Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Merindukan Mu



Lebih dari 17 jam berada di atas udara, akhirnya mereka berdua sampai ke tempat tujuannya.


“siapa yang akan menjemput kita?” tanya Clara


“Eric” jawab Bella sambil menarik suitcase nya.


setelah keluar dari pintu Exit, tidak butuh waktu lama untuk Eric mencari kedua sosok gadis yang harus dijemputnya.


Clara melambaikan tangannya, “Eric” panggilnya dengan sedikit berteriak kepada laki-laki kepercayaan papanya itu.


Eric langsung menoleh dan menghampiri kedua gadis itu, “biar aku yang bawa” ucapnya mengambil alih sebuah Suitcase dari tangan bella, “thanks Eric” ujar Bella, “you're welcome” balasnya lalu berjalan menuju tempat mobil mereka berada.


Seorang sopir turun untuk membantu Eric memasukkan koper kedalam bagasi.


Eric membantu membukakan pintu untuk Clara, sementara sopir membukakan pintu untuk bella.


Eric memutar tubuhnya, lalu berjalan masuk dan duduk di samping kemudi “kita pergi makan terlebih dahulu” perintahnya kepada sopir, “baik Tuan” jawab sang sopir.


“kalian berdua ingin makan apa?” tanya Eric


“terserah saja” balas Bella


“aku rindu dengan makanan di Volks Steak - Fuxing, bagaimana kalau kita makan di sana?” usul Clara


“baiklah kita akan pergi ke sana” ucap Eric menyetujui, dan sopir mulai melajukan mobil mereka ke tempat yang clara maksudkan.


tak berselang lama handphone Clara bergetar ada sebuah panggilan masuk, “Shasa” gumamnya sambil menarik keatas tombol berwarna Hijau yang bertuliskan Accept.


...“Apa kalian sudah sampai?” tanya Shasa cepat ketika Clara belum sempat mengatakan 'Halo....


...“kami baru saja tiba Sha, dan sekarang ingin pergi makan!”...


...“dimana? apakah di restoran tempat biasa kita makan?” tebak shasa karena dia tahu setiap Clara tiba dari airport, dia pasti menyempatkan diri untuk makan disana sebelum pulang kerumah....


...“ya ..”...


...“kalau begitu aku akan menyusul kalian kesana sekarang, kebetulan juga sekarang aku berada tidak jauh dari sana, inget jangan makan dulu sebelum aku datang ya!” ucap Shasa...


...Mereka yang lain yang mendengarkan percakapan antara Shasa dan Clara hanya menggelengkan kepala & tersenyum....


...“kita gak janji ya! kalau kamu datang nya terlambat” teriak Bella di samping telinga Clara...


...“Bella-- aa! dari dulu kamu memang paling jahat” ucap shasa merajuk....


...“apa kamu tidak tau jika aku selama ini kesepian karena kalian tinggalkan? sekarang aku benar-benar sangat merindukan kalian berdua” ucap shasa pajang lebar....


...“kami juga sangat merindukanmu Sweetie” sahut Bella menimbali....


...“Ya sudah cepat lah kemari, kami juga sangat merindukan mu” ucap clara kemudian mengakhiri panggilannya...


______


Saat ini mereka berada di sebuah restoran yang cukup terkenal dengan menu Beef-steak nya.


Shasa langsung memeluk kedua temannya sekaligus saat telah bertatap muka, mereka berpelukan seperti teletubbies untuk melepas rindu.


“Bisa kah kalian bertiga bersikap sedikit dewasa” peringat Eric saat mereka berpelukan dengan berjerit-jerit membuat banyak pengunjung menatap aneh kepada mereka.


mendengar perkataan Eric yang menyentil hati membuat mereka bertiga seketika langsung melepaskan pelukannya “maafkan kami Eric! kami hanya terlalu bahagia sehingga lupa sedang berada dimana” ucap clara dengan memasang puppy-eyes nya lalu dikuti oleh kedua temannya yang lain.


Eric tidak akan pernah menang menghadapi ketiga gadis dihadapan nya ini, “ayo kita harus sedikit lebih cepat, orangtua mu sudah menunggu bersama yang lain” ucap Eric kemudian menyuruh ketiga gadis itu untuk duduk dan segera menyantap makan siangnya.


“Aku akan menunggu kalian diluar!” ucap Eric berpamitan karena dia ingin merokok terlebih dahulu “hubungi aku jika kalian sudah berada dilobby”


sekarang tinggalah mereka bertiga menyelesaikan Dessert sebagai hidangan penutup.


“Eh, El! are you serious with Kevin?” tanya shasa sambil memasukan creme caramel kemulutnya.


Bela menarik nafas lalu menghembuskan nya “I don't know!” jawab Bella jujur “sekarang cukup nikmati saja, biar takdir yang nanti menentukan”, Shasa pun tersenyum mendengar jawaban Bella.


“trus bagaimana sama kamu Re?, apa Aeron sudah tau jika kamu adalah Elan?” ujar Shasa melemparkan pertanyaan kepada clara


sejenak clara terdiam mendengar pertanyaan yang dilemparkan oleh Shasa “aku kira, dia belum tahu” jawabnya dengan nada sedikit merasa ragu


Lama mereka mengobrol, hingga sebuah pesan masuk di handphone shasa;


...“Apa kamu sudah berjumpa mereka?”...


...••••••••...


...(Alen)...


“aku ke kamar kecil sebentar!” pamit Clara, “jangan terlalu lama” jawab bella yang dibalas dengan kode jari 'Ok oleh clara.


Shasa mengetik sebuah balasan;


...“ya, kami baru saja selesai makan bersama”...


selang beberapa saat balasan dari Alen pun kembali masuk;


...“Bisakah kalian kirimkan foto kalian bertiga?”...


Shasa tersenyum membaca isi pesan dari Alen, “ada apa tanya Bella?”, shasa memberikan handphonenya kepada Bella agar temannya itu membacanya.


Bella yang mengerti langsung mengaktifkan tombol kamera, “kita tunggu Re dulu” ujar Shasa.


Lama mereka menunggu Clara tapi belum juga kembali, sementara Alen yang sudah tidak sabar terus menerus mengirimkan sms dan meminta Shasa untuk segera mengiriminya foto, “kenapa dia tidak sabar sekali” gerutu Shasa


karena Clara begitu lama, sementara Alen yang terus-menerus mendesak, bahkan menelpon menjadikan Shasa pusing dibuatnya.


maka akhirnya dia memutuskan untuk mengambil foto hanya berdua tanpa adanya clara, lalu segera mengirimkannya kepada Alen.


“Aku tidak mengerti mengapa Alen begitu menginginkan foto kita?”, tanya Bella, “entahlah aku juga tidak mengerti” balas Shasa.



...(Shasa & Bella)...


Shasa kemudian mengetik sebuah keterangan di foto tersebut “maaf! hanya kami berdua, Clara belum kembali dari kamar kecil”


______________


 


Di sebuah negara lain Alen yang telah menerima foto dari Shasa langsung menunjukkan foto itu kepada sahabatnya kevin dia ingin membuat kesal kevin, itulah tujuan Alen sebenarnya “Eh bro coba lihat” ujar Alen memberikan handphonenya kepada Kevin.


Kevin mengambil handphone tersebut kemudian melihat isinya, kevin sedikit kesal karena Alen mendapat lebih dulu kabar dari mereka bukan dirinya, walaupun yang mengabari Alen adalah Shasa bukan kekasihnya, tapi setidaknya bagi kevin Bella haruslah lebih dahulu mengabarinya, kerena sejak tadi dia sudah mengirim begitu banyak pesan kepada bella tapi tidak satupun dari pesannya yang telah dikirim itu dibaca.


kevin langsung mengambil handphonenya dan langsung mencoba menghubungi Bella, tapi ternyata Hp milik bella tidaklah aktiv, dan it membuat kevin semakin kesal saja, "Bella" geramnya dengan suara tertahan.


Alen yang melihat raut wajah kevin yang masam langsung mengulum senyumnya, “Memang enak dikerjain!” batin Alen mulai tertawa.