
Setelah makan siang usai, mereka memutuskan untuk beristirahat terutama para gadis-gadis yang merasa sangat lelah kecuali Bella tentunya.
Clara melihat Aeron sedang sibuk berbicara dengan kedua sahabat dekatnya, dia berjalan mendekat bersama bella.
“sayang aku akan pergi istirahat” ucap clara berpamitan.
"ya, pergilah!" jawab Aeron.
Clara memejamkan matanya saat aeron menarik pundaknya dan mendekatkan wajahnya lalu mengecup puncak kepalanya.
“Aku akan menemaninya”.
tambah bella yang diangguki oleh ketiganya.
Mereka bertiga kemudian melanjutkan kembali obrolan yang sempat terhenti.
“jadi Vincent akan kemari?” tanya Aeron.
“Iya itupun jika kapal kita bisa bertemu!” jawab Kevin.
“Tidak masalah, tinggal atur aja anak-anak yang lain agar mereka bisa menutup mulutnya” perintah Aeron kepada keduanya
“Siap bos, tidak usah khawatir bro. serahkan semuanya kepada kami.”
jawab Alen menepuk-nepuk dadanya.
“Aku pergi istirahat. kalian berdua atur saja apa yang perlu dilakukan!”.
ucap Aeron membalikan badan lalu melangkahkan pergi.
Alen dan Kevin berjalan bersamaan untuk menghampiri semua anggota D.R yang lain, tadi dia telah berpesan kepada michael agar semua orang jangan pergi meninggalkan kan tempat makan sebelum mereka mengumumkan sesuatu.
Mereka menjelaskan semua hal yang perlu dijelaskan, dan semua anggota langsung mengerti apa yang harus mereka lakukan.
“Okay, kalian semua boleh pergi istirahat!” ucap kevin mengakhiri.
_________
Aeron yang lupa jika Bella berada di kamarnya, langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Gerakan nya yang sangat pelan dan tanpa menimbulkan suara membuat Clara dan Bella tidak menyadari jika laki-laki itu sudah berada di dalam kamar.
Dia menghentikan langkahnya kemudian mencuri dengar percakapan mereka berdua
“Jadi Shasa bakal liburan bareng kita El?” tanya Clara
“Iya, kemarin dia bilang begitu! Om Martin yang ngajak mereka sekeluarga untuk bergabung bersama kita!” ucap bella menjelaskan
Clara semakin menarik sudut bibirnya karena bahagia lalu berkata;
“aku menjadi tidak sabar ingin cepat2 pulang! apalagi kita audah lama sekali tidak liburan bersama”, bella tersenyum menyetujui ucapan Clara.
“Re! semua yang Om Martin minta sudah kamu siapkan?” tanya Bella kembali untuk memastikan.
“Pastinya donk.”
“Baguslah kalau gitu” balas Bella.
“*A*pa yang diperintahkan Papa kepada mereka?” tanya Aeron dalam hati.
Karena mendengar tidak ada lagi percakapan diantara kedua gadis itu, Aeron memutuskan untuk keluar dari kegiatan nya.
“Sayang”. panggil Aeron
Clara menoleh saat mendengar suara yang terasa begitu familiar ditelinganya, bella pun mengikuti arah pandang Clara.
melihat Aeron yang berjalan mendekat bella langsung berpamitan “Re aku keluar dulu”.
Aeron langsung merebahkan diri di samping Clara, berpura tidak mendengar apapun.
dia menarik tangan Clara yang masih dalam posisi setengah duduk hingga menimpa tubuhnya.
“Aeron”. ucap clara sedikit kesal
Aeron mengangkat tubuh clara, memposisikan nya diatas tubuhnya lalu memeluk pinggangnya menguncinya gerakan gadis itu.
"Aeron ini--" ucap clara sambil bergerak-gerak tidak nyaman.
“Aeron tubuhku tidak lah ringan, kamu akan susah bernafas jika aku berada diatasmu seperti ini” protes Clara dengan suara manja.
Suara manja Clara terasa menggelitik telinganya, hingga dia langsung menarik tekuknya lalu membekap bibir yang sejak tadi telah menggoda nya.
“Hmpp--”.
ucapan Clara terhenti saat bibir Aeron telah berhasil menekan bibirnya.
Clara dengan posisi tidak siap, merasa sedikit terengah mengikuti permainan lidah Aeron yang terasa mulai menuntut.
Clara memukul dada kekasihnya itu untuk memberi tahunya jika dia sudah kekurangan pasokan oksigen.
Mengerti jika kekasihnya sudah sedikit sulit bernapas, Aeron memperlembut pangutannya tanpa melepaskan ciumannya, sehingga Clara dengan perlahan bisa bernafas kembali.
Tapa mereka sadari ciuman lembut itu menghanyutkan suasana, Clara tidak sadar jika posisinya saat ini sudah berada di bawah kukungan tubuh Aeron.
Aeron terus menciumi nya, menyacap rasa manis yang selalu menjadi candu untuk nya.
“Ahh!” hingga suara leguhan itu lolos tanpa bisa dikontrol lagi.
karena suara itu pula lah membuat Aeron semakin terbakar gairah.
Lama mereka saling memagut sehingga tanpa sadar telapak tangan Aeron sudah menyusup masuk kedalam baju Clara, menyentuh dan memainkan secara langsung kedua benda kembar miliknya.
“Aeron” panggil Clara dengan suara bergetar.
Aeron sudah tidak mendengarkan lagi panggilan Clara, dia hanya tahu jika tubuhnya saat ini terasa seperti terbakar, dan meminta untuk segera dipadamkan.
Dia menarik tekuk Clara untuk memperdalam ciumannya, sampai sesuatu mulai membengkak dan terasa sakit karenanya.
Clara mencoba mendorong pundak Aeron dan memukul-mukul dadanya, saat Aeron mulai menciumnya dengan kasar, tapi tenaga yang dia miliki tidak sebanding dengan lawan yang berada diatasnya.
Akhirnya clara pasrah membiarkan Aeron melahap bibirnya secara kasar, sampai laki-laki itu tersadar dengan sendirinya jika clara sudah tidak membalas karena lemas dan sulit bernafas.
“Maaf” bisiknya
“Aku sudah Lost control, aku berjanji tidak akan pernah melakukannya sebelum kita resmi menikah”.
ucapnya kemudian mengecupnya kening gadisnya menekan semua rasa yang ada.
Clara juga merasa sangat malu, karena tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Dia menyembunyikan wajahnya di dalam dada Aeron.
“Tidurlah!” ucap Aeron lalu beranjak untuk berdiri.
“Aeron kamu mau kemana?” tanya Clara,
Aeron menoleh untuk menatap Clara dengan tersenyum kecut dia menjawab; “Aku membutuhkan air dingin untuk menjinakan ular nakal ini!” ujar Aeron menatap iba adik kecil nya yang telah membengkak.
Ketika Aeron keluar dari kamar mandi nampak Clara sudah tertidur lelap, dia lalu membaringkan diri disebelah gadisnya dan memeluknya erat.
Mereka tertidur sangat lelap, dan terbangun ketika hari sudah menjelang sore.
Kegiatan sore hari mereka isi dengan berjemur menikmati sinar matahari dan sebagian lainnya berenang di kolam renang yang tersedia.
_________
Hingga waktu malam pun tiba.
Suara dentuman musik Dj memecah suara ombak ditengah laut.
Clara dan Kevin berkolaborasi memainkan musik party tersebut, sorak-sorai dari anggota tim D.R menambah semangat mereka berdua.
“Ternyata calon Nyonya kita adalah seseorang yang multitalenta” puji salah satu anggota.
“aku setuju! sudah cantik pintar, pantas saja jika bos kita bisa jatuh cinta kepadanya” ucap yang lain menimpali
“Ya kau benar, tapi akan lebih sempurna jika dirinya juga pandai memasak.” tambah anggota yang lain.
“Hei kecilkan suara kalian.” peringat salah seorang dari mereka
Aeron yang secara tidak langsung mendengar percakapan mereka ikut tersenyum, di dalam hati dia merasa bangga bisa mendapatkan seorang gadis seperti Clara yang begitu sempurna dan merupakan cinta kecilnya.
Salah seorang dari tim nakhoda datang dan membisikkan sesuatu kepada Aeron,
“tuan Xavier, sebuah kapal pesiar berlayar mendekat, mereka mengirim pesan, mengatakan jika anda telah memberikan izin kepada mereka untuk bergabung”.
“Biarkan mereka bergabung” ucap Aeron memberi perintah.
Selang 20 menit kemudian, nampak beberapa orang datang menghampiri kapal pesiar mereka, dan salah satunya sudah mereka kenal sejak lama yaitu Vincent.
Vincent membawa beberapa teman laki-lakinya dan juga beberapa wanita panggilan.
Mereka semua berkenalan dan saling menyapa satu sama lain, begitu juga dengan seluruh anggota tim yang memang sudah diberitahu sebelumnya, karena mereka yang easygoing dan juga ramah maka dengan cepat kedua kubu terlihat akrab.
Semua mata menatap kagum kepada kedua discjokey yang sedang memainkan music house.
Baik Kevin maupun Clara terlihat begitu kompak, mereka saling melemparkan senyum saat hendak menggantikan irama music dengan irama yang lebih keras.
Sepasang mata berwarna Coklat gelap menatap tajam ke salah satu disc-Jockey.
mata nya memancarkan suatu Ambisi, dalam hati dia tersenyum bahagia tidak menyangka akan bertemu dengan gadisnya dalam waktu secepat ini.
Vincent yang mengerti akan tatapan yang dilemparkan salah satu sahabat dekatnya itu menepuk pundaknya untuk memperingatkan “jauhi gadis itu”
Seakan menulikan telinganya dan tidak perduli atas peringatan sahabatnya, justine Justru dengan berani menatapnya lebih dalam dan seringai tipis muncul disudut bibirnya.
Gerak-gerik Justine tidak luput dari pandangan mata Aeron dan beberapa orang lainnya, Aeron mengeratkan rahangnya dia tidak suka jika seseorang menatap tajam seperti hewan buas yang sedang kelaparan kepada gadis yang sudah dia claim sebagai miliknya.
Setelah selesai performance Clara dan Kevin segera turun untuk menghampiri mereka semua.
“Sayang aku haus”.
ucap Clara manja sambil meletakan kedua tangannya kedada Aeron tanpa mempedulikan tatapan beberapa orang lainnya yang belum mengetahui status hubungan mereka.
Aeron langsung memanfaatkan kesempatan dengan memeluk posesif Clara tanpa memberi sedikitpun jarak lalu dengan gerakan nakal dia menyelipkan anak rambut Clara kebalik telinganya, kemudian merundukkan wajah dan berbisik,
“Apa kau ingin aku menyuapimu menggunakan mulutku?”
Seketika wajah serta telinga Clara langsung memerah mendengar candaan nakal kekasihnya.
“Aku tidak keberatan jika kau mau” ucap Aeron dengan suara yang bisa didengar oleh yang lain.
Pada saat itu posisi Justin yang berada tepat dibelakang Clara, tanpa sengaja melihat sesuatu yang mengingatkan nya kepada seseorang.
“DIA-?” batin Justine bertanya.
••••••••••••••••••••••••••••••••
...#Hai! Hai! para readers ku thanks ya untuk yang masih setia....
...Jangan lupa Vote & Like nya, juga kritik serta sarannya #Matur suwon...