
Kejadian dipantai dua minggu yang lalu membawa efek buruk terhadap hubungan mereka berdua.
Clara terlihat selalu murung karena sikap Aeron yang berubah 180°, aeron yang lebih memilih dekat dengan fanny membuat Clara merasa terasingkan.
Clara berniat untuk mengajak Aeron bicara.
dia ingin menyelesaikan kesalahfahaman diantara mereka.
Clara benar2 menyesal telah mengatakan Hal yang seharusnya tidak ia katakan.
Hari ini adalah ujian terakhir mereka.
Suasana kelas nampak begitu hening,setiap murid sibuk dengan kertas yang berada dihadapan masing2.
mereka mencoba untuk berkonsentrasi agar bisa menjawab soal2 dengan baik.
Aeron keluar setelah menyelesaikan semua soal2 nya, tak lama clara pun telah selesai menjawab semua soal yang ada.
dengan cepat ia berdiri mengumpulkan lembar jawabannya.
Clara berjalan dengan tergesa2 berusaha mengejar Aeron yang telah terlebih dahulu keluar “kemana dia?”.
gumamnya ketika tidak menemukan keberadaan Aeron.
Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencoba mencari sosok tersebut.
Samar-samar tidak jauh dari tempatnya berdiri, ia mendengar suara Aeron yang sedang berbicara.
Rupanya Aeron sedang menerima telpon, dan sepertinya ia sedang berdebat dengan seseorang.
...“Maaf pa! tapi aku tidak bisa mengikuti kemauan papa”...
...“......”...
...“Karena aku bukan anak kecil lagi yang bisa papa atur seenaknya”...
...“......”...
...“tidak ada yang perlu aku pertimbangkan karena sudah ada seseorang dihatiku”...
...“......”...
...“Dia teman sekolahku, namanya fanny”...
Ucap Aeron asal karena tidak mungkin dia menyebutkan nama Clara yang sudah nyata telah memiliki calon suami.
Bibir Clara bergetar hatinya terasa begitu sakit ketika secara tidak sengaja mendengar kata2 yang keluar dari mulut laki2 yang sangat ia cintai itu.
“Aeron”.
gumamnya dengan mata mulai terasa panas.
...“......”...
...“Terserah papa, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah berubah fikiran, dan aku tidak akan pernah mau menerima perjodohan ini” ucap Aeron mengakhiri panggilan secara sepihak....
“Clara”.
panggil Aeron saat membalikan badannya
“apa kau baik-baik saja?”.
0tanya Aeron ketika melihat mata Clara yang mulai memerah menahan tangis.
Clara langsung menepiskan tangan Aeron yang berusaha menyentuh pundaknya.
dia langsung berlari meninggalkan Aeron yang masih terkejut dan memanggil2 namanya.
Aeron mengarahkan pandangan matanya ke sebelah kiri bawah, berpikir apa yang menyebabkan gadis itu bersikap aneh terhadap nya.
Saat tiba diparkiran Clara segera menghidupkan motornya, kemudian melajukannya dengan kecepatan tinggi.
Sementara bella yang melihat clara melajukan motornya secara ugal-ugalan, bisa menebak Hal buruk sudah pasti terjadi kepada sepupunya nya itu.
Bella yang memang sudah sangat kesal dengan sikap Aeron selama dua minggu belakangan, langsung menghampiri Aeron.
“Apa yang sudah kau lakukan, Hah?”.
bentak bella penuh emosi
“Apa yang sudah aku lakukan”?.
tanya balik Aeron karena memang dia tidak melakukan apa2 terhadap clara.
Tanpa diduga bella langsung memaki Aeron. “dasar laki-laki bodoh!” ucapnya
Mendengar makian bella, membuat Aeron jadi emosi.
“Jaga ucapanmu! jangan berfikir aku akan bersikap segan hanya karena kau adalah seorang wanita”.
ancam Aeron seraya menujuk muka bella
“Tenang Aer!”.
ucap kevin mencoba melerai perdebatan antara sahabat dan kekasihnya itu
Aeron menarik nafas dan mengepalkan tangannya.
“urus kekasihmu ini baik-baik!” ucap Aeron berlalu pergi.
Bella yang masih emosi kembali berkata kasar.
“Pantas saja jika selama ini kau tidak bisa menemukan Elan!”. ejek bella
“Mengapa dia bisa mengetahui tentang Elan?” tanya Aeron dalam hatinya
Belum sempat Aeron bertanya lebih bella sudah melangkah pergi meninggalkannya menuju tempat parkir, dia berniat menyusul sepupunya itu.
Bella langsung menyalakan mesin mobilnya dan dengan cepat meninggalkan sekolah menuju ke apartemen Clara.
“Re, Are you here?”.
Panggil bella saat masuk kedalam apartment Clara.
dia mencari kedalam kamar dan semua sudut ruangan tapi tidak menemukan sosok sepupunya itu.
“kemana dia pergi?” tanyanya pada diri sendiri.
dia mencoba menghubungi nomor Clara, tapi ternyata Hp-nya tidak aktiv.
Waktu berlalu dengan cepat, hari sudah gelap. jam dinding sudah menunjuk keangka sembilan lewat tapi Clara masih belum juga pulang dan Hp-nya juga masih tidak aktiv.
bella takut terjadi sesuatu kepada adik sepupunya itu.
“Aku harus memberitahu Kevin, mungkin saja dia bisa membantuku”.
ucapnya kemudian menghubungi kekasihnya itu.
tidak butuh waktu lama Kevin sudah menjawab panggilan nya.
...“Halo sayang! ada apa? tidak biasanya kau menghubungiku, apa kau merindukanku?”....
...goda kevin tanpa memberikan kesempatan bella untuk bicara....
...“kevin dengar aku ingin bicara”....
...ucap bella dengan suara sedih...
Kevin yang menyadari ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu langsung menghentikan candaannya dan segera bertanya;
...“katakan ada apa sayang?”...
...“Kev, Re belum juga kembali, dan aku takut terjadi sesuatu kepada nya”...
...“apa maksudmu?”....
...tanya kevin sedikit terperanjat...
...“Sejak pulang sekolah tadi re belum kembali. aku sudah lama menunggunya disini dan Hp-nya pun mati. Aku sudah mencoba menghubungi mansionnya tapi pelayan mengatakan jika re tidak kembali kesana....
...sayang apa yang harus aku lakukan?”...
...“Kalau tunggu aku segera kesana, kita akan mencarinya bersama-sama”...
Kevin langsung mencari kunci motornya dia berniat membawa motor agar lebih mudah melakukan pencarian.
Ketika sampai di garasi dan hendak menghidupkan motornya, Alen tiba-tiba datang.
“Hei dude! mau kemana malam2 begini?”
“Pergi menemui bella!”.
jawab Kevin terburu-buru.
“kau sendiri apa yang kau lakukan malam-malam di rumahku?”
Mendengar nama bella membuat Alen menaik turunkan alisnya, tersenyuman penuh arti.
“jangan katakan jika kalian berdua ingin melakukan--”.
ucap Alen dengan memperagakan kedua tangannya layaknya sepasang kekasih yang sedang berciuman.
“Pletakk”.
sebuah jitakan mendarat dikepala Alen.
“Kira-kira kapan otakmu ini bisa dipakai untuk memikirkan hal yang lain?”.
tanya Kevin penuh ejekan.
“kalau tidak ada yang penting aku harus segera pergi!”.
ucapnya memasukan kunci kontak motornya
Alen merebut kunci motor tersebut.
“kau tidak bisa pergi sebelum memberitahuku tujuan mu”.
ucap alen dengan raut wajah menyebalkan.
“Kau ini benar2 menyebalkan” ujar Kevin.
Kevin menatap lekat kedua bola mata Alen. “bella mengatakan jika Clara sampai saat ini belum juga kembali”.
ucap Kevin menjelaskan
“Hah? Apa kau serius? bagaimana bisa? Apa yang terjadi?”.
tanya Alen bertubi-tubi seperti Paparazzi membiru berita.
“Entahlah aku juga tidak tahu” balas Kevin
Mereka berdua langsung menuju apartment Clara.
kevin yang memakai motor balapnya dan Alen yang membawa mobil sport nya.
Alen mengirim Voice note kepada Aeron.
...📲 Bro, Clara hilang! 🎶...
----> (sending) 📤
“Panik-panik lah kau Aer”.
ucap Alen sambil melajukan mobilnya.
______
Suara bel apartment membuyarkan lamunan bella.
dia berdiri untuk membukakan pintu.
“Al kau juga datang?”.
tanya bella yang tak menyangka jika kevin membawa Alen serta
“Hem” jawab alen disertai anggukan
“Masuklah” ucap bella
Setelah duduk kevin langsung bertanya; “Sayang apa yang terjadi?”
“aku juga tidak tau! yang jelas ini pasti ada hubungannya dengan sibodoh itu”.
jawab bella kesal
“Bel mengapa dirimu begitu yakin jika ini semua ada hubungannya dengan Aeron?”.
tanya Alen penuh selidik
“Karena hanya dia seorang yang mampu melakukan nya”
Mereka berdua hanya saling menatap tak mengerti maksud ucapan bella.
Melihat kekasihnya yang benar2 sedang marah, membuat kevin tidak ingin bertanya lebih banyak lagi.
kevin langsung berdiri dan mengajak bella untuk mencari sepupu kesayangannya itu, “lebih baik kita cari Clara sekarang” ucap Kevin.
Mereka menelusuri sepanjang jalan, kevin juga menelpon beberapa anak buah nya agar bisa membantu.
Sudah lewat tengah malam tapi mereka belum juga menemukan keberadaan Clara.
__________
Ditempat lain, sejak kejadian tadi siang dimana bella menyebutkan nama Elan,
membuat Aeron menjadi penasaran.
dia sibuk berkutik dengan laptopnya hingga lupa waktu karena terus mencari segala informasi tentang bella.
Dia sangat yakin jika bella mengetahui dimana keberadaan gadis kecilnya itu.
sampai2 dia tidak menyadari jika sudah lewat jam satu malam.
Aeron berniat untuk beristirahat dan melanjutkan pencarian nya besok pagi, dia membaringkan diri dan mengecek Hp-nya yang sejak sore ia letakan diatas nakas.
Aeron melihat ada sebuah pesan suara yang masuk ternyata itu dari Alen, dengan sedikit malas dia membuka isi pesan tersebut.
...📩 Bro, Clara hilang! 🎶...
Aeron yang kaget langsung menegakan posisi badan nya dari posisi semula lalu segera menghubungi Alen.
...“Halo Aer-”...
...“Apa maksudmu Al? jangan bercanda melampaui batas”....
...maki Aeron tanpa memberi kesempatan Alen untuk bicara...
Mendengar suara Aeron yang terdengar berat karena amarah membuat Alen semakin bersemangat untuk membuat sahabatnya itu menjadi panik.
...“Apa Kau pikir aku masih bisa bercanda setelah hampir empat jam kami berkeliling mencarinya?...
...Kau tahu ini semua gara-gara dirimu! aku tidak tau apa yang kau katakan kepada clara sehingga dirinya pergi entah kemana”....
...ucap Alen menyalahkan....
...“Apa kau benar2 serius?”....
... tanya Aeron memastikan...
...“sudahlah jika kau tidak percaya! kau bisa hubungi Kevin untuk menanyakan nya!”...
Nada bicara Alen yang begitu meyakin kan membuat Aeron mempercayai nya
...“katakan dimana posisi kalian saat ini?” ...
...tanya Aeron kemudian....
...“kami ada dijalan Manor”...
...“tunggu aku segera kesana” ...
...ucap Aeron mengakhiri sambungan....
Sejenak Aeron berfikir.
“Apa yang sudah aku lakukan kepadanya sehingga dirinya bertindak sedemikian? apa tadi dia mendengar pembicaraan ku dengan papa?.
tapi mengapa dia harus marah?
apa dia cemburu?
bukannya dia mencintai calon suaminya? sebenarnya apa mau mu ra?”.
batin Aeron bermonolog
Tak ingin membuang waktu Aeron langsung mengambil jacket kulitnya nya dan pergi mengendarai motor Honda miliknya dengan kecepatan penuh dia menuju alamat yang baru saja Alen kirim.
____________
“Kita cari makan dulu sayang, dari tadi siang perutmu belum kau isi apa2”.
ujar Kevin memberhentikan motornya didepan sebuah restoran Mie sederhana yang terlihat masih buka.
“Coba kau hubungi lagi Clara siapa tau nomornya sudah aktiv” ucap kevin
Bella menggangguk kemudian mencoba mendial kembali no hp-clara.
“aktiv”.
ucapnya dengan raut wajah senang ketika mendengar nada dering dari seberang.
tapi sampai nada panggilan berakhir Clara tidak juga mengangkat nya, hingga panggilan keempat barulah terdengar suara serak Clara menjawab.
...“El”...
...“Re apa kau baik2 saja?”...
Clara tidak menjawab pertanyaan bella, tapi langsung berkata;
...“El apa kau tau? hatiku sangat sakit saat ini....
... kau tau bagaimana usahaku selama ini, aku menghabiskan sebagian besar masa kecil dan waktu remaja ku hanya untuk belajar dan belajar agar aku bisa dipandang pantas untuknya”...
Clara menarik nafas panjang.
menghapus airmata nya yang masih terus mengalir sebelum melanjutkan kata2nya.
...“dan apa kamu tau setelah semua yang sudah aku lakukan selama ini dia mengatakan jika dia tidak menginginkan ku!....
...dia tidak mencintaiku! dia mencintai wanita lain dan menolak perjodohan ini....
...katakan apa yang harus aku lakukan?”....
...ucap Clara terbata-bata....
Setelah Clara tidak bersuara lagi bella langsung bertanya;
...“Re kau tenangkan dirimu dulu ya. ...
...mungkin tadi kamu hanya salah dengar, ...
...mana mungkin dia mengatakan itu”....
...bujuk bella...
...“Tidak El, aku mendengar nya dengan sangat jelas dia menyebut nama wanita lain, bukan namaku dia juga dengan tegas menolak perjodohan ini!”....
...tangis Clara akhirnya pecah...
...“Re! Re ... ” panggil bella mulai panik. ...
...“apa kau masih mendengarkan ku? sekarang katakan kau ada dimana? aku akan segera menyusulmu!”...
...“aku ingin sendiri El. jangan ganggu aku”...
...ucap Clara langsung mematikan panggilan nya....
Kevin sejak tadi hanya diam mendengarkan percakapan bella dan Clara melalui speaker merasa ada sesuatu yang tidak beres.
dengan sorot mata mengintimidasi dia bertanya, “Sekarang jelaskan sebenarnya ada hubungan apa antara Clara dengan Aeron!”
Sunyi ....
Bella membuang pandangannya ketanah, dia hanya tertunduk dengan begitu banyak hal berada didalam otaknya
Setelah lama menunggu namun bella sepertinya enggan untuk memberitahunya, Kevin langsung meninggikan suaranya.
“Ok if you don't want to tell me! kalau begitu biar aku memberitahu Aeron, agar dia yang memaksamu untuk berbicara”.
ancam kevin kesal karena menunggu bella yang tidak kunjung membuka mulutnya.
“Ok,, ok ! aku akan memberitahu mu, tapi aku ingin kau berjanji untuk menjaga rahasia ini, biarlah Aeron mengetahuinya dari orang lain tapi bukan dari kita berdua”
Sesaat kevin memicingkan matanya merasa semakin aneh dengan ucapan bella.
“Kalau kau tidak bisa berjanji maka aku juga tidak akan mengatakannya!”.
ucap bella tegas
“Okay, aku janji!”