Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Tamu tak di Undang



Semilir angin laut yang menggulung ombak, menghantam keras bongkahan batu karang sehingga menyisakan buih-buih putih.


Alunan suara deburan ombak yang terdengar sangat indah seperti nyanyian alam yang menawan masih tidak bisa menentramkan kedua hati keturuanan adam yang sedang panas terbakar api cemburu.


Deburan obak merayap, menyentuh kaki-kaki yang berjalan telanjang ditepi pantai.


Mereka berdua bukanlah sepasang kekasih yang sedang menikmati keindahan pantai, tapi sebaliknya mereka merupakan sepasang musuh yang sedang memperebut kan satu Hal yang sama yaitu 'Cinta dari seorang wanita'


Baik Alen maupun Eric merasa enggan untuk memulai pembicaraan, mereka terus saja berjalan dan melepaskan pandangannya jauh kedepan, ke ujung lautan yang luas.


“Dia tidak mencintaimu! mengapa kau harus memaksanya?” tanya Alen memecah keheningan yang ada


Eric menghentikan langkahnya, dia memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana, tanpa mengalihkan pandangannya ia pun balik bertanya “apa kau yakin jika dia benar-benar mencintaimu?”


“Kau bisa melihatnya sendiri” jawab Alen mulai terpancing emosi


“Justru yang aku lihat, dirinya belum begitu yakin kepadamu! karena apa? kau sudah pasti tahu jawabannya”


Sesaat Alen terdiam dia akhirnya bertanya kepada diri sendiri, “apakah benar dirinya mencintai shasa? atau hanya sebatas karena kemiripan gadis itu dengan seseorang dari masa lalu nya”


“Mengapa kau diam?” tanya Eric mulai mengalihkan pandangan menatap kelekat kemanik mata laki2 yang menjadi saingan nya. dia tersenyum sinis seolah bisa membaca apa yang sedang Alen pikirkan saat ini “aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti nya, jadi kau tahu itu artinya aku tidak akan melepaskan shasa begitu saja”


“Aku mencintai nya” ujar Alen


“Sungguh?” tanya Eric dengan raut wajah meremehkan, “yakin kan itu kepada hatimu sebelum mengatakan nya” ucap Eric menunjuk ke dada Alen menggunakan kedua jarinya. “kau masih mencintai gadis itu, mungkin rasa cinta mu itu seperti air laut di pantai ini, meski terkadang pasang surut rasa air nya tidak akan berubah” sindir Eric


Perkataan Eric yang memang benar adanya, kenyataan yang membungkam erat mulut Alen. kata-kata Eric telak menghujam hingga ke relung hati nya yang terdalam.


untuk kedua kalinya dia mempertanyakan perasaan nya sendiri “apa benar dirinya mencintai shasa atau hanya sekedar--?”


Eric tersenyum puas ketika melihat raut wajah Alen yang mulai pias, “aku tak akan menghalangi hubungan kalian, dan kau juga tidak bisa melarangku untuk berjuang” ucap Eric mulai melangkah meninggalkan Alen yang masih terdiam berperang dengan perasaannya sendiri.


__________________


“Eric” teriakan Clara memanggil menghentikan langkah nya


Gadis itu berlari menghampiri nya hingga terdengar jelas nafasnya tersengal-sengal “apa kalian baik-baik saja?” tanya Clara dengan tatapan menyelidik “dimana Alen? kau tidak menghajar nya kan?” ucap Clara mulai panik


“Apa menurutmu, kakakmu ini sebegitu jahatnya?” tanya Eric memiringkan sebelah kepala serta mengangkat bahunya


Clara pun langsung memeluk Eric karena merasa lega, dirinya tidak tahu jika Aeron sudah berada tidak jauh di belakangnya. Eric langsung melepaskan pelukan Clara saat sorot mata Aeron seperti akan menelan nya hidup2.


“Dimana Alen?” tanya Aeron dengan suara dinginnya. Eric tak menjawab ia hanya menoleh menunjukan arah dengan telunjuknya.


Aeron segera pergi meninggalkan Clara tanpa menegurnya, hilang sudah niat awalnya tadi karena terpercik api cemburu yang mulai membakar hatinya ketika melihat gadis yang sangat ia cintai memeluk laki-laki lain dihadapan nya, walaupun orang tersebut sudah seperti kakak kandung mereka.


“Kenapa sekarang jadi dia yang marah?” gerutu Clara ketika melihat punggung Aeron mulai menjauhi nya tanpa sepatah kata.


“Sudah jelas dia itu cemburu. apa kau masih tidak bisa membaca nya??? dasar gadis bodoh” ujar Eric menjentikan jari tengahnya ke kening Clara, sehingga gadis itu mengaduh memegangi dahi nya.


“Cepatlah kau susul dan bujuk dia, sebelum nanti nya kau semakin dibuat susah” perintah Eric


Clara akhirnya berlari mengejar Aeron yang sudah semakin menjauh, bibir mungilnya tidak henti2 menggerutu dan memaki seiring langkah kaki nya.


“mengapa dia harus cemburu, bukan kah Eric juga kakak nya” ucap nya sambil berlari menjinjing sandal ditangan kanan nya.


Aeron melihat Alen terduduk di pasir dan memejamkan matanya.


“Al” panggil Aeron seraya mengambil tempat di sisi kiri Alen “apa kau baik-baik saja?” tanyanya menepuk pundak sahabatnya itu


“Entahlah, kata-kata Eric tadi sangat mengganggu ku” jawab Alen dengan desahan prustasi


Aeron hanya menatap Alen dengan sorot mata bertanya.


Alen menarik nafas dalam kemudian membuang nya dengan kasar, “Apa benar aku mencintai shasa hanya kerena kemiripan nya saja” ucap nya mengeluarkan pertanyaan yang tersimpan didalam hatinya.


“Itu semua hanya kau sendiri yang dapat menjawabnya, kau harus menemukan sesuatu yang lain dalam diri shasa yang membedakan dirinya dengan Liena” ucap Aeron memberi saran


“Tapi aku takut jika shasa sudah salah paham terlebih dahulu sebelum aku menemukan jawabannya” balas Alen


“Maka cepatlah berusaha, jangan hanya membuang waktu dengan duduk memikirkannya, kau harus mengatakan nya sebelum dia mengetahui hal itu dari orang lain”


Tak lama Clara datang dengan nafasnya yang terengah2.


“Sayang mengapa kau berjalan begitu cepat” tanya Clara memegangi dadanya.


“Aku akan menemui shasa” ucap Alen berniat memberi kesempatan kepada sepasang kekasih itu untuk bicara.


Alen beranjak dari duduknya dengan celana jeans nya yang sedikit basah dan terdapat pasir menempel dibagian belakang celana nya. sebelum pergi ia menyempatkan diri untuk mengedipkan sebelah matanya kepada Clara, memberi kode agar gadis itu segera menjinakan harimau yang sedang marah.


“Sayang” panggil Clara manja “Maafkan aku” ucap nya mengambil tempat disisi kiri Aeron.


“Sekarang mengapa harus aku yang meminta maaf, bukan nya tadi dia yang membentak ku duluan, bukan kah seharus nya aku yang marah tapi mengapa malah sebaliknya, dia yang marah kepada ku” gerutu Clara dalam hatinya.


Aeron masih saja tak bergeming mendengar suara Clara, ia tetap memandangi ombak yang berlomba2 untuk sampai ditepi pantai.


“Sayangggg” panggil Clara setengah Memekik.


Aeron menutup telinga nya, kemudian menolehkan wajahnya, menarik tekuk leher clara dan dengan cepat menyambar bibir yang telah berani meneriakinya.


Ia Me*lu*mat dan Meng*hisap bibir itu cukup lama sebelum berkata “Berhentilah memeluk laki-laki lain, aku tidak suka melihat nya” ucap Aeron seraya mengngelap sisa saliva yang menempel dipinggir bibir Clara.


“Apa itu artinya kau cemburu?”


“Hem” jawab Aeron membawa Clara kedalam dekapan nya. “Sayang aku ingin menikahimu secepat nya” ucap Aeron setelah sekian menit diam


“Tapi kita masih sekolah Evan” tolak clara halus


Aeron membelai2 lembut rambut panjang Clara yang tergerai “itu perkara mudah, aku bisa mengatur semuanya”


“Apa yang membuat mu berfikir demikian”


“Aku ingin memiliki mu seutuh nya” jawab Aeron memberi jeda “Aku ingin melihatmu, memeluk dan bermesraan dengan mu setiap saat tanpa harus takut melanggar janji ku” ucap nya menuntun tangan mungil Clara agar menyentuh benda pusaka milik nya “apa kau tidak tau seberapa menderita nya diriku harus selalu menjinakan nya saat kau berada didalam pelukan ku?” tanya Aeron dengan suara bergetar menahan sebuah aliran yang disalurkan oleh sentuhan lembut jari-jemari Clara.


Rona merah menjalar dari balik telinga ke pipi hingga memenuhi seluruh wajah Clara, “Sayang” ucap nya tertunduk malu


Aeron tersenyum melihat wajah gadisnya yang saat ini tersipu malu, dia menanggkat dagu Clara agar sejajar dengan wajah nya.


menikmati Rona merah yang sangat ia sukai itu sebelum mengecap kembali rasa manis yang selalu ia gilai.


Lama mereka saling memangut,, bertukar saliva tanpa mereka ketahui jika ada dua pasang mata menatap tajam kepada mereka dari tempat yang berbeda.


Ciuman mereka terhenti ketika suara Hp Aeron memanggil nya.


...“Ya, aku akan segera kesana” ucap Aeron setelah menarik icon berwarna hijau lalu dengan cepat menekan icon berwarna merah....


“Sayang kita harus segera kembali” ajak Aeron menjawab rasa penasaran Clara “Mich, Asta dan Rena sudah tiba, dan juga beberapa tamu tak di undang lain nya” ucap Aeron menjelaskan.


“Maksud mu?”


“Kau akan tahu setelah melihat nya nanti”


Mereka masing2 mengangkat tubuhnya dari atas pasir yang berwarna putih bersih “Evan, lihatlah celanaku basah” ucap Clara menunjuk bagian belakang celananya


“Tidak apa, nanti kita langsung kekamar mengganti nya” bujuk Aeron, kemudian dia berjongkok didepan Clara “Naik lah, aku akan menggendong mu”


“Apa aku tidak berat?”


Aeron langsung menarik tangan Clara dan mengalungkan dileher nya, kemudian menegap kan diri bersiap untuk melangkah “jangan meremehkan kekuatan ku, kau akan mengetahui seberapa kuat nya aku setelah kita menikah nanti”


“Evann” rengek Clara membenamkan wajahnya kepunggung Aeron karena malu membayangkan Hal yang tidak2.


“Apa kau sedang berfikiran mesum” tanya Aeron membuyarkan khayalan Clara


“Ti-- tidak” jawab clara terbata yang di sambut galak tawa Aeron.


Selama perjalanan pulang mereka berbicara sambil tertawa.


Kemesraan yang membuat dua hati mengibarkan bendera perang.


Manik mata itu menatap tajam dari kejauhan, seperti pedang yang siap menghunus lawan nya di medan perang.


___________________


...#gak bosen2 Mimin ucapin terima kasih kepada para readers setia yang selalu memberikan Like 👍, vote serta Komentar nya...


...#Maaf juga untuk para readers ku jika Mimin memasukan begitu banyak peran pendukung, sudah berasa seperti senentron ya pemain nya banyak, mudah2 para readers ku tidak bingung ya 🤣🤣...