelukan karena tidak menyangka jika kami sudah berteman sebelum nya”
Justin menceritakan semua kisah mereka, di bantu juga oleh Clara hingga akhirnya kesalah fahaman bisa dihindari.
Hp Clara berdering ketika mereka semua sedang tertawa, menanggapi ucapan Clara yang menceritakan keangkuhan wajah Justin kala itu.
My future husband Calling ---> 📲
...“Ya sayang” ucap Clara setelah menarik tombol hijau...
...“Aku akan menjemput mu nanti”...
...“Baiklah”...
...“Aku merindukan mu”...
...“Aku juga sangat merindukan mu”...
Sambungan telpon yang tadi nya hanya sebentar beralih ke sambungan vidio call, Clara melihat Aeron sedang berguling diatas sofa dengan mata masih setengah mengantuk seperti nya kekasihnya itu baru saja bangun.
Hampir sepuluh menit sepasang kekasih itu berbagai kemesraan didepan mereka. hingga Justin harus memaling kan muka nya melihat tingkah Aeron yang sengaja memanas-manasi nya.
Setelah adegan ciuman jarak jauh berakhir baru rahang Justin mulai mengendur.