Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Kecewa



Malam semakin larut akan tetapi kelima remaja itu masih saja enggan untuk beranjak dari tempat duduknya masing2.


mereka masih bersemangat memainkan permainan Dear or Truth walaupun tiga diantaranya sudah mabuk berat.


Akhirnya majelang jam dua malam mereka baru meninggalkan night club.


Aeron yang tidak begitu mabuk membawa Clara dan Alen bersamanya, sementara Kevin membawa bella.


Aeron sudah terlebih dahulu melajukan mobilnya.


Kevin yang susah payah memapah bella yang berjalan terseok2 karena mabuk akhirnya menggendongnya agar bisa lebih cepat sampai ketempat dia memarkir mobilnya.


Kevin langsung mendudukan bella dikursi co-drive dan memasangkan seatbelt untuknya.


kemudian setelah itu dia berjalan mengitari mobil lalu masuk dan duduk dibagian kemudi.


Sesaat sebelum menghidupkan mesin dia tertegun ketika melihat bibir merah bella yang terus berkomat-kamit berceloteh ria dengan memaki2nya kemudian bernyanyi dengan lyric terbolak balik.


Bibir bella terlihat begitu menggemaskan dimata kevin, tanpa permisi dia meraup bibir itu mengecap rasa manis yang selama ini ada dikhayalan otak kotornya.


Tanpa sadar sudah cukup lama kevin mencicipi bibir ranum itu, sehingga membuat bibir bella berwarna lebih mengkilat dan sedikit membengkak karena ciuman kasar yang Kevin lakukan.


“Manis”.


ucap kevin mengakhiri ciumannya.


Kevin tersenyum penuh kemenangan.


“Anggap saja itu sebagai balasan karena kamu sudah berani mempermainkan ku hari ini”. ucapnya sambil mengusap bibir bella dengan ibu jarinya.


bella yang sudah berada dibawah alkohol tidak sadar apa yang telah Kevin lakukan, dia hanya mengerjap2kan matanya dan terus tersenyum seperti orang tidak waras.


kevin menyalakan mesin mobilnya lalu menekan gas dan memutar stir, keluar dari area parkir untuk menyusul mobil Aeron yang sejak tadi sudah melaju.


____________


Tett ... Tett ....


Aeron yang sudah sampai terlebih dahulu membuka kan pintu untuk kevin yang membawa bella.


malam ini sungguh membuat mereka lelah karena harus menangani tiga orang mabuk sekaligus.


“kau bawa bella kekamar sebelah sana!”.


ucap Aeron


Kevin membawa bella kedalam kamar yang dimaksud, dan meletakan bella dengan hati-hati.


saat akan kembali berdiri bella langsung menariknya hingga hampir saja tubuh kevin terjatuh menimpa tubuh mungilnya, jika saja Kevin tidak dengan cepat menahan dengan kedua tangannya.


bella yang sudah mabuk tidak mengetahui apa yang sudah dia lakukan.


dia mengira jika saat ini dia sedang memeluk boneka beruang kesayangannya, dia memeluk erat & terus menciumi pipi kevin yang dia sangkakan boneka didalam kamarnya.


mendapat perlakuan luar biasa bella, membuat jiwa laki2 Kevin merasa lapar seketika.


dengan penuh nafsu kevin mengulang kembali kejadian didalam mobil tadi.


Mendengar leguhan kecil bella membuat kevin semakin menjadi liar tak terkendali mungkin juga karena efek alkohol yang dia minum walaupun tidak sampai membuatnya mabuk.


Ciuman Kevin semakin menjadi liar, dari bibir hingga kebalik telinga kemudian turun ketulang selangka bella.


dia menggigit kecil dan menghisap kulit bella yang terasa manis kemudian meninggalkan jejak kepemilikannya disana.


Perlahan tapi pasti tangannya dengan cekatan melepaskan tali pengikat kain pelindung kedua gunung kembar milik bella.


Dia menarik tekuk leher bella untuk memperdalam ciumannya dan sebelah tangan lainnya dia gunakan untuk meremas dan memainkan benda kenyal nan menggemaskan tersebut.


Masih merasa kurang dia menaikan baju yang bella pakai hingga nampak dengan jelas kedua benda yang sangat imut dan menggairahkan tersebut memanggil2 nya agar segera memainkannya.


Dengan rakusnya Kevin melahap, menghisap dan menggigit2 kecil hingga suara leguhan bella semakin nyata terdengar ditelinganya.


Kevin seakan lupa apa tujuan dia masuk kekamar ini hingga suara ketukan pintu menyadarkan dirinya.


“Kevin Stop it!”.


panggil Aeron ketika melihat sahabatnya sedang mencumbui bella.


Mendengar namanya disebut membuat kevin kembali tersadar.


dia meraup kasar mukanya dan langsung berdiri kemudian membenarkan pakaian bella yang sudah sedikit acak-acakan.


“Sudah ku katakan, aku tidak ingin kau menidurinya jika dirimu tidak benar2 serius ingin bersamanya”.


ucap Aeron menarik kasar tangan kevin menuju keruang tengah.


Kevin dan Aeron merebahkan diri disofa ruang tengah.


Kevin menarik nafas dalam dan menghembuskannya kembali.


“Sorry”.


ucap kevin menyesali apa yang telah ia lakukan.


Aeron menepuk pundak sahabatnya tersebut. “lupakan! lebih baik kita istirahat besok baru kita membahasnya”.


_________


Keesokan harinya ...


Sinar Matahari yang menembus kamar membangunkan secara paksa Clara yang masih mengantuk.


“Uughh!! kepalaku”.


keluh Clara karena merasakan pusing dikepalanya.


dia memijat2 pelipisnya untuk meredakan rasa pening yang menjalar memenuhi kepalanya.


Setelah dirasa sakit dikepalanya sudah sedikit berkurang dengan perlahan dia mencoba membuka matanya yang masih belum mau sepenuhnya diajak melihat cerahnya dunia.


Saat matanya terbuka, langit2 kamar yang berwarna Sea Salt memberi jawaban dimana saat ini dia berada.


dia mengingat kembali kejadian sebelum dirinya mabuk.


“ini kamarku, siapa yang telah membawaku pulang?”.


tanyanya kepada diri sendiri


Dia bangkit dari kasurnya menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa begitu lengket.


Selesai mandi perutnya merasa begitu lapar. “lebih baik aku membuat sesuatu” ucapnya


Saat melewati ruang tamu, dia begitu kaget melihat ketiga teman sekolahnya tidur disofa dengan begitu banyak pose.


Clara memutar bola matanya dan berfikir.


“Jika mereka semua ada disini, maka dimana bella?”.


Dia langsung pergi kekamar yang lainnya untuk memastikan bahwa sepupunya itu baik-baik saja.


“Sukurlah”.


Clara tidak berniat membangunkan teman2nya dia sengaja langsung kedapur untuk memasak.


Aeron sedikit tersadar karena mencium bau wangi dari masakan clara.


Dia membuka mata nya kemudian pergi menuju kedapur dan berhenti tepat dipintu dapur, memperhatikan clara yang terlihat sangat mahir memainkan peralatan memasak.


“Sedang apa?”.


suara Aeron memecah konsentrasi Clara


“Aeron, kau mengagetkan ku saja”.


ucap Clara memegangi jantungnya.


Aeron tersenyum lalu kembali bertanya, “mau masak apa?”.


“Hanya memasak sisa bahan yang ada”


“Butuh bantuan?”


“Tidak usah lebih baik kamu pergi mandi saja!”


Aeron mengangguk menyetujui ucapan Clara karena dia juga sudah merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket.


“Aeron”.


panggil Clara ketika Aeron hendak pergi untuk mandi.


“ada apa?”


“kau bisa menggunakan kamar mandi milikku karena bella masih belum bangun dan kau bisa mengambil sendiri baju ganti di Walk-in Closet milikku”.


ucap Clara kemudian tersenyum melihat raut wajah Aeron yang terlihat seperti orang bingung.


“kamu bisa memilih sendiri pakaian yang kau suka dan jangan lupa pilihkan juga untuk Al & Kevin” sambung Clara.


Aeron yang masih belum mengerti hanya meng-iyakan ucapan Clara kemudian berlalu pergi.


Hanya butuh waktu 15 menit untuk Aeron membersihkan dirinya.


dengan handuk putih melilit dipinggangnya Aeron berjalan menuju Walk-in Closet yang Clara katakan.


Dia membuka pintu lemari satu persatu, sampai Akhirnya ia menemukan begitu banyak pakaian pria, dari pakaian santai sampai ke pakaian formal semuanya ada disana dan semuanya masih digantungi merk.


“Untuk apa dia menyimpan begitu banyak pakaian laki-laki? dan pakaian ini semua merupakan limited edition” batin Aeron


Tak ingin berfikir terlalu lama Aeron mengambil sebuah kaos bermerk AIX berwarna hitam polos dengan leher V dengan stelan jeans pendek berwarna buram.


Aeron kembali menghampiri Clara yang masih sibuk memasak didapur mini nya.


“Kamu terlihat lebih tampan”.


puji Clara saat melihat Aeron yang telah berdiri disamping nya.


“Apakah biasanya aku tidak terlihat tampan dimatamu?”


Tanpa mengharapkan jawaban gadis itu, aeron kembali bertanya; “ra untuk apa kamu membeli begitu banyak pakaian pria?” tanya Aeron penasaran.


“Untuk calon suamiku” ucap clara jujur tanpa berfikir jia Aeron akan salah faham.


“Kau sudah memiliki kekasih?”.


tanya Aeron sedikit kecewa


“Ya kami dijodohkan, dan rencananya setelah lulus kami akan segera menikah”.


jawab Clara apa adanya tanpa berfikir jika Aeron bisa saja cemburu bahkan mungkin menjauhi nya.


“Are you serious?”.


tanya Aeron sangat terkejut


“Hem”.


balas Clara dengan anggukan kecil.


Seketika itu wajah Aeron sudah berubah 180°, wajah yang tadinya terlihat begitu bahagia berubah menjadi wajah yang sangat menakutkan.


Aeron hanya diam tanpa ekspresi mencoba mencerna apa yang baru saja dia dengar.


“biar aku yang melakukannya”.


ucapnya sambil mengambil paksa sayur ditangan clara untuk dicuci.


Clara hanya tersenyum geli melihat tingkah Aeron.


“Maaf Evan bukannya aku tidak mau memberitahu mu yang sebenarnya tapi waktunya belumlah tepat maka bersabarlah”.


ucap clara dalam hati


Clara memasak Nasi goreng seafood, Chicken katsu dan Udang crispy.


Selesai masak dia membawa masakannya kemeja makan dan sebelumnya meminta Aeron untuk membangunkan kedua sahabatnya sementara dirinya pergi kekamar untuk membangunkan sepupunya.


_______


“Uumh! sumpah demi apapun ini sungguh sangat enak”.


puji Alen sambil mengunyah nasi goreng buatan Clara.


“Ra aku tidak menyangka jika masakanmu seenak ini, beruntung sekali laki-laki yang bisa memilikimu”.


ujar Alen membuat telinga Aeron semakin panas mendengar nya.


Raut wajah Aeron yang terlihat tidak senang dengan topik pembicaraan Alen membuat Clara memutar otaknya untuk segera mengalihkan obrolan.


“Minggu depan kitakan sudah mulai mid-semester bagaimana jika kita belajar bersama”. usul Clara


“ide yang bagus”.


Jawab Kevin cepat.


Sejak kejadian semalam kevin sudah memikirkan masak2 dia berniat untuk serius mendekati bella dan dengan mereka belajar bersama bukankah itu berarti bisa membuatnya semakin sering bertemu dengan bella.


“bagaimana menurutmu Aer?”.


tanya kevin meminta persetujuan Aeron


“Terserah kalian saja”.


jawab Aeron dingin


Clara hanya bisa menghela nafas kasar, merasa semakin tidak enak dengan mood Aeron.


dia menyesal telah mencobai Aeron.


Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan mumpung hari libur.