
Siang ini cuaca sangat cerah sang pelita alam perlahan mulai memancarkan terik nya.
“Ya Tuhan, mengapa liburan kali ini terasa begitu mengenaskan?” keluh Kevin ketika dirinya duduk sendiri di meja besar nan panjang yang berisi begitu banyak makanan dan minuman.
Beberapa menit yang lalu bella pergi meninggalkan nya karena ingin menemani shasa dengan alasan sahabatnya nya itu butuh seorang teman disisinya.
jadilah sekarang ia sendirian, duduk manis menikmati segelas kopi dengan memandang hamparan laut luas.
Dia baru mengingat sesuatu yang tadinya sudah ia lupakan, “apa?” pekik hatinya saat teringat kata-kata orang tua Eric yang menanyakan keberadaan adiknya dan waktu itu Aeron pun langsung mengikuti Eric pergi. “jangan2 mereka bersaudara?” duga nya
“Aaaaa...” teriak Kevin mengacak2 rambutnya sendiri.
Lama Kevin berperang dengan Otak kecil nya. mencoba merajut benang merah menghubungkan kejadian satu dengan yang lain.
Hingga akhirnya ia mendapat kan sebuah kesimpulan bahwa dia benar2 tidak tau dan tidak mengerti akan semua kejadian yang ada.
“dari pada berpusing ria lebih baik aku bersenang2, ya akan ku tanyakan semua nya nanti” ucap Kevin memutuskan
Segelas kopi sudah selesai kevin habis kan “aku harus menyusul Alen, dia pasti membutuhkan seorang teman untuk membantu nya mengobati luka2” ucap Kevin membayangkan wajah penyok Alen setelah baku hantam, dia tidak tau jika kedua laki-laki itu hanya beradu mulut saja tanpa adanya adu jotos ----> (kevin2 tepok jidad dech author)
Baru saja Kevin hendak melangkahkan kaki nya kedua bola matanya sudah melihat dua bebek liar datang bersama Michael dan “Hah! Vincent, mengapa buaya itu bisa bersama mereka?” tanya Kevin pada dirinya sendiri
“Hai kev” Sapa mereka berempat hampir bersamaan
Bukan nya menjawab salam, Kevin justru langsung mencerca mereka dengan berbagai pertanyaan “mengapa kalian membawa buaya ini kemari? Heyy, kalian para wanita jangan tertipu dengan wajah tampan nya ini” ucap Kevin mendorong pundak Vincent menggunakan dua jari “dia ini penjahat nya kelamin”
“Seperti kau tidak saja” balas vincent cepat
Mereka bertiga menggelangkan kepala sebagai jawaban, “kami tidak mengajak nya Kev, tapi dia datang sendiri” jawab Rena secara lisan
Kevin mengernyitkan dahi nya membuat Vincent langsung membuka suara untuk menjelaskan, “Aku tidak datang bersama mereka, tapi bersama mantan pemilik tempat ini” ujar vincent agak ketus karena kesal Kevin mengatainya buaya dan segala macam nya didepan gadis yang sebentar lagi menjadi target cinta nya.
“Untuk apa kau mengajak lalat itu kemari?” tanya Kevin dengan mimik tidak suka
“Bukan aku yang mengajaknya tapi dia yang mengajak aku” koreksi vincent jengah “dia ingin mengambil sisa barang nya”
“Kalau begitu cepat lah kalian ambil, dan segera lah pergi” balas Kevin, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok Regan yang sejak tadi mereka bicara kan.
“lalu dimana lalat itu?” tanya nya setelah tidak menemukan sosok yang ia cari
“Entah lah tadi dia mengatakan ingin pergi melihat-lihat sebentar”
“jangan-jangan dia pergi mencari Clara?” duga Kevin
Asta dan Rena yang tidak mengerti akan topik yang sedang dibahas menjadi bosan mendengar nya, mereka memutuskan untuk pergi setelah menanyakan dimana keberadaan Bella dan Clara.
Hingga tinggal lah Michael sebagai pendengar setia perdebatan antara dua laki-laki yang mulutnya melebihi wanita.
Selang 15 menit kemudian nampak Regan datang tapi ia tidak sendiri melainkan bersama seorang lagi yaitu Justin.
Kevin berdecak sebal lalu bertanya “apa kau juga bersama lintah itu? apakah satu saja teman mu yang gila tidaklah cukup sehingga kau menambah nya seorang lagi?” ucap Kevin menunjuk dengan ekor mata nya membuat vincent kali ini tidak bisa menahan tawa nya melihat raut wajah sebal Kevin yang kekanak-kanakan.
“Apa kau sedang belajar menghapal nama-nama binatang?” tanya Vincent masih dengan galak tawanya.
_________________
“Sayang kau pergilah mandi dahulu” ucap Aeron setelah menurunkan tubuh clara dari punggungnya.
“Bagaimana dengan dirimu? bukankah mereka sudah menunggu?”
“Biarkan saja mereka menunggu, lagipula mereka tidak akan pulang hari ini” ucap Aeron mencuri sebuah kecupan dibibir Clara. “Cepatlah pergi mandi! dan hari ini kenakan pakaian yang lebih tertutup”
Clara mengelengkan sebelah kepalanya tidak mengerti, mengapa kekasihnya menyuruh dirinya gunakan pakaian tertutup di udara yang saat ini cukup panas.
Belum juga clara bertanya, Aeron sudah melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian. “kau pakailah ini” ucapnya memberikan sebuah jumpsuit long pants berwarna hitam, berlengan pendek dengan potongan leher berbentuk V.
Aeron kembali mengecup bibir Clara karena gadis memanyunkan bibirnya karena kesal.
“Ku mohon, pakailah ini” ucap Aeron mulai membujuk gadisnya
Karena kilat keseriusan dimanik mata Aeron akhirnya Clara mengalah “baiklah aku akan memakainya”
“Good girl” balas Aeron mengusap2 rambut Clara.
Clara masuk ke dalam kamar mandi, dan Aeron pergi keluar menuju ke kamar Eric.
Aeron masuk kedalam kamar Eric, setelah terlebih dahulu mengetuk pintu dan suara Eric mempersilahkan nya untuk masuk.
“Ada apa?” tanya Eric
“Mandi” jawab Aeron singkat
Setelah selesai mandi Aeron langsung menghampiri Eric yang sedang duduk di sofa dengan laptop yang menyala di atas meja.
“Apa besok kau sudah akan pergi?” tanya Aeron sambil mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah
“Ya seperti yang papa katakan”
“Evan, apa kau mencemburui ku?” tanya Eric tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop dihadapan nya.
Aeron hanya diam tak ingin menjawab, dia sedikit malu untuk mengakui nya.
Eric mengalihkan pandangannya dan tersenyum lalu berinisiatif untuk menjelaskan semua nya agar tidak ada salah faham kelak dikemudian hari, “Elan sudah ku anggap seperti adik kandungku sendiri” ucap Eric mulai obrolan “jangan pernah meragukan kesetiaan nya karena di hatinya sejak dulu, sekarang hingga yang akan datang hanya ada dirimu seorang di dalam hidup nya”
Mendengar penjelasan Eric, tanpa sadar sudut bibir Aeron terangkat ke atas hingga tampak guratan halus di sudut matanya, “ya aku tahu, maafkan atas sikapku tadi” ucap Aeron tulus.
Setelah berbincang-bincang Aeron memutuskan untuk segera menghampiri clara “aku harus menemui beberapa bawahanku, apa kau mau ikut?”
“Kau pergi lah dulu aku akan menyelesaikan pekerjaanku, setelahnya baru akan menyusulmu”, “baiklah” balas Aeron
______________
Saat Aeron masuk ke dalam kamar bertepatan sekali dengan pintu kamar mandi yang terbuka.
“Kau baru selesai?” tanya Aeron menghampiri Clara yang masih berbalut handuk putih, “ya” balas Clara cepat.
Aeron mendudukkan dirinya di tempat tidur disisi pakaian yang ia siapkan untuk gadis nya. “kemarilah” panggil Aeron
Dengan ragu-ragu clara melangkahkan kakinya mendekat.
“Tidak usah takut, bukankah aku telah memberitahumu. Jika aku tidak akan menyentuhmu sebelum kau resmi menjadi istriku”
Akhirnya Clara pun bernapas lega mendengar ucapan kekasihnya itu.
“Sayang tutuplah matamu” ucap Clara ketika hendak memakai baju
Aeron menggeleng sebagai jawaban, “aku memang mengatakan tidak akan menyentuh tubuh mu, tapi aku tidak pernah mengatakan jika tidak akan melihat tubuhmu” lagi-lagi Rona merah itu menjalar di sekujur wajah clara.
“Tapi Evan, aku Ma- lu--” ujar Clara dengan wajah tertunduk
“Baiklah! baiklah aku akan menutup mataku”
Setelah Aeron memejamkan matanya clara dengan cepat memakai pakaian tersebut, hingga pada akhirnya mau tidak mau dia harus meminta bantuan kepada Aeron agar mengancingkan resleting di belakang pakaiannya.
“Sayang aku sudah selesai. bukalah matamu dan bantu aku mengancingkan nya” ucap Clara membalikkan badannya perlihatkan resleting yang ada di bagian belakang.
Aeron berdiri setelah membuka matanya, iya menyibakkan rambut Clara yang menutupi punggung nya.
Melihat punggung putih mulus Clara membuat Aeron menghentikan gerakan tangan nya. ia justru melingkarkan tangan kekarnya keperut Clara dan mengendus2 hidungnya dipunggung hingga naik ketekuk leher Clara menghirup dalam2 wangi tubuh kekasihnya.
Hingga tanpa sadar karena gemas dia menggigit pundak mulus Clara, menjadikan Clara sedikit menjerit.
tangan kekar Aeron perlahan merayap naik menuju bukit kembar yang selalu membangkitkan hasrat laki-laki nya.
“Eghhh” suara leguhan Clara tiba2 lolos, saat tangan nakal Aeron meremat2 kedua benda Kenyal tersebut dan bibirnya yang terus menjilati leher hingga kebalik telinga Clara secara berulang.
Dia memberikan beberapa kiss mark di leher jenjang Clara.
lagi-lagi kegiatan mereka harus terhenti karena deringan Hp, tapi kali ini Hp milik Clara yang berbunyi.
“Sayang” ucap Clara memanggil Aeron agar menghentikan cumbuan nya.
Aeron pun terpaksa menghentikan kegiatannya, karena Clara harus menerima telepon dari mamahnya.
Mereka berbicara cukup lama, karena Aeron meminta Clara agar mengizinkannya untuk berbicara kepada calon mertuanya.
Sebelum keluar menemui yang lainnya, clara memoleskan sedikit make up.
Seketika itu muncul ide jahil Aeron untuk membuat panas dua pesaing nya.
Aeron dengan cepat menghentikan gerakan Clara ketika gadis itu berniat untuk menutupi bekas kissmark yang iya buat, “jangan ditutupi” ucapnya tersenyum simpul membuat Clara menautkan kedua alisnya tak mengerti “Karena aku ingin mereka melihatnya” batin Aeron tertawa.
“Tapi sayang ini - -” ucapan Clara terhenti ketika Aeron meletakkan jari telunjuknya tepat didepan bibir clara.
“Iya baiklah” ucap clara walau dengan raut muka tertekuk mengikuti kemauan aneh kekasihnya.
__________________
Clara tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, saat matanya mendapati sosok yang selama ini sangat ia hindari.
“Regan” gumamnya melemparkan tatapan bertanya kepada Aeron
“Dia kemari untuk mengambil sisa barangnya” ucap Aeron menjawab pertanyaan kasat mata Clara “berdirilah terus di samping” bisik Aeron ketelinga Clara yang mendapat anggukan kepala Clara.
Aeron berjalan dengan mengeratkan pelukan nya di pinggang ramping Clara.
Sebelah tangan Regan mencengkram erat sisi sofa yang sedang ia duduki, sementara Justin ia memilih mengalihkan pandangannya karena tidak ingin yang lain melihat kecemburuan yang mulai menghinggapi nya.
Aeron kembali menjalan kan rencana nya ia berbasa-basi menyapa mereka semua tanpa terkecuali Regan dan juga Justin.
Dia sengaja bersikap ramah di hadapan kedua nya, agar mereka bisa melihat dengan jelas hasil karya yang ia ciptakan.
Iya tersenyum begitu puas ketika melihat raut wajah Regan maupun Justin yang nampak mengeratkan rahang, ketika melihat begitu banyak tanda kepemilikan di leher jenjang Clara.