
Pagi ini shasa terbangun karena suara berisik dari seseorang yang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.
Tokk .... Tokk .... Tokk .... Tokk .... Tokk ....
“Hoaam...” Shasa menguap sebagai tanda perpisahannya dengan alam bawah sadarnya.
“jam berapa ini?” tanyanya pada diri sendiri dengan mata yang masih belum sepenuhnya terbuka.
dia meraba2 tempat tidurnya mencari benda pipih yang selalu dia bawa kemana-mana untuk melihat sang waktu.
“Ini dia!” sudut bibirnya terangkat keatas ketika tangannya berhasil menemukan benda pipih tersebut. dia menempelkan sidik jarinya dibelakang layar untuk membuka kunci, tapi sayang setelah sekian detik lamanya handphone tersebut tidak kunjung menyala “No- Battery” degusnya kesal
Sementara suara ketukan pintu semakin terdengar jelas ditelinganya dan sebuah suara yang begitu familiar memenuhi gendang telinganya, memanggil2 namanya berulang-ulang kali.
“Sha! shasa ... shasa! apa kau sudah bangun?” panggil Alen dengan tangan masih mengetuk-ngetuk pintu.
“Ya sebentar!” jawab shasa dengan suara serak khas orang bangun tidur. diapun segera beranjak dari tempat tidurnya menyingkirkan selimut tebal yang masih membungkus tubuhnya. dengan langkah malas dia berjalan menghampiri suara laki2 yang terus-menerus memanggil namanya.
sambil mengusap-usap matanya shasa bertanya; “jam berapa ini Al?” tanyanya saat pintu sudah terbuka.
Alen mengangkat tangan kirinya membaca angka dibenda hitam yang melingkar dipergelangan tangannya “ini sudah lewat jam sepuluh Sha” jawabnya
“Apa? mangapa sudah begitu siang?” tanya shasa terkejut dan tak percaya jika dirinya tidur begitu lama, “Hm” jawab Alen dengan anggukan kepala.
“Mengapa kau baru datang membangunkan ku?” protes shasa dengan bibir yang dibuat melengkung kebawah. dia sedikit kesal karena kesiangan, sejak semalam dia sudah merencanakan jika pagi-pagi sekali akan pergi mencari kedua sahabatnya itu untuk menceritakan tentang masalah yang sedang ia hadapi kemudian meminta bantuan mereka.
“Emh !!! itu karena aku juga baru bangun satu jam yang lalu” jawab Alen dengan senyum keki-nya “tadinya aku juga berfikir untuk membiarkan mu tidur sedikit lebih lama dan bangun dengan sendirinya karena semalam kau mengatakan jika dirimu sangatlah lelah! hingga satu satu jam aku menunggu tapi dirimu tak kunjung datang, baru aku memutuskan untuk membangunkan mu” ucap Alen menjelaskan.
Wajah Shasa yang cemberut terlihat begitu menggemaskan dimata Alen, tanpa sadar sebelah tangannya terangkat dan mengacak2 rambut panjang milik shasa yang masih berantakan, “sudah cepatlah kau pergi mandi aku akan membawamu kesuatu tempat untuk bersenang2” ucap Alen, “Kemana?” tanya shasa tak sabar
“Rahasia” jawab Alen kemudian memutar tubuh shasa menggiringnya kekamar mandi. “cepatlah aku akan menunggumu!” imbuhnya. setelah Shasa masuk dan pintu kamar mandi telah tertutup dan terkunci dari dalam barulah Alen membalikan badannya menuju kesofa yang berada disudut ruangan.
Hanya dalam waktu 15 menit shasa sudah keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian santainya, sebuah T-shirt berwarna hitam dipadukan dengan hot pants berwarna buram. dia menghampiri meja rias untuk menyisir rambutnya dan memoles sedikit make-up diwajahnya “Selesai” gumamnya.
dia pun teringat dengan Hp miliknya yang saat ini tidak memiliki daya.
dia berjalan menghampiri Alen yang masih setia menunggunya, berniat untuk meminjam charger kepada laki2 itu “Al apa aku boleh meminjam charger milikmu? karena terburu2 aku lupa membawa charger milikku” ucapnya menjelaskan.
“Boleh tapi barangnya ada dikamarku! Jika kau sangat membutuhkannya maka sekarang juga aku akan pergi mengambilnya”
Tepat disaat Alen akan beranjak dari duduknya, pasukan keramat diperut shasa mengetuk2 dinding perutnya, berdemo dengan keras untuk meminta jatah sarapan yang belum mereka dapatkan “Kruuk ..... kruukk...” membuat Alen menghentikan niat awalnya dan dengan reflek dia langsung tertawa, setelah tawa itu reda alen langsung berkata; “aku kira lebih baik kita pergi sarapan terlebih dahulu baru setelahnya pergi mengambil charger” sasha hanya mengangguk sebagai jawaban karena jujur saja saat ini dia memang benar-benar sudah sangat lapar.
Mereka berdua menikmati sarapan yang sudah mendekati jam makan siang. segelas coffee dan beberapa Cake serta Scones menjadi pilihan mereka.
“Al” panggil shasa setelah menyuapkan sepotong cake kedalam mulutnya, “dimana yang lainnya?” tanya shasa sambil mengunyah potongan cake yang sudah berada didalam mulutnya.
Alen tidak langsung menjawab pertanyaan dari shasa karena saat ini dia sedang meneguk kopi miliknya, dan setelah kopi itu melewati tenggorokannya barulah ia dapat berbicara “aku tidak tahu!” jawabnya jujur karena memang mereka bertiga sudah sepakat tidak akan ikut campur urusan masing-masing setelah rencana Aeron berhasil.
Shasa menaikkan sebelah alisnya, heran dengan apa yang dikatakan oleh Alen, “apa kau bercanda” tuding shasa
Alen menggelangkan kepalanya sebagai jawaban kemudian dengan cepat menjelaskan alasannya mengapa sampai dia tidak tahu keberadaan dari teman2 nya; “karena sebelumnya kami bertiga sudah sepakat setelah rencana aeron berhasil kami tidak akan saling mengganggu urusan masing-masing”
“Lalu bagaimana caraku menghubungi mereka” gumam shasa yang masih bisa didengar oleh Alen
Alen mulai merasa sedikit kesal akan sikap shasa yang seolah tidak ingin bersamanya dengan terus saja menanyakan keberadaan dari kedua sahabatnya itu yang mungkin saja saat ini mereka sedang bersenang-senang.
“Apa kau tidak bisa tidak menanyakan mereka? dan bisakah kita menikmati waktu ini hanya berdua saja?” tanya Alen dengan nada mulai tidak suka. karena jujur saja sejak semalam sebenarnya Alen sudah menahan kesal terhadap sikap shasa yang begitu dingin kepadanya seakan tidak menginginkan keberadaan nya dan sikap itu sangat bertolak belakang sekali dengan sikap shasa saat menelpon nya.
Shasa mengerti akan maksud Alen tersebut tapi saat ini memang dia benar-benar membutuhkan clara dan bella untuk membantunya keluar dari masalah yang sedang menghimpitnya. karena tidak mungkin jika dia bercerita kepada alen orang yang dia cintai bisa2 Alen akan salah faham kepadanya.
Tahu suasana hati Alen yang mulai tidak baik shasa akhirnya memutuskan untuk mengalah, dia akan mengesampingkan dulu masalahnya dan menikmati liburan saat ini. biarlah dia menyelesaikan masalahnya nanti setelah kembali.
“Al! maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu” ucap shasa dengan memasang baby-face nya.
Alen mengalihkan pandangannya dari gelas kopi yang dia pegang wajah cantik shasa. diapun tersenyum saat melihat wajah gadis itu yang sangat menggemaskan, wajah yang sering ia lihat ketika mereka melakukan vidio call.
“It's oke, cepat habiskan sarapanmu, setelahnya kita akan pergi” ucap Alen dengan mata mulai berbinar, shasa pun tersenyum dan mengangguk kecil sebagai jawaban.
karena sudah berbaikan membuat mereka berdua melupakan masalah Hp mati. mereka langsung pergi ketempat yang Alen maksudkan.
Alen membawa shasa kepinggir pantai dengan pasir yang warna putih bersih, dia tahu jika shasa sangat suka bermain pasir.
Dia juga sudah menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan untuk mereka membuat berbagai bentuk bangunan.
Shasa dengan semangatnya mengeruk pasir untuk membantu Alen membuat sebuah Castle dan beberapa bangunan lain nya juga beberapa patung yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak yang menggambarkan sebuah keluarga harmonis. sehingga dirinya bisa melupakan sesaat tentang masalah berat yang sedang menghantuinya.
Shasa tersenyum begitu bahagia itu terlihat begitu jelas dari binar matanya ketika melihat bangunan yang mereka buat telah selesai.
“Apa kau menyukainya?” tanya Allen
Shasa mengangguk sebelum menjawab; “ya! ini sangat indah!” pujinya.
Tak lama setelah itu ombak pun datang menerjang bangunan yang sudah susah payah mereka buat. meruntuhkannya hingga tak bersisa.
Alen yang melihat raut wajah Shasa yang berubah sendu langsung menghiburnya “Jangan menagis! karena aku akan membangunkan Castle yang sesungguhnya setelah kita menikah nanti” ucap Alen membawa shasa kedalam pelukannya.
Shasa tersenyum gentir mendengar kata2 manis yang keluar dari bibir manis alen, didalam hati saat ini dirinya benar2 menangis merutuki nasibnya “apa itu akan terjadi?” batinnya bertanya.
“Mengapa kamu hanya diam, hem? apa kau tidak ingin menjadi istriku?” tanya alen yang langsung disambut gelengan kepala oleh shasa.
“Bukan, aku hanya terharu! Al apa kau benar-benar mencintaiku?” tanya shasa kemudian
“Apa sekarang kau mulai meragukan kesungguhan ku?” tanya balik Alen
“Tidak!” jawab shasa, dia memberikan sedikit jeda sebelum kembali berbicara: “aku tidak ragu akan perasaanmu, aku hanya ragu akan perjuanganmu! aku takut jika kau menyerah ditengah jalan!” ucap shasa terdengar begitu ambigu.
“Aku tidak akan pernah melakukan itu! sekalipun nyawaku sebagai taruhannya!” ucap alen bersungguh2.
“Aku juga berharap seperti itu! berjanjilah kau akan memperjuangkan cinta kita! apapun yang terjadi kau harus mempercayai ku dan bersumpahlah demi tuhan kau tidak akan pernah membiarkan aku sendiri menghadapi rintangan yang ada” ucap shasa dengan wajah penuh harap.
“Aku berjanji dan bersumpah” ucap Alen mengecup puncak kepala shasa.
Alen menatap wajah Shasa, memandang lekat kebibir gadis itu yang terlihat seperti ice-cream strawberry berwarna merah muda yang menggoda ditengah teriknya matahari.
Dia perlahan menundukkan wajahnya hingga wajah mereka nampak sejajar.
Alen mengecup sekilas bibir milik shasa kemudian melepaskannya hanya untuk berkata;
“Je t'aime beaucoup Shasa Valencia Song” ucap Alen mengatakan aku sangat mencintaimu dalam bahasa French kemudian langsung dibalas dengan cepat oleh Shasa dengan berkata; “je t'aime aussi Alen Grisham Wang”.
(Itu artinya I love you too ya Readers 🥰, ini Mimin belagak ngerti bahasa perancis padahal minta bantu sama mbah geogle untuk translate in nya 🤣🤣 ok sekarang kita kembali kelaptop)
Alen menarik kembali tekuk leher Shasa untuk menyatukan kembali bibir mereka yang sempat sesaat terpisah karena mengungkapkan perasaan cinta satu sama lain. (alias Alen nembak sek toh, sebelum resmi jadian 🤭 biar enak kalau mau panggil sayang2)
Ciuman yang Alen berikan terasa begitu memabukkan bagi Shasa, kedua tangannya yang tadi menjuntai kini tanpa sadar sudah beralih tempat tepatnya dileher alen.
Lama mereka saling memangut untuk mencurahkan rasa cinta dan sayang serta rindu satu sama lain.
______________
Hari sudah menjelang sore ketika Clara dan Aeron sampai di kamar mereka. “sayang Kau pergilah mandi terlebih dahulu” ucap Aeron yang langsung dijawab oleh Clara; “baiklah” ucapnya kemudian melangkah menuju kamar mandi.
Setelah pintu kamar mandi tertutup Aeron berjalan menuju kesofa dan meletakkan tubuhnya disana. Dia menyalakan laptop miliknya untuk sekedar mengecek pekerjaan dan juga beberapa email yang masuk.
Karena walau bagaimanapun dia adalah seorang pemimpin perusahaan, jadi dia harus tetap bekerja di sela-sela liburannya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia kembali mengecek email yang masuk. Aeron sempat terheran ketika melihat sebuah email masuk yang berasal dari Kevin sahabatnya.
------> Inbox
...💻“Call me! Urgent”📥...
Aeron mengernyitkan alisnya sebelum beranjak untuk mencari handphone miliknya yang saat ini sengaja ia matikan, “Ada hal penting apa?” tanyanya dalam hati sambil menekan tombol power.
Setelah handphone itu menyala dengan cepat ia mencari nama kontak Kevin kemudian mendial-nya.
“mengapa kau menyuruhku menghubungimu jika ditelpon tidak diangkat” gerutu Aeron setelah lima kali panggilan nya tidak dijawab oleh Kevin, dengan sedikit kesal dia meletakkan kembali handphone miliknya. (ini Kevin emang bener2 kok ya klw dah ketemu bella lupa semuanya, serasa dunia cuma milik berdua yang lain pada ngekos smua 😋)
Kevin dan Bella saat ini sedang berjemur menikmati matahari sore setelah seharian mereka bermain serta mandi dipantai.
dengan posisi bella yang berada didalam pelukannya membuat kevin melupakan masalah yang harus segera mereka selesaikan.
dan kebetulan sekali dia lupa mengalihkan mode silent di Hp-miliknya sehingga panggilan dari Aeron tidak didengarnya.
•••••••••••••••••••••••••••••••
...#Hai-hai haii... Readers ku, Mimin ucapin terima kasih untuk yang sudah like bahkan vote juga yang sudah memberikan dukungannya....
...kali ini Mimin bakal bagi kasih bonus visual Alen & Shasa juga Om ganteng Eric....
...1. Shasa...
...2. Alen...
...3. Eric...
...
...